Love is You Chap 1

wpid-cymera_20141015_145046.jpg

 

Love is you

KyuWook

 

@mie2ryeofishy

 

Cast              : Kim Ryeowook , Cho Kyuhyun , Cho Ahra n other

Rated          : T

Genre          : Romance

Warn           : Yaoi,Gaje,OOC

a/n              : berhubung hasil vote kemaren lbih bnyak d LIS,jdilah nie ff q persembahkan buat readersq tercintahhh…..happy reading guys~ ^-^

 

.

.

 

 

Flashback

 

 

2 tahun lalu…..

 

 

“ahahahahha…Ryeowookie kau selalu memujiku,aku kan tak sepandai itu”Ahra dengan ponsel menempel di telinga kiri,tubuhnya bergelung di balik selimut dengan rona merah mewarnai pipinya.”tidak…tidak….kau yang terbaik,ku harap kau akan selalu ada untukku”entah apa yang dibicarakan Ahra dengan seseorang di seberang sana,yang jelas tanpa ia sadari seseorang mendengar semua ucapannya.

 

 

“cihh….manis sekali gaya bicaranya,memuakkan”cibir Kyuhyun,melangkah masuk,dengan seeenaknya menendang Ahra agar memberi ruang untuknya berbaring bersama.

 

 

“nde Ryeowookie,kau tidak perlu mengantarnya kerumah,aku bisa mengambilnya besok…ahh tidak,hanya kecoa yang tidak penting-sinis Ahra sambil menatap tajam Kyuhyun-baiklah kalau itu maumu,aku tunggu ne…”

 

 

Saat panggilan berakhir disambut dengan aksi pura pura muntah Kyuhyun.tidak pernah terbayangkan sebelumnya Noonanya yang sangat cuek sama sepertinya bisa bicara semanis itu pada orang lain.

 

 

“apa mau mu bocah tengik”

 

“kau menggelikan”

 

“bukan urusanmu”decih Ahra,namun sedetik kemudian matanya berbinar membayangkan seseorang yang berbicang dengannya tadi akan mengunjunginya.

 

Sebal melihat tingkah Ahra yang semakin menjadi dengan jahil Kyuhyun merebut ponsel Ahra,mengecek panggilan masuk seraya bergumam.”Ryeowook….nama yang tidak keren,Ryeowookie bukankah terlalu manis”ejek Kyuhyun,tanpa menduga nama itu akan menjadi nama terpenting dalam hidupnya di kehidupan mendatang.

 

 

“sialan….dia sangat tam-ehh…manis,baik hati,senyumnya…astaga aku bisa gila hanya dengan membayangkannya”raut jijik sangat kentara di wajah Kyuhyun.

 

 

“heran,kau ragu menyebutnya tampan….apa yang menarik dari laki laki manis?”sindir Kyuhyun.

 

“dia sangat perfect…ahh…dia harus menjadi namjaku”

 

“ck,dari ceritamu seperti kau yang akan menjadi namjanya ,kalian lebih baik bertukar gender”

 

“yakkk….siaalan kau!keluar dari kamarku”maki Ahra tak terima namja pujaannya di hina oleh dongsaeng satu satunya.

 

“seperti aku mau saja tinggal lebih lama denganmu”cibir Kyuhyun,melmilih pergi secepat yang dia bisa sebelum mendengar amukan Ahra.

 

.

.

.

.

 

“Umma….apa aku terlihat manis,apa bajuku pantas,lihatlah make up ku umma….aku mau terlihat sempurna di matanya”langkah Kyuhyun yang akan menuruni tangga terhenti mendengar ocehan berlebihan Ahra,tak biasanya Noonanya itu merecoki Ummanya hanya untuk bertanya tentang penampilan.bukankah sebelumnya Ahra yeoja yang sangat cuek dengan penampilannya.

 

 

“sempurna sayang,keluarlah dan bawa minuman ini”puji Nyonya Cho,berharap putri satu satunya itu segera beranjak meninggalkannya.hahh…melihat putrinya yang sedang dalam masa puber terlambat membuat Nyonya Cho mengurut pelipis cemas.

 

 

“seperti apa sih dia…”tanya Kyuhyun,berjalan mendekati Nyonya Cho setelah Ahra pergi.

 

“dia terlihat baik,sopan dan….manis”

 

“selera kalian payah”cibir Kyuhyun.

 

“lihatlah….dia memang manis”

 

“sepertinya aku harus menyeleksi siapa namja yang akan mendekati Noonaku,hanya memastikan Noona memiliki pendamping yang cocok”Nyonya Cho mengangkat bahu acuh,tak menanggapi omongan ngaco Kyuhyun.

 

~

 

“syukurlah kita dalam tim yang sama,aku tidak bisa membayangkan magang tanpamu”

 

“kkk…kau berlebihan Noona,harusnya aku yang bersyukur bisa satu tim denganmu,kau tahu kan aku selalu mengandalkanmu”

 

“ahh….aku akan selalu senang membantumu”

 

“Gomawo Noona,tapi aku sama sekali belum terbiasa dengan yang lain jadi mohon bantuannya”

 

“tentu saja….-ucapan Ahra terpotong panggilan masuk di ponselnya,jika bukan nama Appanya yang terpampang bisa di pastikan Ahra tak akan rela menerima panggilan itu,berbincang dengan pujaan hatinya terdengar lebih menyenangkan.

 

 

Ahra meninggalkan Ryeowook untuk menerima panggilan di ponselnya menuju dapur.selang beberapa detik ponsel Ryeowook yang berdering,tak mau Ahra keburu datang dan merasa tak nyaman,Ryeowook memilih pergi ke teras depan.

 

 

Ditengah perbincangan dengan seseorang di seberang sana,Ryeowook melihat seorang remaja duduk di kursi taman,memang rumah keluarga Cho memiliki taman mini di depan rumah,lengkap dengan ayunan gantung tunggal juga kursi taman.

 

 

Entah bagaimana awalnya,yang jelas sekarang Ryeowook sudah berdiri di sebelah remaja yang tak ia kenal.berpikir mungkin saudara Ahra mengingat dia berada di taman keluarga Cho.

 

 

“apa yang kau lakukan,mencari bintang?”pertanyaan bodoh,sedang yang disapa yang memang tengah menatap langit cerah mengerjap bingung,tapi sedetik kemudian tatapannya terpaku pada sosok rupawan tak dikenal.

 

 

“bintang?aku lebih suka mencarimu”jawaban yang lebih bodoh,Ryeowook terpingkal akan jawaban remaja yang tak diketahui namanya itu.

 

“Kim Ryeowook,aku teman Ahra Noona…

 

“Cho Kyuhyun,dongsaeng Ahra Noona”Kyuhyun langsung menyambut jabatan tangan Ryeowook,sama sekali tak ingin namja yang menegurnya itu kecewa,jika dipikir lagi Kyuhyun merasakan sesuatu yang aneh saat dengan mudahnya dia terpaku serta berbincang dengan seseorang yang beberapa menit lalu tak dikenalnya.

 

 

 

“kau bilang lebih suka mencariku,sekarang kau sudah menemukanku jadi….apa kau akan mengabulkan permintaanku”tanya Ryeowook makin ngasal,entah dorongan darimana tapi Ryeowook sangat tertarik merecoki Kyuhyun.

 

 

“terbalik,aku yang mencarimu,jadi kau yang harus mengabulkan permintaanku”

 

“hahahaha……dasar bocah”

 

“bocah?”

 

“ohh….kau menggemaskan”cengiran lebar terpasang di wajah Ryeowook,tangannya yang gemas akan Kyuhyun malah mendarat di masing masing pipi Kyuhyun,menjepitnya diatara dua jari.

 

 

“lepas sebelum ku cium”ancam Kyuhyun dengan wajah stoicnya.

 

“aww….kau mengancamku bocah”goda Ryeowook dengan mimic ketakutan yang kentara di buat buat.

 

 

Cup

 

 

“mau lagi?”Ryeowook diam mematung,matanya mengerjap bingung,tangannya mendarat di atas bibir yang baru saja di kecup singkat Kyuhyun.’mimpi’batin Ryeowook meyakinkan.”hey…kau..

 

“dasar bocah tengik….

 

 

“Ryeowookie,apa yang kau lakukan disana?”Kyuhyun mencibir mendengar suara Ahra yang di buat manis.niat awal memang tak ada alasan saat ia mencium Ryeowook,hanya iseng saat ancamannya di anggap angin lalu.tapi saat Ahra mendekat dan menarik lengan kanan Ryeowook agar berjalan mengikutinya ada satu ruang kosong di hati Kyuhyun yang terasa hampa.

 

 

“aku gila”

 

.

.

.

 

Hari lain…

 

 

 

Ryeowook mengerjapkan matanya melihat Kyuhyun membuka pintu saat ia berkunjung ke kediaman keluarga Cho.dengan celana pendek selutut dan kaos dalam tipis tak menghilangkan ketampanan Kyuhyun.

 

“bocah….Noona ada?”

 

“Kyuhyun,aku tak suka panggilanmu”

 

“aigoo…kau –baru saja Ryeowook berniat mengapit pipi Kyuhyun dengan jarinya tapi terhenti di udara teringat kejadian tempo hari-

 

“masuk”menggaruk kepalanya bingung,tapi enggan berkata Ryeowook mengikuti langkah Kyuhyun.

 

 

“Ryeowookie kau…-sadar penampilannya yang jauh dari kata rapi,ditambah wajah sembab karna belum mandi,Ahra yang tadinya asyik bertanding game dengan Kyuhyun langsung berlari menuju kamarnya.meninggalkan Ryeowook cengo menatap kepergiannya.

 

 

“dia kenapa?”

 

“acuhkan saja,kau bisa main?”Ryeowook bergumam tak jelas tapi tetap mengikuti langkah Kyuhyun,duduk di depan tv beralas karpet tebal.

 

 

Beberapa menit kemudian…..

 

 

“hanya segitu kemampuanmu”

 

“diamlah,aku tak pernah bilang bisa memainkan permainan bodoh ini”

 

“bodoh?jelas jelas kau yang….

 

“hanya orang bodoh yang memainkan permainan bodoh,aku bukan orang bodoh jadi aku tak bisa memainkannya”cerocos Ryeowook tak mau kalah dan disalahkan.

 

 

Kyuhyun sweetdrop,apa pula namja di sampingnya ini bisa berkata seperti itu setelah kalah dalam waktu kurang dari 1 menit.mendengus geli,Kyuhyun menggamit pinggang Ryeowook.

 

 

“mau ku cium lagi?”

 

“yeah,mau mu….sekedar info,aku tak menyukai namja bodoh”ingin sekali Kyuhyun mengadu kepala Ryeowook dengan stick game yang dipegangnya jika tak mengingat norma kesopanan terhadap tamu.

 

 

“Ahra tak pernah cerita tentangku?”menggebu,Kyuhyun yang tak terima di anggap bodoh berusaha menginterogasi Ryeowook,mengingat Noonanya itu sering menjelekkannya dihadaapan teman temannya.

 

 

“dia hanya bilang memiliki Dongsaeng jahil,tak kusangka kau juga bodoh”mati matian Kyuhyun menahan emosi.bukan,dirinya bukan ingin menghajar Ryeowook,hanya ingin memberinya pelajaran kecil yang pasti mampu membuat Ryeowook diam.”dia Noonamu….panggil yang sopan “ralat Ryeowook.

 

 

“begini,pertama…aku tak perlu sopan pada Noonaku yang jelas terlalu sering menganiaya ku.kedua….jika kau terus menanggapku bodoh aku…

 

 

“jangan berani mengancamku dengan ciuman,ck….dasar bocah”stick Ps meluncur mulus menghantam kening Kyuhyun,belum habis rasa kesalnya kini harus ditambah serangan Ryeowook.

 

 

Memilih diam,Kyuhyun hanya mengelus keningnya.matanya menelisik tubuh Ryeowook.”Ryeowookie,kau sudah selesai dengan tugasmu?”suara Ahra memecah keheningan.dengan tak elit mendorong bahu Kyuhyun sampai terjengkang sementara dia mengambil duduk tepat di sisi Ryeowook.Ryeowook tertawa renyah melihat penderitaan bertubi Kyuhyun.sedang yang di tertawakan melemparkan deathglare yang bisa membuat siapa saja mengerut takut kecuali Ahra dan Ryeowook tentunya.

 

 

“kurasa kita butuh tempat private untuk membahas urusan kita Noona,tak baik jika seorang bocah mendengar pembicaraan kita”Ahra tertawa keras saat mendengar sindiran Ryeowook yang sangat tak di tutup tutupi,membuat Kyuhyun semakin mengerut jengkel,dengan wajah merah padam siap menelan Ryeowook dan Ahra hidup hidup.

 

 

Sepeninggal Ryeowook dan Ahra yang memilih membahas urusan mereka di dalam kamar Ahra,Kyuhyun duduk di sofa ruang tamu,berkali kali tatapannya mengedar disekitar kamar Ahra,merasa cemas,berharap dengan terus menatap kamar Ahra dia bisa tahu apa yang tengah terjadi di dalam sana.

 

 

“apa sih yang mereka bicarakan,sialan….kenapa aku harus memikirkan mereka”rutuk Kyuhyun,tak terima dengan hatinya yang terus gelisah memikirkan sesuatu hal yang bisa saja terjadi di dalam sana.

 

 

“siapa yang kau pikirkan?”hampir saja jantung Kyuhyun berdetak tak lazim saat mendengar Nyonya Cho muncul di depannya.

 

“Umma….haish,kau mengagetkanku”

 

“apa?Umma sedari tadi berdiri disini-jawab Nyonya Cho santai-kenapa terus menatap kamar Ahra?kenapa tak masuk saja?”tanya Nyonya Cho kalem,mendudukkan tubuhnya disisi Kyuhyun.

 

 

“bocah dilarang masuk….namja pendek itu berkata begitu”sinis Kyuhyun,sama sekali tak menyembunyikan ketidak sukaannya akan larangan Ryeowook.

 

 

“kau menurut?apa benar kau Kyuhyunku?”Nyonya Cho berkata dengan raut wajah shock yang terlihat jelas.

 

 

“berhenti berlebihan Umma,aku tak suka mengganggu apa yang di sebut privasi oleh namja pendek itu”Nyonya Cho cengo parah.memikirkan apa benar memang Kyuhyunnya yang tengah berhadapan dengannya sekarang ,dan bagaimana bisa Kyuhyun si biang onar menuruti apa kata orang,terlebih orang yang baru dia kenal.

 

 

Terlihat seperti ikan kehabisan air,Nyonya Cho megap megap tak karuan,menelisik keseluruhan tubuh Kyuhyun barangkali ada luka yang tak terdeteksi sebelumnya.duduk di atas sofa dengan lutut dalam pelukan kedua tangan.Kyuhyun sangat terlihat seperti anak hilang.

 

 

“Kyu…

 

“Hm”

 

Noonamu menyukai Ryeowook itu kan?”

 

“Hm”

 

“kau…-Kyuhyun menatap Nyonya Cho dengan wajah bingungnya.- Umma sering melihatmu tak suka dengan teman Namja yang dibawa Ahra,apa kali ini masih seperti itu?”Kyuhyun menggeleng,wajahnya pucat sarat akan putus asa,sama sekali tak berniat menyembunyikan sesuatu dari sang Umma.

 

 

“aku tidak suka mereka berdua di dalam kamar”

 

“….”tak ingin banyak bertanya,Nyonya Cho lebih memilih diam menanti Kyuhyun membeberkan masalahnya.

 

“Ryeowook,aku menciumnya kemarin Umma….-mata Nyonya Cho melotot Shock-tapi aku menyukai ciuman singkat itu”nada terakhir yang di ucapan Kyuhyun sarat akan keputus asaan.

 

“….”

 

 

“Ahra Noona sangat mencintainya,si pendek itu juga terlihat…menyukainya-tatapan Kyuhyun kosong saat mengucapkan kalimat itu,sangat berat untuk terucap,hatinya terasa sakit tanpa ia sadar apa sebabnya- hanya saja aku merasa tak rela,aku…..Umma pasti malu,maaf”tanpa di sadari Nyonya Cho,Kyuhyun jatuh berlutut di depannya,kepalanya disandarkan pada lutut sang Umma.”aku tak tahu kenapa,aku tak tahu ini apa,tapi jika ini akan menyakiti Umma aku….

 

 

“kau bahkan tak tahu apa yang kau rasakan Kyu….kau baru mengenalnya,mungkin saja sesuatu yang kau rasa hanya sebuah rasa pertemanan,coba lihat rasa apa yang kau miliki pada Changmin,jangan menyesali keputusanmu dengan Umma kau jadikan penyanggahan rasamu Kyu”

 

 

“Changmin?-Kyuhyun berpikir sejenak membayangkan sahabat keonarannya- itu menjijikkan Umma”protes Kyuhyun tak terima.

 

“pikirkan lagi kalau begitu”Nyonya Cho berkata cuek,menghempas Kyuhyun,memilih pergi sebelum di dera aksi mellow Kyuhyun lagi.

 

.

.

.

 

“jadi menurutmu kita memang harus memulai semua dari awal?-Ryeowook mengangguk yakin- hahh….itu akan sangat melelahkan”

 

“melanjutkan pun percuma,kita sudah salah sedari awal”

 

“tim 1 yang salah mendiagnosis penyakit pasien Tumor itu,kenapa kita harus ikut terkena getahnya”

 

“kita berada dalam team Noona”

 

“baiklah….baiklah….”pasrah Ahra,membaringkan tubuhnya di atas ranjang,sedang Ryeowook yang duduk di karpet sambil memeriksa laporan hanya mendengus geli melihat aksi kekanakan Ahra.

 

“Noona?”

 

“Hm”

 

“apa kau pernah menyukai seseorang?”

 

“pernah”

 

“bagaimana rasanya?”

 

“entah,ini pertama bagiku,aku hanya merasa setiap beban yang ku rasa selalu terasa lebih ringan setiap aku bersamanya”

 

“begitu….apa kau pernah berciuman?”Ahra langsung menegakkan tubuhnya,wajahnya memerah,menatap malu malu Ryeowook yang terlihat santai.

 

“kenapa bertanya begitu?”

 

“boleh aku menciummu?”

 

 

 

 

 

tbc

 

Love Sick Short Ver.

Kyuhyun Magnae ‘Super Junior’,hubungan istimewanya dengan Magnae ‘DBSK’ bukan lagi sebuah rahasia dimata rekan kerja juga masing masing member.kenyataan akan tersambutnya sebuah rasa membutakan mata hati Kyuhyun.tak lagi di lihatnya satu sosok yang selalu ada di  sisinya,mengabaikan rasa yang ia punya yang jelas dia tahu rasa itu seperti apa.Leeteuk saksi bisu,hanya bisa menonton saat dua member dalam grupnya mulai saling menyakiti satu sama lain.Ryeowook,mencoba melebur hati yang lara di tengah tawa yang ia coba hadirkan di setiap berhadapan dengan orang lain,mencoba mencari sosok lain demi mengusir rasa yang telah lama ada.
.

.

.

Cut

.

.

Okey readers yg baek,di tengah insomnia rese+hasil molor cuma 30menit,dapetlah ide gaje macam ini.terus terang q g bza post 3 ff sekaligus (heartquake,LIY,LS) jadi q akn bkin polling dsni.silahkan vote LIS/LS?.n seperti byasa jga q bkal ambil vote terbanyak.

Love is You ‘prolog’

image

Love Is You

KyuWook

@mie2ryeofishy
.
.
.
.

“Sunbae….jadilah namjaku?”

“….”
.
.
Singggg
.
.
Hiruk pikuk di dalam kelas langsung senyap kala sebuah pernyataan keluar begitu saja dari seorang yeoja.di lihat dari segi fisik yeoja itu sangat tak mengecewakan,tubuh ramping dengan pantat sexy,belahan dada menggoda saat 2 kancing baju sengaja tak di pasang,bibir sensual disertai mata lebar, sangat memperindah penampilannya.

Siapa yang tak akan meleleh mendapatkan pernyataan yang pasti tak akan di tolak laki laki incarannya kecuali,sebut saja Cho Kyuhyun,namja arogan namun berotak jenius,icon ELF High School itu hanya menatap malas hobae kesekian yang menyatakan perasaan padanya.

“tidak”satu kata meluncur dari bibir tebalnya,pemandangan normal mengingat memang ia tak pernah mau menerima semua pernyataan cinta.

“Sunbae…

“kau tuli”

“Kyuhyun’ah….dia sexy,kau yakin tak mau?”Changmin yang sedari tadi tak bisa mengalihkan tatapan dari yeoja sexy di depan Kyuhyun bertanya gusar.bagaimana tidak,Kyuhyun selalu saja menolak semua gadis yang menyatakan cinta padanya,dan lagi Kyuhyun juga tak pernah mengatakan menyukai seseorang,jadi jangan salahkan Changmin yang merasa sangat iri melihat Kyuhyun selalu menjadi incaran.

Kyuhyun melambaikan tangan mencoba mengusir yeoja yang hampir menitikkan air mata karna malu.sama sekali tak ada penyesalan di setiap tindakan Kyuhyun,karna menurutnya memang tak ada menarik dari semua gadis yang menyatakan cinta padanya.

“otakmu pasti bermasalah”cecaran Changmin hanya di anggap angin lalu,psp terasa jauh lebih menarik daripada mendengar semua celotehan Changmin.”apa kau tidak ingin mencoba melakukan itu Kyu…”

“hm..”

“sekali aku mencoba,aku ketagihan….kau yakin tak mau mencoba?”

“hm..”

“oh ayolah,kau tidak lihat dada yeoja tadi?begitu menggairahkan….ahhh,aku bahkan sangat ingin menyentuhnya”
.
.
Plakkk
.
.
“menjijikkan”ejek Kyuhyun setelah mendaratkan sebuah buku di kepala Changmin,tak dihiraukan olehnya rintihan Changmin,memilih pergi.

.
.
.
.

“apa,berhenti menatapku”

“inginmu berbeda denganku”

“ck,kau selalu mengesalkan….berhenti mengikuti ku”

“aku bahkan sudah menyiapkan kantong sampah,kalau dia berani menyentuhmu”

“yakk….kau

“kata Changmin,dada yeoja sangat menggairahkan”

“mwo?”

“aku tak berpikir begitu,cukup kau tertangkap mataku dan aku sudah langsung…

“berhenti,kau menjijikkan”

“sudah ku bilang,inginmu berbeda dariku”

“hahhh…..lebih baik kau membuka buku mu,perbaiki otak mu”

“aku jenius,untuk apa aku membuka buku,aku lebih suka membuka bajumu”

“yakkk….”

.
.
Cut/iklan/gubrakkk
.
.

Pengenalan Cast:

Cho Kyuhyun,18th ,berada di tingkat akhir ELF High School.Jenius,Angkuh serta sifat buruk yang bisa kalian pikirkan sendiri.memiliki satu saudara yang merupakan rival cintanya.
Kim Ryeowook,26th ,Dokter muda di Seoul Hospital,sangat suka menghina Kyuhyun,terutama saat mode Possesif Kyuhyun terpasang.berpacaran dengan Kyuhyun.
Cho Ahra,27th ,seangkatan dengan Ryeowook,serta bekerja bersama Ryeowook.meski sudah tahu Ryeowook berpacaran dengan Kyuhyun,Ahra yang memang sedari awal menyukai Ryeowook sama sekali tak bermaksud merelakan Ryeowook.

Jadi kalian sudah tahu  percakapan siapa di atas?- next~

“Hyung,aku menginap”jelas sekali terdengar bukan sebuah permintaan,Ryeowook berdecih sambil menggeleng.”apa aku butuh persetujuanmu?”ingatkan Ryeowook untuk tak melempar meja ke wajah Kyuhyun,bagaimana bisa dengan santai Kyuhyun masuk ke dalam kamar,meninggalkan Ryeowook dengan sumpah serapah yang tak terucap.
.
.
Brakkkk
.
.
Pintu kamar naas terbanting saat Ryeowook menggebraknya,emosinya semakin tersulut melihat Kyuhyun dengan telanjang dada berbaring di ranjangnya.

“pulang sekarang”

“…”

“Kyuhyun”

“aku takut”nada getir di ucapan Kyuhyun membuat Ryeowook berpikir sejenak,mendekati Kyuhyun.

“takut?kau….apa yang kau takutkan,kau penguasa semua setan di muka bumi”decakan Kyuhyun membuat alis Ryeowook bertaut.”pulang sekarang,bawa mobilku”

“baik aku pulang,aku masih memiliki kaki”merasa tersinggung, segera Kyuhyun berdiri,meraih tshirt dan langsung memakainya.”tidurlah…”Ryeowook diam membatu,dia selalu lupa jika Kyuhyun muda tersinggung jika ia suruh memakai mobilnya,atau kalau tidak Kyuhyun akan marah jika Ryeowook mengeluarkan uang untuk apapun yang mereka makan atau bayar saat sedang bersama.

“Kyu….aku tidak bermaksud

“tak apa,aku pulang sekarang”

“apa yang kau takutkan”segera Ryeowook meraih tangan Kyuhyun sebelum Kyuhyun meninggalkan apartmennya.

“kau”

“aku?”alis Ryeowook bertaut,mencoba berpikir sekiranya apa yang di maksud Kyuhyun.

“aku tahu Noona sangat mencintamu,setiap malam aku selalu berpikir saat dimana kau berubah pikiran dan memilihnya”

“a-apa….kau tahu aku tak…

“tak apa,lupakan,aku pulang”
.
.
.

TBC

.
.
Warn : Aku tak yakin untuk melanjut FF ini,tapi tetap nekat post karna sayang ma ide yang tiba2 nngol di saat yg sama sekali gak tepat/mojok.

MiracLe ‘full Oneshoot’

image

.

.

Love is…. MiracLe

HaeWook

By.Mie2ryeofishy

Genre : Hurt/Romance

Rated : M

Warn : TYPO/GAJE/BL/OOC/alur sengaja dicepetin.

a/n : Happy B’day My Fishy Oppa yg somplaknya kelewatan/ditampol.guys….kalian tw kan Haeppa tu bias k2 q?so…..FF ini special q buat untuk  uri Oppa tercintahh.berhubung emang ini FF dr awal cman niat bikin OS jd harap dimaklumi bnyakx alur yg kecepetan,tu smwa q buat dg sengaja.

.
.
.

“Hyung…..apa kertas sial itu lebih menarik dariku?”

“engg…

“aku bosan,kau tak menyentuhku satu minggu ini”

“tidak sekarang Chagia”

“aku menikah denganmu untuk mendapatkan sentuhanmu seleluasa dan sebanyak yang kumau Hyung,sampai kapan kau mau membuatku bersaing dengan kertas – kertas sial itu”Donghae yang semula tak menatap Ryeowook sama sekali langsung menumpukan pandangan pada Ryeowook yang berdiri di depannya dengan mata menatap nyalang serta dua tangan bertengger di pinggang seolah menantangnya.

Melihat situasi yang tak memungkinkan bagi Donghae untuk tetap bekerja dengan tenang membuatnya memilih menutup laporan kantor ,membuka kacamata serta berjalan mendekati Ryeowook.”Chagia….aku juga sangat ingin melakukan itu setiap waktu tapi….

“jangan memberiku alasan yang sama Hyung,aku muak”tangan Donghae baru akan meraih pinggang Ryeowook sebelum ditepis si empunya.berakhir dengan tangan Donghae mengacak asal rambutnya ketika Ryeowook memilih berjalan keluar dengan raut kesal serta geraman.

“dasar “

.
.
.

“Chagia….aku lapar”

“makan saja kertas sial itu”

“aku akan dapat masalah jika aku memakannya”rasanya Ryeowook ingin sekali melempar spatula dalam genggamannya pada suami yang ia nikahi 7 bulan lalu itu, bagaimana bisa di saat kesal seperti ini dirinya harus mendengar ucapan bodoh Donghae.

Dua porsi nasi goreng kimchi ala kadarnya tersedia di meja makan,satu diantaranya langsung dilahap tanpa ampun oleh Donghae,dalam diam Ryeowook menatap bagaimana rakusnya Donghae,seperti tak mendapat jatah makanan selama berhari hari.salahkan semua kertas sial itu yang selalu menyita perhatian bahkan waktu makannya.

“makan ini”nasi goreng  yang hanya di makan tiga suapan oleh Ryeowook di sodorkan ke hadapan Donghae,mengernyit ragu Donghae menerima piring Ryeowook,memakan isinya setelah berpikir Ryeowook akan lebih marah jika ia menolak makanannya.”apa gunanya pegawai jika tak bisa meringankan sedikit bebanmu Hyung”

“mereka semua juga sama sibuknya Chagia”

“tambah pegawai kalau begitu”

“memakan waktu lama jika harus mentraining pegawai baru”

“aku merasa gagal Hyung”tubuh Ryeowook bersandar penuh pada kursi yang di dudukinya,tatapannya jatuh pada jemari yang saling bertaut di atas pangkuan,sedang Donghae langsung berhenti meneguk juss jeruknya mendengar ucapan Ryeowook.

“apa maksudmu,kenapa bicara begitu?”

“dari awal hubungan kita sudah salah,terbukti sampai sekarang aku tak bisa mengurusmu dengan baik,apalagi yang bisa ku katakan setelah tak akan bisa memberikanmu keturunan.harusnya kita….

“cukup”Donghae melangkah mendekati Ryeowook,memutar kursi yang diduduki Ryeowook serta membuat posisinyaberjongkok bertopang pada lutut persis di depan Ryeowook.”harus berapa kali kita membahas hal ini,aku sama sekali tak menginginkan keturunan.asal berdua denganmu itu sudah cukup,jika pekerjaanku mengganggumu…..aku bisa menyerahkan perusahaan sepenuhnya ke tangan Donghwa Hyung”Ryeowook baru akan membuka mulut,namun tak ada kata terucap saat Donghae mengecup sayang punggung tangannya.”aku mencintaimu,sangat….sampai kapan kau meragukanku Chagia….kumohon jangan pernah lagi mengungkit masalah keturunan.akan ku relakan apapun agar bisa terus bersamamu”

“ini salah Hyung”

“apa yang salah?hubungan kita,kita yang menjalani,kenapa harus mendengar kata orang”

“maaf”

“aku selalu memaafkanmu bahkan saat kau terus menyakitiku dengan semua pemikiranmu”

.
.
.

Flashback

Pemandangan seorang remaja berseragam High School tengah melakukan gerakan unik ditengah derasnya hujan membuat langkah seorang laki laki dengan setelan resminya memandang takjub.senyum menawan itu menawan hati Donghae,diam mematung mengamati setiap gerak dan ekspresi yang ditampilkan remaja itu,Ryeowook.

Donghae ,pebisnis muda, baru kali pertama menginjakkan kaki di café M&R, masih setia terpukau menatap satu objek.tak menyadai langkah anggun yang berjalan mendekatinya.

“Oppa….maaf telat”

“….”

“Oppa”

“Dara’ah….kau datang,maaf aku tak menyadari kedatanganmu”kikuk Donghae,merasa tak enak saat gadis yang seharusnya menjadi teman makan siangnya itu cemberut.

“apa yang Oppa lihat?menarik?”

“lumayan…terlalu bosan rasanya menunggumu disini”

“maaf”ganti Dara/Park Sandara ,merasa tak enak mendengar ucapan Donghae.”Oppa sudah pesan makanan,sepertinya belum….biar aku saja…blab la bla…..”percakapan terus berlanjut tanpa bisa lagi Donghae memerhatikan remaja di luar sana yang ganti menatap kearahnya.

.
.
.

“Tuan….ini pesanan anda”

“terima kasih…..tunggu”pelayan yang baru saja mengantar pesanan Donghae menghentikan langkah,berbalik untuk bertanya keperluan Donghae.

“ada yang bisa saya bantu Tuan?”

“remaja yang duduk di bawah pohon itu…..apa kau mengenalnya?”to the point,Donghae menunggu pelayan menjawab semua rasa penasarannya tentang remaja yang berhasil mengikat fokusnya.

“Kim Ryeowook,dia tinggal di ujung jalan sana”tatapan Donghae mengikuti arah yang di tunjuk pelayan.”kalau Tuan menemukannya berada di jalanan seperti sekarang, itu berarti dia sedang membolos,dia mengamen di jalanan untuk memenuhi hidupnya”hati Donghae mencelos,sudut yang lain merasakan sakit yang tak ia tahu penyebabnya.

“me….ngamen?”

“iya”

“d-dia hidup sendiri?”

“iya”

“terima kasih,maaf sudah mengganggu pekerjaanmu”

Kenyataan yang di dapat Donghae semakin membuatnya tak bisa mengalihkan tatapan dari dia yang menawan hati.letak kantor yang sebenarnya lumayan jauh dari café M&R tak membuat Donghae absen menstalk Ryeowook.ia bahkan tau hari hari tertentu Ryeowook akan terlihat di sekitar café.

Di pertemuan yang entah keberapa,Donghae baru berani mendekati Ryeowook,mendengarkan suara jernih yang sangat merdu itu dari dekat.nyanyian selesai dan Ryeowook mengumpulkan receh yang di lemparkan pejalan kaki.

“sangat menjijikkan saat dirimu dijadikan tontonan,apalagi di pinggir jalan seperti ini,jadi bisakah Anda sedikit menghargai saya”ucapan Ryeowook yang tak di duga Donghae membuatnya tersentak dari lamunan.melangkah pelan mendekati Ryeowook yang tengah sibuk menghitung receh.

“maaf”

“apa yang perlu di maafkan,orang sepertiku tak sepantasnya mendapatkan kata itu”

“Lee Donghae”entah bagaimana bisa,tapi nyatanya Donghae mengacuhkan ucapan Ryeowook serta nekat mengenalkan dirinya.

“Kim Ryeowook,berhentilah menatapku dari jauh”

“aku…

“aku tak seberharga itu untuk kau perhatikan”

Beberapa hari setelahnya Donghae tak terlihat lagi di café M&R,memilih berada di dalam mobilnya,masih enggan menjauhkan tatapannya dari sang penawan hati.mesi tak se leluasa seperti berada di dalam café,tapi dari dalam mobil pun Donghae masih dapat melihat semua ekspresi Ryeowook yang mampu membuat hatinya merasa senang bahkan sedih.iris sewarna caramel itu,meski baru sekali Donghae menatapnya dari jarak dekat tapi Donghae sudah bisa melihat adanya luka yang tersirat di balik semua kebahagiaan palsu.

Sore itu saat Donghae tak bisa menyempatkan jam makan siangnya melihat Ryeowook,berbekal tekad Donghae mencoba peruntungan di saat mendung mulai menutupi langit Seoul.di tempat yang sama,Ryeowook berdiri ,wajahnya semakin kuyu dari hari kehari,tak banyak orang yang berjalan di jalanan saat mendung membuat Ryeowook tak bisa mengumpulkan receh,berdampak pula pada kantongnya yang dipastikan tak akan berisi,begitupun perutnya.

“boleh aku mendengar satu lagu”

“kau lagi”

“aku butuh sebuah lagu yang bisa membuatku nyaman,tertarik pada seseorang yang tak seharusnya membuatku sedikit….stress”

“hahahaha…..”Donghae melongo saat ucapannya malah di tertawakan Ryeowook,tapi tak bisa di pungkiri sudut hatinya merasa senang melihat tawa Ryeowook bisa di dengarnya sedekat ini.

“kumohon…”

“baiklah,secangkir coffe akan ku tukar dengan sebuah lagu”

“dua lagu bisa ditukar dengan secangkir coffe dan setangkup sandwich?”tawar Donghae,Ryeowook mengernyit,sebelum tertawa serta mengangguk setuju.

Begitulah hari hari baru mereka di mulai,pertukaran itu terus berlangsung tapi tak terlalu sering.sebisa mungkin Donghae memberi batasan,mencoba membuat Ryeowook nyaman saat bersamanya.

Satu hari yang lain Donghae mengerang kecewa saat tak menemukan Ryeowook berada di tempatnya,sampai ia mengacuhkan saat dimana harusnya ia kembali ke kantor setelah jam makan siangnya berakhir.sesuatu yang aneh menggelayuti hatinya,membuatnya nekat menyusuri jalanan rumah Ryeowook.

Jika di hitung sudah puluhan kali Donghae mengitari jalanan rumah Ryeowook,sampai malam menjelang barulah sosok itu terlihat.berjalan sempoyongan dalam balutan seragam berantakan.

“Ryeowookie…

“…”

“Ryeowookie….”tubuh Ryeowook jatuh di pelukan Donghae,bau alcohol tercium dari nafas Ryeowook.”apa yang terjadi,siapa yang memberimu alcohol”tak ada jawaban,hanya isak tangis Ryeowook yang terdengar,sampai Donghae memapah tubuh Ryeowook memasuki mobilnya.

Di apartmen Donghae,Ryeowook terbaring di atas ranjang sementara Donghae terus mengawasi kiranya apa saja yang telah terjadi pada Ryeowook.menekan keinginan menyiram Ryeowook dengan seember air demi memaksanya memberi jawaban apa yang terjadi padanya.

Rasanya seperti kepalanya dihantam sebuah palu saat pertama kali sadar dan membuka mata,penglihatannya masih kabur tapi masih bisa menyadari disini bukan tempat seharusnya dia berada.memegangi kepalanya yang terasa berputar Ryeowook memaksa bangun,sebuah tangan menghentikan pergerakannya dan kembali memaksa tubuhnya kembali di posisi awal.

“katakan apa yang terjadi sebelum aku menjadi gila”peningnya masih belum berkurang,tapi suara yang sangat ia kenal membuat Ryeowook memaksa duduk.

“Hyung”

“kumohon katakan….”

“ini sama sekali bukan urusanmu”

“kau mebuatku hampir gila,sekarang kau berkata ini bukan urusanku.yah aku memang orang asing bagimu tapi kau….sangat berarti bagiku”Ryeowook tercengang,pusingnya bertambah berkali lipat.

“apa yang Hyung katakan”

“masihkah kau tak menyadari apa artimu bagiku”

“sungguh Tuan Lee,hubungan kita hanya sekedar pengamen jalanan dan Tuan baik hati,apa yang bisa….

“aku mencintaimu”

“kau gila”pekik Ryeowook,mengabaikan sepenuhnya rasa pening yang semakin menghujam,beringsut menjauh dari Donghae.

“yah,aku gila…..aku mengakui aku gila”

“….”

“saranghae”pening yang teramat sangat ditambah pernyataan mengejutkan membuat kesadaran Ryeowook kembali hilang.

Masih terlalu pagi untuk seseorang membuka mata dan memulai kegiatan rutin saat Ryeowook perlahan mengendap,berusaha keluar dari apartmen Donghae.

Takdir berkata lain,Donghae muncul saat Ryeowook baru saja menutup kamar yang semalam ia tempati.

“maaf”teronjak kaget,Ryeowook mengumpat dalam hati mendapati Donghae duduk di mini bar dengan segelas wine dalam genggaman.”aku tak akan menahanmu,kau bebas pergi”

“ku anggap aku tak mendengar apapun semalam,terima kasih atas tumpangannya”

“tidak,tak apa kau menolak ku,tapi yang semalam benar adanya”

“Hyung,kita sama sama laki laki,apa yang kau pikirkkan saat mengatakan ucapanmu semalam.aku bukan banci yang menjajakan diri pada laki laki pecinta sesama jenis di luar sana”

“siapa yang dapat mengontrol kehendak hati,aku bukan Tuhan sang pembuat takdir,aku mengatakan apa yang benar benar aku rasakan.aku pun bukan pecinta sesama jenis,setidaknya sebelum aku bertemu denganmu,dan hanya padamu aku rela memiliki orientasi sexual berbeda.”

“kau tahu,aku hampir menjual tubuhku pada waita tua semalam,haruskah aku menjual tubuhku padamu sekarang”

Plakkk

“Ryeowook yang ku kenal tak akan seputus asa itu menghadapi jalan hidupnya,aku pun tak menginginkan tubuhmu untuk pelampiasan nafsu.aku mencintaimu dari hatiku”

Pipi Ryeowook memar dengan darah di ujung bibir,tamparan Donghae tidak main main,kemarahan Donghae pun bukan rekayasa.setidaknya Ryeowook bersyukur dirinya cepat menyadari kebodohannya sebelum semua terlambat.mengusap kasar darah yang mengalir,Ryeowook berjalan menghampiri Donghae yang berdiri membelakanginya.

“maaf,terima kasih….Hyung”bisik Ryeowook sambil memeluk punggung Donghae.

.
.
.

Waktu berlalu begitu cepat,seragam sekolah Ryeowook berganti dengan seragam khas Office Boy sebuah perusahaan besar setelah ia tamat dari High School.mungkin kata orang menjadi OB tak terlalu susah,nyatanya bisa di bilang pekerjaan ini membuat Ryeowook kepayahan.tapi apa mau dikata,hidup sendiri memaksanya melakukan pekerjaan agar bisa memenuhi isi perut.setidaknya masih lebih baik daripada menjadi pengamen yang tak tentu penghasilannya.

Beberapa bulan jatuh terpuruk dalam alcohol sebagai pelarian,sebelum di selamatkan seseorang yang telah di jodohkan orangtuanya.Donghae mencoba memperbaiki hidupnya,cintanya serapat mungkin ia simpan di sisi hati terdalam,meski kenyataan hatinya tak bisa menerima hati yang lain tapi bagi Donghae lebih baik ia menuruti kehendak orang tuanya daripada jatuh semakin dalam.

Park Sandara memang bukan yang di pilih hatinya,tapi sosok gadis itu mampu membuat Donghae menghargai hidup,di jodohkan dengan sahabat yang telah lama ia kenal tak membuat mereka merasa kikuk,malah hubungan mereka semakin baik dari hari ke hari.

Siapa yang mengira pertemuan tak terduga antar dua insan yang telah lama tak bertemu.dibalik kemudinya Donghae melihat Ryeowook memasuki perusahaan  milik keluarganya saat ia berniat pulang setelah semalaman lembur.tatapannya terus tertuju pada setiap pergerakan Ryeowook,seperti dejavu,Donghae tak sanggup mengalihkan fokusnya.

Entah sejak kapan,yang jelas sekarang langkah Donghae mengekor di belakang Ryeowook.jantungnya kembali berdegup kencang melihat cintanya berada di depan mata.

“Oppa….”tidak,Donghae tidak berbalik untuk menanggapi panggilan yang memang tertuju padanya.tapi seseorang di depan Donghae lah yang berbalik.iris caramel beradu pandang dengan iris sekelam malam.Ryeowook kaget melihat Donghae berdiri di belakangnya,terus menatap kearahnya.”Syukurlah…ku kira Oppa sudah pulang,aku membawakan pakaian ganti untukmu”sadar dirinya berada dalam situasi yang tak tepat,segera Ryeowook mengambil langkah menjauh dari pasangan/seseorang yang telah lama tak di lihatnya

Ryeowook bukan seseorang yang suka berbaur,maka saat semua pegawai menikmati jam makan siangnya dengan bergerombol memenuhi kantin atau kedai di dekat perusahaan,Ryeowook lebih memilih berada di kamar ganti pegawai memakan setangkup sandwich yang dibelinya di pinggir jalan saat berangkat ke tempat kerjanya tadi pagi dengan ditemani sebotol air meneral.perasaan aneh itu jelas ada,ia tak mengerti apa penyebabnya,yang jelas rasa aneh itu bermula saat pertama kali ia bertemu dengan Donghae lagi.

Sudah lebih dari 8 bulan dirinya bekerja di perusahaan tempatnya bekerja sekarang,ini kali pertama mereka bertemu meski berada di lingkup lokasi kerja yang sama.”kenapa harus bertemu”

‘saat kata itu terucap darimu bukan berarti aku tak menyadari rasa yang mulai ada,tabu alasan yang terlalu klise,aku hanya takut menyakitimu’dalam goresan pena ,Ryeowook menulis di balik pintu loker.

.
.
.

“tahun ini perusahaan mencari cukup banyak karyawan baru”

“yeah,anak muda zaman sekarang sangat susah di tebak,mereka pikir mencari pekerjaan semudah mereka keluar dari pekerjaan yang lain”

“memang berapa jumlah pegawai yang keluar tahun ini”

“tak terlalu banyak,2 di bagian personalia dan 3 Office boy.tapi tetap saja membuat perusahaan harus repot repot lagi men training pegawai baru”

Langkah Donghae tertahan di balik pintu ruang HRD,niat awal ingin menambah jumlah karyawan di divisinya malah berubah menyimak percakapan karyawan HRD.entah mengapa percakapan itu menarik baginya.

“memang siapa saja yang keluar dari perusahaan sepanjang tahun ini?”kasak kusuk di dalam ruang HRD langsung berhenti.

“Direktur…maaf  kami tak bermaksud…

“aku hanya ingin bertanya,oh ya….aku memerlukan karyawan magang di divisiku”

“nde,kami akan memindahkan beberapa karyawan magang di divisi anda,dan untuk karyawan yang keluar…Lee Junho,Cha Muwon dari bagian personalia.sementara Office Boy,Shim Nara,Choi Jiwon dan Kim Ryeowook”

“Kim Ryeowook?kapan dia keluar?”jelas terlihat kepanikan dalam suara Donghae,mengabaikan hal itu Donghae terlihat kalap mengetahui Ryeowook keluar dari perusahaan.

“2 minggu lalu, Direktur”

Semua terjadi begitu saja tanpa sadar saat mendapati dirinya menggedor dengan tak berperasaan flat kumuh yang diketahuinya sebagai tempat tinggal Ryeowook.seberapa keras pun ia mencoba tetap saja tak ada yang keluar dari dalam flat.

Keadaan  kembali seperti awal Ryeowook menolaknya,Donghae merasa tak terima karna menurutnya Ryeowook pergi tepat setelah mereka bertemu.terus berpikir semua salahnya,sampai sebuah kasak kusuk tak jelas terdengar olehnya.

‘Ryeowook resmi keluar setelah terakhir kali di temukan pingsan di dalam toilet’

Betapa hati Donghae tak semakin menjerit sakit,sudah cukup menyakitkan mendapat penolakan,kini harus ditambah dengan kabar yang membuat otaknya tak bisa berpikir logis.saat dengan kalap mengobrak abrik isi loker Ryeowook,mengabaikan tatapan bingung karyawan lain.

‘saat kata itu terucap darimu bukan berarti aku tak menyadari rasa yang mulai ada, tabu alasan yang terlalu klise,aku hanya takut menyakitimu’

Satu yang Donghae pikirkan,benarkah Ryeowook mulai mencintainya?

.
.
.

Niat awal Donghae menginjakkan kaki di Rumah Sakit untuk melayat pamannya.tapi yang tertangkap mata,sebuah ranjang dorong dengan Ryeowook terbaring di atasnya,melewatinya, membuat tubuh Donghae terpaku tak mampu bergerak.

“Oppa,tempat paman disana….ayo pergi”

“Ryeowookie….”Dara yang tak paham siapa yang di panggil Donghae hanya bisa menganga tak percaya,harusnya jika memang mau menagis Donghae bisa melakukan di tempat pamannya,bukan di tengah jalan sambil menyebut sebuah  nama yang tak di kenalnya.

“Oppa….-panggilan Dara terasa percuma saat Donghae berlari mengejar Ryeowook.

.
.
.

“tolong ambil punyaku,dia harus hidup….kumohon”Dara melihat semuanya,saat dimana Donghae mengetahui penyakit yang diderita Ryeowook.gagal ginjal.

Manusia memiliki 2 ginjal,tapi saat keduanya tak berfungsi,tak juga mendapat donor yang tepat,apa mau di kata selain menerima takdir.

Ke ngototan Donghae membuahkan hasil,saat Dokter bersedia melakukan test kecocokan,siapa menyangka kemungkinan cocok itu sangat besar meski mereka tak memiliki ikatan darah layaknya keluarga.

Operasi dilakukan dengan Dara yang bersedia menjadi penanggung jawab.tanpa protes dan bertanya Dara sudah bisa membaca perasaan apa yang dimiliki Donghae pada laki laki yang tengah meregang nyawa menunggu takdir.memang terasa menyakitkan saat melihat tunanganmu mencintai orang lain,terlebih yang dicintainya bukan seseorang yang seharusnya,tapi kembali lagi siapa yang dapat mengontrol hati?.

.
.
.

“syukurlah satu diantara kalian membuka mata,Ryeowook ssi”

“n-nuguya?”mengerjapkan mata menyesuaikan sinar yang masuk ke kelopak mata, Ryeowook menatap gadis yang berdiri di sisi ranjangnya.sesaat kemudian ia menyadari gadis itu adalah gadis yang memanggil Donghae,tunangan Donghae.

“Park Sandara,kau bisa memanggilku Dara,semoga  Donghae Oppa juga cepat membuka mata”

“a-apa maksudmu”tadinya Ryeowook ingin berseru,tapi rasa sakit  di bagian bekas operasi menahannya.”apa yang…..-tangannya yang tak di aliri infuse meraba perban yang melilit di sekitar perut.

“Donghae Oppa belum bangun,dia memberikan satu ginjalnya untukmu”

“A-apa

“lihatlah ke sisi kananmu”

“Hyung….apa yang sudah kau lakukan”tangis Ryeowook terdengar memenuhi ruangan,hatinya sakit melihat Donghae berbaring tak sadarkan diri di sisi lain ruangan.mereka berada di ruangan yang sama.

“Hyung….- tak peduli rasa sakit menyerang bekas jahitan yang belum mengering,bahkan sebenarnya Ryeowook ingin beranjak di sisi Donghae,membangunkan laki laki itu dari ketidak sadarannya.

“ssttt….tenanglah,aku tak apa….”

“Oppa,kau bangun….syukurlah,tunggu aku akan memanggilkan Dokter untuk kalian”

“jangan bergerak,aku tau kau kesakitan Ryeowookie”larang Donghae,dia masih menutup mata tapi menyadari Ryeowook yang berusaha mendudukkan tubuhnya.

“Hyung….

“aku disini,jangan menyakiti dirimu sendiri”

“Hyung”

“tulisan di lokermu,apa itu…

“kau membacanya?”

“yeah”

“maaf,aku tak mau merusak hubunganmu dengannya setelah apa yang telah ku lakukan padamu”

“Saranghae”

“N-Nado Saranghae”

.
.
.

Memang benar siapa yang bisa menebak hati seseorang,seiring waktu cinta bisa tumbuh tanpa bisa menolak pada siapa cinta berlabuh.kata tabu sering menjadi momok mengerikan,tapi jika kembali pada jalannya hati,siapa yang bisa mencegah.ditutupi pun percuma,ditahan hanya akan membuat luka.

Ryeowook sadar,sosok Donghae membawa arti tersendiri.siapa dia yang tak banyak di kenal orang,tapi bagi Donghae dialah arah serta tujuan hidupnya.tak bisa di pungkiri,Ryeowook merasakan kasih sayang Donghae pada tindakannya,tanpa berharap cintanya terbalas Donghae terus menyimpan cinta untuknya.jangankan ginjal,jika memang jantungnya bisa membuat Ryeowook bertahan hidup,tak ada kata ragu bagi Donghae.

Kondisi Donghae pulih lebih cepat dari Ryeowook,tubuh fit Donghae memang salah satu penunjang kondisinya sekarang.ia bahkan sudah di ijinkan pulang sejak dua hari lalu.sedang Ryeowook masih harus menerima perawatan sesuai kondisinya.

“harusnya kau berisirahat,Hyung”

“aku merindukanmu”

“jangan katakan itu,Dara Noona…

“dia sahabatku,dia menerima keputusanku”

“Hyung,benar aku mencintaimu,tapi apa yang kau harapakan dari laki laki sepertiku?”

“cintamu”

“omong kosong,kau berkata begitu sekarang sementara aku sangat yakin kau akan menyesalinya”

“jangan berbicara soal keturunan lagi,aku tak mengharapkan hal lain lagi selain bersamamu”

“tidak,tentu saja aku berpikir,hidupmu sudah tak sama lagi seperti dulu setelah kau mengorbankan satu ginjal untukku,haruskah aku membuat hidupmu lebih buruk dari ini”

“persetan dengan keturunan,aku tak akan memaksamu untuk bersamaku,tapi aku juga tak akan kembali pada Dara atau siapapun kecuali kau”

“….”

“aku sakit Ryeowook,aku sakit saat kau menolakku,jangan tambah rasa sakitku saat aku tau kau memiliki rasa yang sama denganku tapi kita tak mampu bersatu”Ryeowook tertegun,Donghae duduk di sisi ranjang dengan menggenggam tangannya.mata sayu Donghae menyiratkan tekad yang sangat kuat seakan dia sanggupp menghadapi apapun asal Ryeowook bisa menerimanya.”menikahlah denganku,jika memang kau juga mencintaku”

Getar hati siapa yang tahu,Ryeowook pun tak menyangka akan merasakannya.Donghae begitu tulus mencintainya,mengabaikan semua ke Tabu an yang mendarah daging dalam masyarakat.cinta begitu terpancar dalam sorot mata yang tak akan berbohong.menunggu hati yang lain siap untuk menyambut cintanya.

“jangan membuatku mengulang kesalahan yang sama Hyung,aku juga mencintamu”

Flashback end

.
.
.

“eunghh….Hyungie…

“kkk….bukannya kau ingin selalu ku sentuh Chagiya,mendesahlah untukku”

Donghae membalik tubuh telentang Ryeowook,baju yang sudah setengah terbuka langsung di lepas begitu saja.punggung Ryeowook menjadi sasaran berikutnya,lidah Donghae menari lembut menelusuri tiap jengkal punggung Ryeowook.yang menerima terus mengerang,semua masalah seakan melebur tak terasa saat tubuh sudah di liputi nafsu.

“Hyungiehh….”tubuh Ryeowook mengejang,puncak kenikmatan telah dicapai meski permainan belum mencapai inti.Donghae selalu tau cara memanjanya,tubuhnya akan tunduk sepenuhnya dibawah sentuhan laki laki yang tak pernah ia sangka akan menjadi pelengkap dalam hidupnya.

“akhh…Hyungie..”puncak kenikmatan sudah di depan mata,meski sakit itu selalu dirasa, tapi selalu ada kebanggan bagi Ryeowook saat Donghae mengerang nikmat dalam lubang hangatnya.pujian Donghae bagai bius yang membuat Ryeowook tak merasakan sakit terlalu lama.

“saranghae…Ryeowookie”seru Donghae saat tubuhnya mengejang dengan penisnya menyemburkan cairan hangat di lubang Ryeowook.

Jalan takdir siapa yang tahu,meski dari kecil tak tampak perbedaan pada orientasi sexual mereka,siapa yang bisa mengira akan seperi ini jadinya.tapi tekad untuk mencapai bahagia selalu menjadi prioritas,kenyamanan pasangan adalah segalanya.begitulah cara mereka menjalani hidup meski kesempurnaan tak selalu menjadi milik mereka.

.

.

End

#HappyDonghaeDay #HappyDonghaeDay #HappyDonghaeDay
#HappyDonghaeDay #HappyDonghaeDay #HappyDonghaeDay
#HappyDonghaeDay #HappyDonghaeDay #HappyDonghaeDay
#HappyDonghaeDay #HappyDonghaeDay #HappyDonghaeDay
#HappyDonghaeDay #HappyDonghaeDay #HappyDonghaeDay
#HappyDonghaeDay #HappyDonghaeDay #HappyDonghaeDay

MiracLe

image

.

.

.

‘Saat kata itu terucap darimu bukan berarti aku tak menyadari rasa yang mulai ada,Tabu alasan yg terlalu klise,aku hanya takut menyakitimu’

Cut

HeartQuake ‘E’

image

HeartQuake

@mie2ryeofishy

Cast :
Kim Ryeowook ( 37th)
Cho Kyuhyun ( 36th)
Lu Han/Kim Luhan ( 18th)
Oh Sehun (18th)
Kim Minseok (18th )
Other

Rated/Genre : T / Hurt/Family/Friendship/Romance

Warn : Yaoi/typo/OOC/Gaje

a/n : special Chapt for my beloved Unni…..Ocunn ini utkmu,sengaja d cepetin…kkk
.
.
.

tiga laki laki saling berhimpitan di belakang pantry sambil menatap bahan mentah yang berhasil mereka temukan di dalam lemari pendingin.Luhan yang berada diantara Kyuhyun dan Henry menatap putus asa kearah Kyuhyun setelah sebelumnya memberi tatapan menghina pada Henry.

“Kuharap Daddy bisa membuat makanan atau kita akan berakhir kelaparan malam ini”yang di tuju menggaruk belakang kepalanya bingung.

“tentu aku bisa,asal kalian bersedia berlibur di Rumah sakit beberapa hari”Luhan langsung menyeret Henry mengikutinya,kesal saat mendengar jawaban Kyuhyun.

“ini salahmu,kalau saja kau tak menolak tawaran makanan Cho Haelmoni kita tak akan kelaparan malam ini”gerutu Henry saat bisa lepas dari Luhan,dan lihat apa yang terjadi setelahnya.Kyuhyun meraih ponsel demi kelangsungan hidup mereka, mencoba mengabaikan adu mulut dua laki laki labil disekitarnya.

Baru saja ibu jari Kyuhyun akan melakukan panggilan,langsung di urungkan saat mendengar bel berdering.sadar dua laki laki kekanakan masih sibuk dengan adu mulut mereka Kyuhyun berinisiatif membuka pintu.

“Annyeong Haseyo….

Kyuhyun menatap penuh selidik laki laki muda dengan tinggi badan di bawah rata rata yang ditangannya membawa tas jinjing beraroma menggoda.”Annyeong….kau siapa?”

“benar ini Rumah Kim Luhan?”Kyuhyun mengernyit tak suka.

“jika yang kau masuk Cho Luhan,ya dia tinggal disini”

“Minseok Hyung….”Minseok yang berdiri di depan Kyuhyun menghentikan ucapannya di udara saat melihat Luhan berjalan tepat dibelakang Kyuhyun.tak mau mengganggu Kyuhyun segera menggeser tubuhnya memberi ruang untuk Minseok mendekati Luhan.

“Daddy dia temanku”Luhan berseru saat Kyuhyun beranjak meninggalkan mereka.hanya lambaian yang Kyuhyun berikan tanpa berbalik.

“Lu….apa Daddymu marah?aku tadi salah menyebutkan margamu”bisik Minseok,tatapannya masih tertuju kearah perginya Kyuhyun.dengan dirinya yang mengikuti Luhan masuk lebih dalam.

“itu salahku hyung,maaf aku belum memberitahu soal Margaku…dan terima kasih”Minseok hanya tersenyum kikuk saat Luhan menerima tas jinjing yang disodorkannya.

Senyum luhan mengembang melihat isi dari tas jinjing yang di bawa Minseok,melangkah riang mendekati pantry dengan diikuti Minseok.”Daddy,Hyung….kita tak jadi kelaparan”seru Luhan kegirangan.

.
.
.
.

“Lu…bagaimana dengan debutmu,kurasa SM masih akan menerima jika kau mencoba sekali lagi”Minseok bertanya dari tempatnya berada,duduk di ranjang Luhan sementara Luhan sibuk dengan koleksi CD nya.

Luhan segera menghampiri Minseok setelah mendapat apa yang dia cari,CD dengan cover wajah Minseok.”Hyung tanda tangan disini…cengiran lebar Luhan berikan ,menghindari tatapan aneh Minseok.”oh ayolah….aku Fans mu….bolehkan aku mendapat tanda tangan sekarang?”

Setelah membubuhkan tanda tangan Minseok menyodorkan CD Luhan disertai tatapan malas.”jawab pertanyaanku Lu…”Luhan menggaruk keningnya,matanya memicing menimbang apa yang harus dikatakan pada Minseok.

“untuk sekarang aku lebih memilih konsentrasi pada Mommy dan Kuliah Hyung,maaf aku tak bisa….

“ok,itu alasan yang masuk akal”jawaban Minseok memotong perkataan Luhan,mengangkat bahu acuh Luhan ikut duduk disebelah Minseok.

“bagaimana Umma mu Lu?”pertanyaan sensitiv di lemparkan Minseok yang langsung berefek diamnya Luhan.sebenarnya Minseok enggan bertanya tentang keluarga luhan,tapi rasa ingin tahu sudah teramat besar.

“masih sama Hyung….Mommy tak pernah ada lagi disetiap aku membutuhkannya”lirih Luhan,mengakat dua kakinya,menangkup lutut dengan kedua lengan.

“kau mencintainya?”Luhan mengangguk.”dia selalu ada untukmu Lu,saat kau yakin dia berada di sekitarmu dia akan ada disitu”

“aku ragu Mommy mau memaafkanku”

“ne?”

“aku melanggar banyak dari apa yang Mommy larang,ini seperti aku menghianatinya tapi….aku sama sekali tak bermaksud begitu.Mommy masih sangat mencintai Daddy,begitupun sebaliknya.salahkan aku mencoba membuat keduanya bersatu?”Luhan berkata dengan menggoyang tubuh tak tenang.

“kau tidak menghianatinya Lu,mungkin dengan semua keputusan yang kau buat sekarang…akan berakhir lebih baik kedepannya”

“yeah,kuharap begitu”

“Lu…”Luhan menghentikan gerakannya,menatap Minseok yang juga menatapnya.tatapan Luhan tertuju ke mata Minseok yang memancarkan harapan tak tertulis,beralih pada hidung mancung dan berakhir pada bibir Minseok.dalam diam Luhan mendekatkan wajahnya mendekati Minseok,memagut bibir yang sejak tadi ia tatap tanpa mendapat penolakan.

Sadar Minseok menerima apa yang ia lakukan,Luhan menjulurkan lidahnya menyapa rongga dalam mulut Minseok.ini terasa nyata bagi Luhan saat ia sadar sepenuhnya akan ciuman yang ia mulai.

“saranghae Hyung…

Di luar kamar dengan wajah menggerutu Henry mendudukkan diri di sofa ruang tengah.Kyuhyun pergi ke Rumah Sakit setelah makan malam,sedang Luhan memilih mengajak Minseok ke dalam kamarnya.

“sialnya aku…..Mommy….

.
.
.
.

Tubuh tegap itu bergetar di depan ruang perawatan.Kyuhyun hampir tak bisa menguasai dirinya saat melihat beberapa Dokter berlarian keluar masuk Ruang rawat Ryeowook.lorong sepi membuat  jantung Kyuhyun berdetak dua kali lebih cepat,pikirannya kacau membayangkan hal hal buruk terjadi pada Ryeowook.

“Tuan Cho,Dokter Park meminta anda masuk,pasien membuka mata”

Hampir saja Kyuhyun menubruk perawat yang memberitahunya kalau si perawat tak segera menghindar saat Kyuhyun menerjang masuk kedalam ruang rawat Ryeowook.berhenti satu meter sebelum mencapai ranjang Ryeowook,dari tempatnya Kyuhyun dapat melihat dengan jelas tatapan kosong dari mata yang menjadi favoritnya.

“Ryeowook’ah…

“Kyuhyun ssi,bukan maksud kami memberikan kabar buruk tapi kondisi Ryeowook ssi saat ini masih sama seperti sebelumnya,matanya memang terbuka tapi otaknya belum sepenuhnya merespon ingatannya”

“Ryeowook’ah…-Kyuhyun maju mendekat,tangisnya pecah melihat iris caramel Ryeowook menatap kehampaan,wajahnya menunduk mencium lembut kening dan hidung Ryeowook- Luhan,kau merindukannya?”Kyuhyun bermaksud berbalik pergi untuk menghubungi Luhan saat menyadari kelingkingnya berada dalam genggaman lemah Ryeowook.

Dokter yang menangani Ryeowook kaget melihat respon pasiennya,baru saja Ryeowook melewati masa kritis yang hampir meerenggut nyawanya dan sekarang suatu keajaiban Ryeowook bisa merasakan kehadiran seseorang.

“tetaplah bersamanya Kyuhyun ssi….sebuah keajaiban sedang terjadi,semoga semua berakhir membaik bagi semuanya”

Lagi Kyuhyun mencium wajah Ryeowook setelah dokter meninggalkan nya hanya berdua.tak bisa di pungkiri kegembiraan Kyuhyun yang melebihi batas,jika memang  Ryeowook merespon kehadirannya,Kyuhyun rela jika harus selamanya menemani Ryeowook.

.
.
.

“Mom…ini sudah terlalu lama,apa kau marah karna aku melanggar laranganmu?maaf….aku hanya tak ingin kau menderita dengan semua sakit hatimu.aku tahu Mommy masih sangat mencintai Daddy,maafkan aku Mom…berikan respon padaku jika benar kau memaafkanku”Luhan berkata sambil menumpukan kepala di lengan Ryeowook yang tak di aliri infuse.sejak mendengar kabar kondisi Ryeowook,Luhan sama sekali tak mau beranjak sedikitpun dari sisi Ryeowook.membuat Kyuhyun harus ekstra bersabar menghadapi Luhan.

“Mom….aku salah,maaf”Luhan mengangkat wajah menatap penuh penyesalan pada Ryeowook yang masih diam.”Mom….

“jangan memaksanya Lu,sudah semalaman kau tak tidur…baringkan tubuhmu”Kyuhyun akhirnya bertindak saat Luhan tak juga mau bergerak seinci pun dari sisi Ryeowook.menarik tubuh Luhan dan memaksanya berbaring di sofa.”tidurlah….”

.
.
.
.

Nyonya Cho datang saat Kyuhyun tengah menyeka tubuh Ryeowook,setelah meletakkan makanan serta buah di atas nakas Nyonya Cho berjalan mendekati Kyuhyun,mengusap lembut punggung Kyuhyun.

“Umma selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian,semua akan indah pada waktunya Kyu”

“hm…”

“Appa mu masih berkeras hati dengan tes itu,sejujurnya Umma sangat menentang tapi….jika salah satu di antara kita tak mengalah keluarga kita akan terpecah selamanya”Kyuhyun memusatkan perhatian pada Nyonya Cho setelah selesai menyeka kaki Ryeowook,menarik selimut Ryeowook sebatas dada serta mendaratkan kecupan di keningnya.

“maaf Umma,aku pun tak ingin kita terpecah apapun alasannya,tapi dengan kondisi Ryeowook seperti ini ditambah dengan Luhan yang sangat sensitive jika menyangkut masalah tes itu aku sama sekali tak bisa mengambil keputusan selain mendahulukan perasaan Luhan.”Nyonya Cho mengangguk paham,memilih mengambil sisi lain Ryeowook dan mengusap lembut rambutnya.”18 tahun aku tak bisa memberikan kasih sayangku pada Luhan,sekarang yang ada di pikiranku hanya bagaimana membuat Luhan dan Ryeowook nyaman serta bahagia di sisiku Umma”

“Umma mengerti Kyu,maaf Umma sama sekali tak berniat membuat semuanya semakin rumit”

“tidak,ini tidak rumit Umma,hanya saja membutuhkan waktu lama untuk membuat dua pihak mengerti satu sama lain.dan aku berada di sisi yang sama sekali tak ingin membuat Luhan bersedih dan merasa sendiri lagi”

Tak bisa menahan tangis Nyonya Cho memeluk tubuh Ryeowook lembut,mengusap pipi Ryeowook.”sayang bangunlah,Umma mohon….harapan Umma sekarang hanya padamu”

Kyuhyun berlalu pergi dengan membawa serta baskom yang dipakai untuk menyeka tubuh Ryeowook,membiarkan sang Umma mengajak Ryeowook bercengkrama selalu menjadi pilihan Kyuhyun,berharap Ryeowook merespon paling tidak satu di antara mereka.

Entah apa penyebab menurunnya keadaan Ryeowook,yang jelas Nyonya Cho berteriak kaget saat mendapati tubuh Ryeowook mengigil serta berteriak kesakitan dengan suara pilunya.semua menjadi kacau saat tangis tanpa suara Ryeowook pecah tanpa diketahui penyebabnya.

Tapi lebih dari itu wajah para Dokter di penuhi senyum cerah saat selesai memeriksa Ryeowook.Kyuhyun di ijinkan masuk,dan saat melangkahkan kaki ke dalam kamar rawat Ryeowook barulah Kyuhyun menyadari posisi Ryeowook yang terduduk dengan bertopang pada ranjang.Kyuhyun berlari melihat kemajuan Ryeowook,menghambur kepelukan Ryeowook.

Sadar sebuah gerakan lemah terasa di punggungnya,Kyuhyun semakin  mengeratkan dekapannya.Ryeowook merespon dan itu bagai sebuah keajaiban terindah bagi Kyuhyun.tak henti kata maaf dan penyesalan Kyuhyun lontarkan.tak berharap Ryeowook membalas karna gerakan lemah di punggung Kyuhyun sudah lebih dari cukup untuk membalas semua penantian Kyuhyun.

“saranghae….saranghae…

              Tbc