About Love ‘Teaser’

image

image

.

.

.

a/n : anggap nie crta lain dr ff please don’t,dg tema yg hmpir mrip mski alurx jauh berbeda/ngomong ap saya.

Apdet taon depan. 2shoot yg sbnerx udah kelar,cm y gt nnggu mood ok bru q bza mtusin bkal lngsung post keduax atau 1.1

.

.

.

Bagaimana rasax jika hidupmu dijadikan pelampiasan?

Di klaim sampai kau tak memiliki peluang melepaskan diri.

Dia bahkan tak memiliki rasa padamu selain persahabatan.

bisakah kau tetap bertahan disisinya?

?

?

K.R.Y

@mie2ryeofishy

a/n : sekali lagi ini imajinasi iseng q yg tak dapat q tahan.siaL….ini gara gara seseoarang yg mengganggu tidurku jdilah q malah ngetik ff gaje model gini.sbnerx ini isix sma seperti JK special kmaren, FF Oneshoot full ensi.anggep aj ini teaser,utk fullnya q post ntar malem ato gak besok/malesedit.berPW…jd buat yg msih mw baca kalian tinggalkan jejak disini ^^

.
.
.

“ kau datang Hyung “ Jongwoon yang baru saja membuka pintu Dorm terlonjak kaget mendengar sapaan tak jauh dari tempatnya berada, mengelus dada menetralisir rasa kagetnya Jongwoon berjalan mendekat seraya menggeplak ringan kepala Kyuhyun yang tengah bermain psp. “ck,aku berbaik hati menyapa”dengus Kyuhyun tanpa mengalihkan perhatian dari psp.

“tak ada yang lain, kau sendiri ?” tanya Jongwoon mengacuhkan gerutuan Kyuhyun.

“Ryeowookie di dalam kamar, sisanya kau taulah mereka menikmati liburan diatas jadwalku yang padat “

Mengambil posisi di sebelah Kyuhyun, Jongwoon tampak berpikir dengan tangan yang menempel pada dagunya. “ kau free?” tanya Kyuhyun .

“hm, membosankan , aku kemari untuk menghilangkan bosanku tapi kenapa hanya ada kau dan…..apa yang dilakukan Ryeowookie?” masih dalam pose berpikirnya Jongwoon bertanya sambil melirik kamar Ryeowook yang tertutup rapat.

“tidur, mungkin….. kau tau dia kan?” Kyuhyun nyaris di buat kesal, seenaknya saja Jongwoon bertanya tapi begitu ia menjawab selalu di acuhkan.lihat saja Jongwoon sekarang berjalan meninggalkannya, mendekati kamar Ryeowook untuk menempelkan telinganya di pintu kamar. Kyuhyun tercengang namun tak urung mempause gamenya serta mengikuti apa yang dilakukan Jongwoon.

Kriettt

Tak adanya suara yang terdengar dari dalam membuat Jongwoon iseng membuka kamar Ryeowook pelan, menelisik isinya mencari keberadaan Ryeowook yang tak terlihat dimanapun sampai matanya menangkap pintu kamar mandi yang tertutup setengah. Kyuhyun yang tadi masih mengikuti Jongwoon dibelakang berinisiatif mendekati kamar mandi , menjulurkaan kepalanya mengintip apa yang dilakukan Ryeowook.

“apa?” Jongwoon bertanya tanpa suara saat Kyuhyun menarik kepalanya serta menampakkan wajahnya yang memerah sampai ke telinga. Dengan isyarat tangan yang menunjuk arah pandangnya tadi Kyuhyun mengisyaratkan Jongwoon melihat apa yang barusan ia lihat.

Berbeda dengan Kyuhyun yang masih bisa menahan suara untuk tak menginterupsi kegiatan yang dilakukan Ryeowook di dalam kamar mandi, Jongwoon yang wajahnya sudah sama merahnya dengan Kyuhyun ,dengan polosnya bertanya pada objek yang tengah dia intip. “butuh bantuan?”

“KYAAAAAAAAAA….”

Tbc?

Love Is You Chap 2

wpid-cymera_20141015_145046.jpg

 

Love is you

 

KyuWook

 

@mie2ryeofishy

 

Cast              : Kim Ryeowook , Cho Kyuhyun , Cho Ahra n other

Rated          : T

Genre          : Romance

Warn           : Yaoi,Gaje,OOC

a/n              : guys ini ff perpisahan utk taon ini/lambai lambai.sampe jumpa taon depan…kalo sempet…kkkk

 

.

.

 

“boleh aku menciummu?”

 

5 detik berlalu,Ryeowook terus menatap Ahra yang sibuk dengan pemikiran mereka berdua tengah berciuman di dalam kamar dengan suasana yang romantic.

 

“kkk….aku bercanda Noona,lupakan”angan angan Ahra langsung terhempas ke dasar,mulutnya menganga lebar tak sanggup menerima keputusan sepihak Ryeowook serta merutuki kelambatannya merespon.”jadi sebaiknya kita cek ulang data pasien dan memulai lagi dari awal,bagaimana menurutmu?”

 

 

“hm….lakukan saja”Ahra berujar lemas.

 

“baiklah,hari ini sampai disini dulu,aku akan membereskan ini dan kita mulai lagi besok”rasanya semua tenaga Ahra menghilang setelah melepas kesempatan untuk bisa mendapat ciuman dari Namja pujaannya.Jadilah Ahra bergelung di tumpukan selimut setelah Ryeowook pergi,menyesali kelambatan responnya.

 

.

.

.

 

Di lantai bawah,Ryeowook tertegun melihat Kyuhyun dengan pose anak hilangnya.’kakak beradik yang aneh’pikir Ryeowook.niat Ryeowook berjalan mengacuhkan Kyuhyun,tapi tepat saat Ryeowook melintas di depan Kyuhyun,si pemilik pose anak hilang itu langsung menghadangnya.

 

“Hyung,kau mau pulang,kau tidak di apa apakan Noona kan?”Ryeowook cengo ditempat.”bicaralah,aish….-dengan kasar Kyuhyun membolak balik tubuh Ryeowook mencari jejak/luka yang mungkin di torehkan Ahra.

 

 

Plakkk-tas jinjing yang dibawa Ryeowook mendarat mulus di kepala Kyuhyun.

 

“Hyung,aku khawatir padamu.Noona itu bisa sangat agresif asal kau tau”protes Kyuhyun sambil mengelus kepalanya.

 

“eoh,melihatmu yang juga agresif bisa dibilang kalian berdua sama”cibir Ryeowook,menyentak tangan Kyuhyun kemudian melanjutkan langkahnya.

 

Tak mau kehilangan jejak,Kyuhyun segera menyusul Ryeowook setelah menggapai kunci mobil sang Umma.

 

“hey,tunggu….aku antar ya?”bujuk Kyuhyun di buat semanis mungkin,Ryeowook mendecih kesal.dengan penampilan awut awutan Kyuhyun menawarkan tumpangan padanya.

 

 

“hey bocah,pertama….jaga jarakmu dariku-Kyuhyun mendelik- kedua,lihatlah penampilanmu…aku bisa dikira penculik remaja labil jika bersamamu”sindir Ryeowook.sekali lagi Ryeowook akan melangkah meninggalkan Kyuhyun tapi langsung bisa dicegah.

 

“Hyung…ayolah-melas Kyuhyun-aku akan berganti pakaian jika kau mau kuantar”mati matian Ryeowook menahan tawa,tapi tak urung mengangguk melihat Kyuhyun dengan mimic paling memelasnya.

 

 

Hanya butuh 3 menit,Kyuhyun sudah berdiri di depan Ryeowook dengan kemeja putih rapi yang dimasukkan dengan tak sempurna ke dalam celana kain hitam yang dipakainya.jangan lewatkan sepatu resmi yang dikenakan Kyuhyun.melihat itu Ryeowook yang mati matian berusaha menahan tawa jadi tak sanggup,dan dengan tak elit tertawa terbahak sampai memegang perutnya yang kram.

 

 

Kyuhyun merengut sebal sambil memeriksa apa yang salah dengan penampilannya,Ryeowook masih betah tertawa.”apa lagi sih”dumel Kyuhyun.

 

“k-kau-Ryeowook mengusap matanya yang berair-kau mau ke rapat Dewan atau ke Geraja?”malu,Kyuhyun menggaruk rambutnya sambil meringis menunggu Ryeowook menghentikan tawa.

 

Dengan mengipas ngipas wajahnya menggunakan telapak tangan Ryeowook berhasil meredakan tawanya,kasihan juga melihat Kyuhyun risih dengan penampilannya.”ayo”dengan salah tingkah Kyuhyun mengekor Ryeowook masuk mobil.

 

 

Di dalam mobil,Kyuhyun menyetir dengan penuh konsentrasi.ayolah jantungnya tak bisa di ajak kompromi,semakin lama semakin berdetak sesuka hati.sedang dia sudah tak percaaya diri dengan penampilannya.apalagi Ryeowook masih sesekali tertawa saat menatap kearahnya,rasanya Kyuhyun ingin menceburkan diri ke dalam jurang bersama Ryeowook pastinya jika tak ingat Ryeowook belum tentu mau mengikuti ajakannya.

 

 

“bocah”

 

Kyuhyun ber’hm ria tanpa menoleh,”aku lapar,turunkan aku di kedai ramen saja”Kyuhyun mengangguk.

 

“kau ikut?”tanya Ryeowook saat ia keluar dari mobil dan Kyuhyun mengikutinya.

 

“kau malu?”tanya Kyuhyun ragu.

 

“hahaha….lupakan,ayo masuk?”

 

Memutar mutar sumpitnya canggung,Kyuhyun terus menatap Ryeowook yang menggiurkan saat menyeruput ramennya.ramen di depannya sudah mendingin,tapi itu tak mempengaruhinya ,wajah menggoda Ryeowook di depannya sangat sayang untuk di lewatkan begitu saja.

 

“kau tak mau?”

 

“hm”

 

“kalau kau tak mau aku masih sanggup memakannya”

 

“jadilah Namjaku”

 

“APA?”seru Ryeowook heboh,Kyuhyun tergagap,pernyataannya tadi meluncur begitu saja tanpa bisa ia cegah.ditarik pun percuma,karna ia memang menginginkannya.”KAU GILA”Ryeowook langsung meningalkan Kyuhyun setelah meninggalkan beberapa lembar uang di atas meja.

 

 

Panic Kyuhyun segera mengikuti Ryeowook,menahan tangan Ryeowook yang berniat menghentikan taxi.”dengarkan penjelasanku dulu Hyung”pinta Kyuhyun.

 

Mata Ryeowook memicing tak terima,ia memang tak pernah memiliki kekasih selama ini,tapi ia juga tak terlalu gila untuk menerima seorang Namja sebagai pasangannya.”Kau…

 

“1 bulan-Ryeowook berdecih-beri aku 1 bulan untuk bisa membuatmu menerimaku”

 

“dimana otakmu Cho Kyuhyun!”

 

“tak perlu otak untuk menyadari cinta,apa itu pun kau tak tau”

 

“kau sudah benar benar tak waras Cho Kyuhyun”seru Ryeowook,mendorong Kyuhyun dan segera menghentikan taxi yang lewat didepannya.

 

“1 bulan,aku akan mencobanya,kita lihat…..apa kau benar benar tak akan tertarik padaku”inner Kyuhyun disertai seringaiannya.

 

.

.

.

 

Berulang kali Ahra mengedipkan mata , pandangannya jatuh pada Kyuhyun yang dengan santainya berdiri di lorong kosong dekat Ruang yang di khusus kan untuk Dokter magang. Masih lengkap dengan seragam serta psp di kedua tangan Kyuhyun mengacuhkan keberadaan Ahra.

 

“Noona…-panggilan dari dalam Ruang Khusus Dokter magang membuyarkan kegiatan yang beberapa detik lalu di lakukan sepasang saudara tak akur itu, Ryeowook si pemanggil mencibir melihat Kyuhyun bersama Ahra.- ku rasa kau sibuk, aku pergi dulu” belum sempat Ahra menjawab Ryeowook sudah ngeloyor pergi diikuti Kyuhyun berlari mengekor di belakangnya.

 

“Hai Hyung…mau ku antar?”

 

“….”

 

“dimana rumahmu?”

 

“…”

 

“Hyung…

 

“dengar Bocah…hentikan semua ide gilamu itu atau…

 

“atau apa?”

 

“Ryeowook’ah,nanti malam jadi kan?”mulut Ryeowook yang hendak menyahuti Kyuhyun terhenti,menoleh kebelakang dimana Ahra mengekor mereka sebelum mengangguk ragu.

 

“apa yang akan kalian lakukan nanti malam?”
“bukan urusanmu setan kecil”

 

“tentu itu urusanku,dia it…

 

“diam Kyu –tatapan Ryeowook menghujam Kyuhyun – Noona,aku akan menjemputmu nanti malam”Ahra mengangguk semangat,membiarkan Ryeowook melesat pergi diiringi lambaian tangannya,sama sekali tak menyadari dahi Kyuhyun yang berkerut jengkel.

 

.

.

.

 

“Ayolah Umma….bantu aku”

 

“….”

 

“aku tak tau mereka akan kemana,bagaimana kalau nanti Noona memper…

 

 

Plakk

 

“diam Kyu,harusnya kau menghawatirkan Noonamu bukan Ryeowook,kau masih ingat kalau Noonamu itu Yeoja kan?”Kyuhyun mengelus kepalanya,melemparkan deathglare pada Nyonya Cho.

 

 

Sudah satu jam berlalu sejak Kyuhyun berusaha mengorek kemana rencana Ahra dan Ryeowook akan pergi tapi tak ditanggapi sama sekali oleh Ahra.dan sekarang,di dapur mengekor Nyonya Cho yang tengah menyiapkan makan malam,Kyuhyun terus merecoki Nyonya Cho agar mau membantunya mencari informasi.

 

 

“Noona itu bisa jadi monster kalau dalam keadaan terjepit Umma,aku tak perlu menghawatirkannya,justru Ryeowook ku lah yang akan dalam bahaya kalau mereka pergi berdua”

 

“Kyu,Umma lihat kau sudah beberapa hari tak berpacaran dengan pspmu,pergi mainlah,jangan terus memikirkan Ryeowook”

 

“kalian bersekongkol kan,aku tau Umma pasti menjadi pendukung Noona,Umma kejam padaku”dengan mendramatisir keadaan Kyuhyun mulai mengulang pose anak hilangnya,niatnya sih mau ngambek,tapi malah terkesan seperti remaja labil yang tersesat.

 

Tak mau meladeni Kyuhyun,Nyonya Cho tersenyum sumringah melihat Ahra menapaki tangga kearahnya dengaan balutan mini dress polos yang terkesan anggun,rambut terurai dengan jepitan kecil yang menahan poninya,heels dengan warna senada minidress juga tas jinjing kecil,perfect.

 

 

Ahra Berputar memamerkan penampilannya dihadapan Nyonya cho,”bagaimana umma?aku tak telihat seperti ahjuma ahjuma kan?”Kyuhyun berdecih sinis,namun diacuhkan oleh semua.

 

“perfect,kalian mau kemana?”tanya Nyonya Cho yang langsung membuat Kyuhyun on dengan pendengarannya,tak ingin terlewat satu katapun yang akan keluar dari mulut Ahra.

 

“ada tugas yang harus kita selesaikan malam ini,tapi setelahnya mungkin aku akan mengajak Ryeowookie kencan”Nyonya Cho meringis,melirik Kyuhyun yang menegang ditempatnya.

 

Tanpa babibu atau berkomentar mengenai penampilan Ahra,Kyuhyun berjalan cepat menuju kamarnya.hatinya dongkol tak terkira membayangkan Ahra dan Ryeowook akan menghabiskan waktu bersama.rambutnya sudah acak acakan tak karuan karna remasan yang ia lakukan sendiri,penampilannya pun tak lebih baik.

 

 

Mondar mandir tak jelas di dalam kamar,ini sudah lewat satu jam sejak ia masuk kedalam kamar,pikirannya tak tenang,psp pun sama sekali tak lagi terlihat menarik dimatanya,mulutnya terus meracau tak jelas mengulang kata ‘tidak’dan ‘mungkin’.jika terus begini Kyuhyun rasa ia akan gila kalau hanya diam sambil mengandai andai apa yang mereka lakukan.

 

 

Nyonya Cho hanya bisa mengelus dada melihat Kyuhyun melesat keluar dengan penampilan tak karuannya.tadinya ia bertanya pada Ahra karna ingin membantu Kyuhyun,tapi siapa sangka jawaban Ahra sangat di luar dugaan.

 

 

Kyuhyun sudah mengecek setiap café yang sering di kunjungi Ahra,dan di café ke 9 ia menemukan mereka.mereka tak hanya berdua,ada 2 yeoja dan 1 namja lain bersama mereka.Kyuhyun lega,kepalanya terkulai lemas di atas kemudi.enggan beranjak Kyuhyun terus mengawasi Ryeowook dari dalam mobil.beruntung mereka duduk di bagian depan café,dibantu kaca transparan Kyuhyun dapat melihat semua yang mereka lakukan.

 

 

Lama Kyuhyun mengawasi gerak gerik mereka,sampai Ahra membisikkan sesuatu pada Ryeowook yang akhirnya membuat mereka beranjak bersama masuk kebagian dalam café.tergesa Kyuhyun turun ,bukan memasuki cafe tapi malah memutari café mencoba menemukan jalan lain.

 

 

Café yang didatangi Ryeowook cukup luas tempatnya,Kyuhyun masih terus berjalan mencari jalan lain sampai matanya menemukan taman kecil tepat di belakang café.sungguh ia baru tau tempat ini meski Ahra sering mengajaknya kemari dulu.mengendap serta bersembunyi di pohon yang bisa menutupi tubuhnya,Kyuhyun akhirnya menemukan mereka.Ryeowook terus mengikuti Ahra sampai akhirnya berhenti di sebuah kursi taman yang cukup untuk 2 orang.

 

 

“ada apa Noona?”Ryeowook buka suara saat Ahra hanya diam dengan kepala tertunduk dalam.

 

“Ryeowook’ah…hm…emm…sa..

 

“ARGHHHHHH”Kyuhyun menjerit kesakitan,namun detik berikutnya menutup paksa mulutnya,namun semuanya sudah terlambat,Ryeowook sudah berdiri di depannya bersama Ahra.

 

“Kyu…

 

“kkk…Hai Noona..Ryeo

 

“kau,haishh,kakimu berdarah bodoh”omel Ryeowook saat melihat kaki kanan Kyuhyun tertempel ranjau serta mengeluarkan darah,segera Ryeowook menarik tangan Kyuhyun ke kursi mereka tadi.yang ditarik hanya tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya.

 

 

Saking konsentrasinya berusaha mendengar apa yang akan dikatakan Ahra,dengan bodohnya Kyuhyun menginjak ranjau yang memang sengaja di letakkan mengelilingi pohon agar tak sembarang orang menginjak injak rumput yang tumbuh disekelilingnya.

 

 

“Wook’ah…yang lain memanggil,eothokke?”Ahra bingung antara melihat luka Kyuhyun yang mengeluarkan darah tak sedikit juga teman teman se tim mereka yang telah menunggu di dalam café.

 

“pergilah Noona,katakan aku akan mnyelesaikan besok,aku urus dia”Kyuhyun bersorak juga tersenyum menang dalam hati.namun untuk menutupi kesenangannya ia memasang wajah kesakitan yang sempurna.sungguh ia tak menyesal meski telapak kakinya akan berlubang nanti.

 

“dasar bodoh,apa yang kau lakukan disana,apa kau tak melihat peringatan ranjau itu,kakimu harus segera dibersihkan jika tak mau terinfeksi dan berakhir dengan di amputasi”Kyuhyun hanya manggut manggut seolah mengerti apa yang menjadi bahan omelan Ryeowook.

 

 

Dengan terseok Ryeowook membantu Kyuhyun berjalan sampai parkiran.Kyuhyun terluka cukup dalam jadi tak mungkin memberikan pertolongan darurat kecuali langsung membawanya ke Rumah Sakit.

 

Di dalam salah satu ruang rawat,Kyuhyun berulang kali tersenyum tak jelas.melihat betapa telatennya Ryeowook mengobati lukanya,jarum yang menjahit lukanya seolah bukan momok menakutkan baginya,wajah serius Ryeowook terlalu sayang untuk di lewatkan.jangan lewatkan omelan Ryeowook yang bagi Kyuhyun terdengar seperti lullaby saat kantuk sudah mulai tak tertahan.

 

 

Ryeowook selesai menghubungi Ahra,berkata Kyuhyun baik baik saja .berakhirlah ia sekarang menunggu Kyuhyun yang terlelap dibawah pengaruh obat bius.dalam diam Ryeowook menelisik penampilan mengerikan Kyuhyun,tapi selang beberapa menit senyum merekah saat wajah damai Kyuhyun terlihat begitu indah dimatanya.

 

Perlahan Ryeowook mendekati Kyuhyun,tubuhnya ia condongkan sampai membungkuk mensejajarkan wajah mereka,bibir tebal Kyuhyun menjadi daya tarik tersendiri,entah bagaimana Ryeowook tergoda untuk merasakannya,lagi.

 

Cup

 

Hanya menyatukan dua bibir,Ryeowook menatap wajah Kyuhyun tanpa menjauhkan bibirnya,perlahan dengan lidahnya Ryeowook mencoba menelusupkan lidahnya ke dalam mulut Kyuhyun yang anehnya merespon dengan memberikan ruang bagi Ryeowook mengeksplore isi di dalam mulutnya.

 

 

“apa kau mencintaiku”tanya Kyuhyun setelah Ryeowook menarik wajahnya,Ryeowook sempat kaget mendengar Kyuhyun bicara,namun melihat matanya yang masih terpejam Ryeowook menghela nafas lega.

 

“tidak”

 

“kenapa kau menciumku?”

 

“hanya ingin”

 

“aku juga menginginkannya”Ryeowook tersenyum,Kyuhyun berada dalam pengaruh obat bius jadi ia yakin Kyuhyun tak sadar sepenuhnya akan tindakannya,terlebih Ryeowook juga yakin ini murni dari hati Kyuhyun,barulah ia tahu perasaan Kyuhyun memang benar adanya.

 

 

Tersenyum riang,Ryeowook kembali mendekatkan wajah mereka,melakukan lagi ciuman basah yang sama sama mereka inginkan.”perasaan apa yang sebenarnya ku punya untukmu?”bisik Ryeowook disela pagutan lembutnya.

 

.

.

.

 

Jam sudah menunjukkan tengah malam saat Kyuhyun terbangun dari tidurnya,sadar atau tidak saat pertama membuka mata senyum ceria langsung merekah menghiasi wajahnya.dalam mimpinya ia seperti merasakan sesuatu,sesuatu yang sangat ia inginkan kebenarannya.

 

 

“sudah lebih baik?”dari balik pintu kamar mandi Ryeowook muncul.duduk di pinggir ranjang sambil memeriksa perban Kyuhyun.”hentikan senyuman mengerikanmu itu,ayo pulang”mengangguk patuh Kyuhyun menggeser kakinya turun dari ranjang,tapi saat akan mengikuti Ryeowook yang sudah berjalan ,Kyuhyun meringis,kakinya baru terasa sakit.

 

“Hyung…

 

“apa,sakit?”Kyuhyun menggeleng ragu,detik berikutnya dengan langkah pelan Kyuhyun mencoba mengikuti Ryeowook.

 

 

Sebenarnya Ryeowook tau Kyuhyun kesakitan,tapi sudut hatinya ingin sekali membiarkan sampai sejauh mana Kyuhyun bertahan dengan sikap sok kuatnya.

 

Tak sampai hati melihat Kyuhyun yang makin kepayahan berjalan mengikutinya,Ryeowook mendekat dan meletakkan sebelah tangan Kyuhyun di bahunya.”hentikan sikap sok kuatmu”

 

“aku hanya ingin berusaha”

 

“maksudmu?”

 

“aku tak mau terlihat lemah,terlebih dihadapanmu”

 

“apa dengan begitu kau pikir aku akan menyukaimu?”

 

“tidak”

 

“lalu”

 

“aku sudah merasa terhina saat kau mencecarku tempo hari,haruskah aku menghinakan diriku lebih lagi dengan menyerukan sakitku di hadapanmu?”

 

“apa aku sekasar itu”

 

“hm”

 

“kenapa kau menerima bantuanku?”Ryeowook bertanya sambil melirik lengan Kyuhyun yang melingkari bahunya.

 

“aku tak mau membuatmu terhina,apalagi dihinakan?”

 

“maksudmu?”

 

“juju saja aku harus membungkuk sekarang,aku tak menolak karna aku menghargaimu”

 

 

Brukkk

 

 

“Awww….yakkk!Kim Ryeowook,aku masih sakit bodoh”

 

“tak mau membuatku terhina,dasar bocah sial….kau sudah menghinaku Bocah”sewot Ryeowook,berjalan cepat meninggalkan Kyuhyun yang jatuh terduduk di lantai sambil memegangi kaki kanannya yang dibalut perban.

 

 

Terseok Kyuhyun berusaha bangun,segera mengikuti Ryeowook yang terus mengomel tiada henti.

 

 

 

 

Tbc

 

Jealous Kyu Part X

141107-sj-at-incheon003 141107-sj-at-incheon027 141107-sj-at-incheon038

 

KYUWOOK

 

Jealous Kyu

@mie2ryeofishy

 

Genre : Romance

Rate : T

Warn : GAJE/OOC/YAOI/TYPO

a/n: hi guys,q comeback dengan FF Gaje nan singkat ini/kagakadayangnanyak.btw,moment ini g spnuhx ad,sebagian besar ngarang/hsil delusi gilaq…kkkk.HQ n LIS mnyusul ya?Taon depan pling cepet/ngacirr.

 

.

.

.

.

 

Gelapnya malam yang menyelimuti langit Seoul sama sekali tak menyurutkan kepuasaan di wajah sosok yang tengah berjalan di sepanjang koridor tanpa memerhatikan sekelilingnya.Kyuhyun sudah on dengan wajah penuh kemenangan sejak menyelesaikan penampilan perdana drama musical barunya,sampai mereka –Kyuhyun,Manager- sampai di lorong Dorm Kyuhyun masih setia dengan wajah penuh kepuasannya.sampai sampai Manager yang mengikutinya tak berani berkata hanya diam mengikuti sampai Kyuhyun aman masuk ke dalam Dorm kemudian dia sendiri memilih melangkah pergi,mencari aman.

 

 

Tanpa babibu lagi Kyuhyun melangkah memasuki kamar Ryeowook yang didalam benaknya pasti sedang mendumel dengan mimic wajah menyedihkan,cemburu.ahh….betapa Kyuhyun sangat memimpikan hal itu.perjelas,hanya sebuah mimpi.

 

 

Lain di pikiran,lain pula kenyataan.dan sekarang mood Kyuhyun jatuh pada titik terendah dimana semua angannya menguap entah kemana.didepannya,sosok yang dia pikir akan merajuk karna cemburu malah sibuk dengan dua member lain membahas apa yang membuat Kyuhyun uring uringan belakangan ini.

 

 

“Chagi~ah….

 

“kau pulang,kemarilah?”Ryeowook menjawab tanpa menoleh pada Kyuhyun,hanya lambaian tangan yang mengisyaratkan agar Kyuhyun mendekatinya.

 

 

Donghae dan Eunhyuk berbaring satu ranjang bersama Ryeowook ,mereka tengah membahas rencana liburan mereka ,semuanya juga sama tak mengacuhkan Kyuhyun,malah mereka tak ada yang menyadari raut kesal di wajah Kyuhyun.

 

 

Berpikir akan membuat moodnya semakin buruk kalau bergabung bersama tiga orang yang berhasil membuat moodnya kacau,Kyuhyun lebih memilih mendekati lemari pakaian,mengambil piyama kemudian masuk ke kamar mandi.

 

 

Beberapa menit berlalu,didalam kamar mandi Kyuhyun semakin emosi mendengar percakapan di luar sana.apalagi dengan Ryeowook yang sangat antusias merencanakan hal apa saja yang akan mereka lakukan tanpanya.tak mau berlama lama,segera setelah membersihkan tubuh dan sisa make upnya Kyuhyun keluar,menyeruak di tengah tengah mereka yang masih berbaring di atas ranjang,menendang Donghae dan Eunhyuk dengan tak berperasaan,lalu menggulung tubuhnya dengan selimut,bungkam.

 

 

Tak mengerti apa yang terjadi,Ryeowook mengedipkan matanya bingung,Donghae sudah akan menyumpah serapahi Kyuhyun sebelum Eunhyuk menahannya lalu mereka lebih memilih pergi dalam diam meninggalkan Ryeowook mengatasi semuanya sendiri.

 

 

“kau kenapa?”tanya Ryeowook,menyibak selimut Kyuhyun untuk mendapati wajah penuh kekesalan Kyuhyun yang dipenuhi kerutan di dahinya.

 

“lelah”

 

“sungguh?”

 

“hm”

 

“bagaimana musicalmu?”

 

“buruk”

 

“nde”

 

“ish,sudahlah…aku lelah”dengus Kyuhyun makin kesal,berbalik memunggungi Ryeowook.

 

 

Tak mau ambil resiko menambah buruk mood Kyuhyun,Ryeowook pun ikut berbaring menghadap Kyuhyun yang memunggunginya,lengannya ia lingkarkan disekitar pinggang Kyuhyun yang dibalut selimut.

 

 

Pagi menjelang namun yang didapat Kyuhyun untuk hari ini tak lebih baik dari semalam,Ryeowook sudah menghilang entah kemana bersama kopernya.ingin sekali Kyuhyun memporak porandakan isi kamarnya jika tak mengingat upaya Ryeowook yang selalu berusaha merapikan kamar yang sebenarnya miliknya.

 

 

Kekesalan Kyuhyun makin berlanjut saat Ryeowook menertawakan scene Kissingnya bersama Donghae dan Eunhyuk,ditambah dua HaeHyuk yang memparodikan Kissing scenenya ,juga Ryeowook yang berpura pura histeris menjadi penonton mereka.kekesalan Kyuhyun sudah tak terkira.aura suram sangat kentara menyelimuti dirinya sampai sampai member lain enggan mendekat.yang lain lebih memilih segera pergi meninggalkan Kyuhyun,sedang duo Haehyuk masih sibuk menertawai apa yang menurut Kyuhyun tidak lucu sama sekali bersama Ryeowook.

 

 

Bahkan saat mereka mengucapkan terima kasih pada ELF yang sudah mendukung mereka selama 9 tahun perjalanan karir SJ,Kyuhyun sama sekali tak bisa memaksakan sebuah senyum,apalagi Ryeowook hanya bertahan sebentar berada di dekatnya,setelahnya kembali bersama Eunhyuk.

 

 

Kyuhyun tau ia harusnya marah,marah karna apa yang ia inginkan tak tercapai,Ryeowook sama sekali tak cemburu,jangankan cemburu sekedar bertanya saja tidak ia lakukan sama sekali.jadilah daripada moodnya semakin hancur Kyuhyun berusaha menahan diri,di dalam pesawat ia tak langsung duduk di tempatnya,sengaja ditunggunya Ryeowook yang masih berjalan di belakang.

 

 

“Chagia”panggil Kyuhyun pelan,Ryeowook menoleh sebentar sebelum menggaet tangan Kyuhyun,menariknya dan langsung menempatkan Kyuhyun duduk bersama Eunhyuk.protes sudah siap meluncur,tapi dengan wajah polosnya Ryeowook malah mendudukkan dirinya bersama Donghae tanpa melihat ketidak sukaannya sama sekali.

 

 

“kau tau ini sudah keterlaluan Cho Ryeowook,aku akan menyimpan ini dan kita lihat apa yang bisa ku lakukan padamu nanti”desis Kyuhyun yang hanya bisa di dengar Eunhyuk.

 

 

Mendengar itu Eunhyuk spontan menjauhkan dirinya dari Kyuhyun,sebisa mungkin menjauhi area yang sudah terselubung pekatnya kesuraman Kyuhyun.sesekali bahkan Eunhyuk merutuk pada dua teman di depannya yang asik berselca ria tanpa memikirkan nasibnya berada di sekitar iblis yang sedang berada dalam mode paling berbahaya.

 

.

.

.

.

 

“Hae’ah….kita dalam masalah”bisik Eunhyuk saat mereka telah sampai di Hotel,segera saja ditariknya Donghae untuk menempati kamar yang sama dengannya.

 

“apa?”
“Kyuhyun,Ryeowook dalam masalah”

 

“kenapa?”

 

“aish…kau,lihatlah”dengan dagunya Eunhyuk menginstruksikan Donghae agar melihat kearah Kyuhyun yang tengah menatap tajam Ryeowook.

 

“ku rasa aku harus berada di dalam kamarku seharian ini”

 

“aku setuju,kajja”

 

Saat semua sudah menyetujui roommate masing masing,Kyuhyun segera menarik Ryeowook bersamanya.Ryeowook masih belum menyadari kekesalan Kyuhyun,malah menganggap sikap dingin Kyuhyun padanya seharian ini karna rasa lelahnya.

 

 

“lelah?mau aku pijit?”Kyuhyun tak menjawab,tapi segera memposisikan tubuhnya tengkurap diatas ranjang setelah membuka atasannya.

 

 

Tak ada yang bersuara dalam beberapa menit kemudian,Kyuhyun terlalu menikmati pijatan Ryeowook,rasanya seperti Kyuhyun di pijit oleh profesinal dengan tangan yang menjadi favoritnya.semua masalah larut begitu saja saat tubuhnya rileks,tapi itu tak bertahan lama karna Ryeowook dengan polosnya mengingatkan lagi pada kekesalannya.

 

 

“kau semakin professional Kyu,actingmu sangat natural”

 

“bodoh”

 

“nde,kau mengataiku?”

 

“ya,kau bodoh karna tak menyadari betapa kesalnya aku padamu”geram Kyuhyun,tubuhnya berbalik telentang membawa Ryeowook dalam pelukan eratnya,serta mencekal dua tangan Ryeowook,menghentikan aksi protesnya.

 

“aku,apa maksudmu?”

 

Melihat Ryeowook yang akan memberontak dari dekapannya membuat Kyuhyun semakin mengeratkan tubuh Ryeowook yang menindih tubuhnya,disilangkannya dua kaki mengunci kaki Ryeowook.sama sekali tak bisa bergerak itulah yang dirasakan Ryeowook saat ini.

 

 

“aku kira kau akan cemburu,aku menantikan itu sampai aku harus melihat kau yang sibuk merencanakan liburanmu”

 

“uhh….benarkah,kau ingin aku cemburu?”

 

“apa itu tak membuatmu marah?jujur saja aku tak begitu suka saat kau disentuh orang selain aku”

 

“kau berlebihan Kyu”

 

“aku tetap tak suka”

 

“Kyu,kita bekerja di dunia entertain ,kita harus bisa membedakan mana pekerjaan mana urusan pribadi”

 

“tapi aku tetap tak suka”

 

“apa sih yang kau suka,dari dulu kau memang selalu tak suka”

 

“kau tak marah-Ryeowook mengerutkan keningnya bingung-Kissing scene ku…

 

“tidak”

 

“sedikitpun?”

 

“aku tau kau professional Kyu,jika kau melakukan itu di luar pekerjaanmu bisa dipastikan…

 

“kau aka marah?”

 

“tidak”

 

“lalu?”

 

“kita berpisah saat itu juga”

 

“MWO”

 

Tak bisa menutup telinga saat mendengar teriakan Kyuhyun,Ryeowook memejamkan rapat matanya.mendesis garang saat melihat Kyuhyun cengengesan tak jelas,merasa bersalah.

 

“apa maksudmu berpisah Chagi?”

 

“aku tak suka berkhianat,dan aku sangat membenci pengkhianat”

 

“aku bukang pengkhianat”

 

“kau ada rencana….

 

“tidak…tidak…aku mencintaimu…i-itu tak mungkin”

 

“lalu”

 

“ok,aku bersalah,maaf”

 

“kenapa minta maaf?”

 

“jangan menakutiku Chagia’ah….kau tau aku tidak mungkin melakukan hal itu”

 

“apa aku menakutkan?”

 

“tidak”

 

“lalu apa yang kau takuti?”

 

“saat kau berada disekeliling mereka dan mengacuhkanku,aku takut.dan juga saat serius seperti ini aku juga takut,takut kau akan pergi meninggalkanku”

 

“sungguh?”

 

“hm”

 

“kau yang lebih popular dariku Kyu,harusnya aku yang lebih…

 

“tidak,aku hanya popular di kalangan fans,sedang kau,katakan padaku siapa yang berada di dekatmu dan tidak menyukaimu”

 

“kau mulai lagi dengan semua prasangkamu Kyu”

 

“aku bicara kenyataan”

 

“sedang sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu”

 

“sungguh”

 

“kau lihat aku memiliki keraguan padamu”

 

“tidak”

 

“jadi”

 

“kau milikku….”

 

“….arghhh…Kyu lepasshh….

 

 

 

 

End

Stay With Me ‘SequeL’

IMG_20141101_122237

 

Stay With Me

 

YeWook

 

 

@mie2ryeofishy

 

 

a/n :saat ad readers yang bilang,UUN MINTA SEQUEL BLA BLA BLA …….q tu gemes bgt pengen treak…. APA KALIAN GAK BISA NYEMPETIN BEBERAPA DETIK AJA BACA NOTES AUTHOR/esmosi.sebenerx q pengen bgt ngePW chap ini gr2 gemes ma rview kalian yg g ngehargai penulisnya sama sx.tp ywdahlah….toh itu juga balik lagi ke kalian sndri buat mikir apa yg q tulis sekarang…….sebenerx q mo batalin post juga hari ini,tapi mengingat ini YEWOOK DAY n q gmw alsan lelahq ngehalangin niat awalku,jadilah ….meski dengan proses edit seadanya q putusin tetap post sesuai janjiq.HAPPY YEWOOK DAY /nyengir.

 

.

.

.

 

 

Empat namja berkumpul dalam satu ruuangan,perdebatan sudah terjadi sejak beberapa menit lalu.beberapa kali Jongwoon mengusap wajahnya kesal.Jessica memang sudah menerima apa yang telah di perbuatnya,nasibnya bahkan sama dengan Ryeowook.kehilangan saudara satu satunya membuat mentalnya juga terganggu.

 

 

Di kediaman Jongwoon,Hyungshik dan Haekyeon yang baru tau mengenai keadaan Ryeowook pasca kecelakaan tersebut terus menuntut penjelasan.tapi Hyukjae yang sejak awal tak mengijinkan Jongwoon meninggalkan Ryeowook di Rumah Sakit Jiwa sekarang sudah mulai lega.

 

 

kesepakatan telah diambil,Hyungshik dan Haekyeon telah berjanji ikut menjaga Ryeowook semampu mereka,begitu pun Hyukjae.

 

 

Sore menjelang saat Jongwoon menggendong masuk Ryeowook di dua lengannya.tak ada reaksi apapun dari Ryeowook,bergerak pun tidak,tubuhnya terkulai lemas dengan nafas teratur.

 

 

Apartmen Jongwoon telah di rombak sedemikian rupa,menghindarkan benda benda tajam dari jangkauan Ryeowook.

 

.

.

.

 

“AKU TIDAK BERSALAH…JANGAN KURUNG AKU….LEPASKAN…LEPASKAN…HYUNGGG….

 

 

Suara gaduh di luar juga teriakan Ryeowook terdengar sampai ke dalam kamar mandi.Jongwoon yang baru saja mengaitkan handuk menutupi area privasinya segera menghambur keluar.

 

 

Di luar Ryeowook dengan brutal melempar sembarang barang ke segala arah,menghancurkan kaca rias juga hiasan keramik di kamar mereka.Jongwoon kaget tak terkira,pasalnya Ryeowook berteriak sampai suaranya nyaris terdengar serak saking kerasnya.segera di dekatinya Ryeowook,dipeluknya erat dengan tangannya yang lain menghentikan tangan Ryeowook yang masih berusaha menggapai barang lain untuk di lempar.

 

 

“AKU TAK BERSALAH….KUMOHON….KUMOHON JANGAN MENGURUNGKU..

 

“sstt…Ryeowookie,Chagiya…ini aku suamimu,ini rumah kita,tidak ada yang akan mengurungmu disini”bisik Jongwoon lembut,mencoba menenangkan Ryeowook yang semakin histeris di pelukannya.

 

 

“TIDAK…TIDAK….AKU TIDAK MEMBUNUHNYA…JANGAN…KUMOHON JANGAN….

 

 

Tubuh Ryeowook bisa kapan saja merosot jika Jongwoon tidak dengan sekuat tenaga menahannya.Ryeowook bisa liar jika sudah teringat masa lalunya,tapi bisa lemas dan tak berdaya jika sudah mulai lelah.racauan Ryeowook terus terdengar sampai ia lelah dan terduduk di pangkuan Jongwoon yang menarik tubuhnya.

 

 

Dengan tenaga yang sudah tak seberapa Ryeowook tetap meracau.tangan berada di genggaman Jongwoon,tapi bibirnya terus bergumam,tatapannya tak memiliki focus,namun terlihat sinar ketakutan dalam irisnya.

 

 

“Chagiya….sadarlah,aku tak mau kau terus melukai dirimu,aku disini untukmu….lihatlah aku”pinta Jongwoon,hatinya sudah tak terhitung seberapa sakitnya melihat keadaan Ryeowook yang tak memiliki kemajuan sedikitpun meski dia sendiri yang merawat.”Ryeowookie….

 

“HYUNGGGG…….”teriakan terakhir Ryeowook menggema sebelum ia jatuh pingsan di pelukan Jongwoon.Ryeowook seperti tak mendengar apapun ucapan maupun dibisikkan Jongwoon padanya.hatinya di penuhi ketakutan yang tiada tara.bayangan masa lalu dan bayangan kejadian buruk beberapa bulan lalu terus hilir mudik di pikirannya.menjadikan semua ingatan bercampur aduk tak jelas arahnya,tak membiarkan setitik pun ingatan bahagia di hidupnya memecah semua ingatan buruk yang sudah lama tersusun rapi.

 

 

Jongwoon menangis lirih,sakit hatinya suda tak terkira.di hidupnya yang terbilang mendekati sempurna,hanya karna Ryeowook saja ia mau menjatuhkan airmata,airmatanya hanya jatuh untuk menangisi Ryeowook yang tak bisa menjatuhkan airmatanya.

 

 

“Chagiya….ijinkan hatimu memperbaiki ingatanmu,menangislah…..kau akan semakin sakit jika terus menahannya.apa yang kau takutkan saat bersamaku,aku bahkan sanggup melawan apa saja asal kau mau kembali seperti dulu”bisik Jongwoon penuh pengharapan.

 

 

Perlahan Jongwoon menidurkan tubuh Ryeowook,dipasangkannya selang infuse yang sempat Ryeowook lepas dari lengannya.beruntung Hyungshik dan Haekyeon mau mengajarinya memasang infuse dan menyuntikkan obat penenang jika Ryeowook melebihi batas tak bisa di kendalikan.meski begitu tak sekalipun Jongwoon menggunakan obat penenang itu,sekalipun Dokter mengijinkan.Jongwoon lebih memilih Ryeowook menyakitinya daripada ia menyuntikkan obat penenang dalam tubuh Ryeowook.baginya Ryeowook hanya belum tersadar dari kekalutannya,bukan sakit Jiwa seperti yang diprediksikan Dokter yang menangani Ryeowook.

 

 

Cukup saja selang infuse yang menancap di lengan Ryeowook mengingat beetapa susahnya Ryeowook dipaksa makan.tak akan ada yang lain meskipun itu obat penenang.

.

.

.

 

“Ryeowook berulah lagi Hyung?”

 

“hm”

 

“kau harusnya memberikan obat penenang itu,Dokter menyarankannya kan?”

 

“Tidak Hyuk,aku yang ketiduran tadi.harusnya aku memang tak terlalu lama meninggalkannya”

 

“kalau begitu pekerjakan perawat untuk membantumu,kau butuh melakukan hal lain bukan”

 

“untuk sekarang aku masih bisa mengatasinya,dan lagi duo H itu sudah cukup merecoki hidupku,aku tak mau menambah satu lagi seperti mereka”Hyukjae tertawa geli,dengan mimic cemberut Jongwoon menceritakan keabnormalan teman Ryeowook,yang tanpa mereka sadari sudah berdiri angkuh dengan berkacak pinggang di belakang Jongwoon.

 

 

“Hai duo H”sapa Hyukjae ramah.

 

Sementara Jongwoon langsung menepuk jidat kesal.”bagaimana bisa kalian selalu seenaknya memasuki rumahku”geram Jongwoon kesal.

 

Yang di maksud hanya tersenyum ganjil,masing masing mengambil tempat di kanan kiri Jongwoon.”kau tak mengubah paswordmu Hyung,dan kami harap tak akan pernah berubah”Hyungshik berkata enteng.

 

“ku pikir kau ada meeting penting kan hari ini,itulah alasan kami berkunjung sepagi ini”Haekyeon berkata sembari berhigh five tak jelas bersama Hyukjae.

 

 

“apa kau merencanakan ini?”selidik Jongwoon,menatap Hyukjae sadis.yang ditanya mengangkat bahu acuh.

 

“mereka tak menerima alasanmu mengundurkan diri,yang terpenting…..mereka menginijkanmu bekerja di rumah,yahh….meski kau sesekali harus mengikuti meeting di luar”

 

“Hyuk,apapun keputusan mereka aku tak peduli….Ryeowookie tak bisa ku tinggalkan,dia…

 

“Hyung,disini juga ada aku.apa kita bertiga tak pantas menjaga Ryeowook?”Jongwoon langsung diam begitu Hyukjae memotong ucapannya,mendengus kasar dan menatap satu persatu wajah yang mencoba memberikan kepastian padanya.

 

“aku akan pergi kali ini tapi tak akan ada lain kali”

 

“Ryeowook butuh dana yang cukup besar untuk pengobatan yang tak kita tahu kapan akan berakhir.kau punya banyak uang sekarang,tapi siapa yang akan tau sampai kapan uang yang kau punya akan mencapai batasnya?”

 

“itu urusanku Hyuk”

 

“oh ayolah Hyung,semua demi Ryeowook Hyung,kau penopangnya sekarang”Haekyeon berucap sambil menepuk pelan punggung Jongwoon,setelahnya melangkah pergi menuju kamar Ryeowook.

 

.

.

.

 

Setelah kepergian Jongwoon,Hyukjae duduk sambil mencermati laporannya di sofa panjang,sesekali membenarkan kacamatanya yang melorot saat kepalanya terlalu menunduk.Haekyeon duduk diatas ranjang sisi lain Ryeowook,matanya tak lepas mengamati gerakan yang sedari tadi tak dilakukan Ryeowook,sementara Hyungshik sibuk memutar mutar ponsel yang kehabisan daya.

 

 

“apa kalian lapar?”

 

“tidak”bersamaan,Haekyeon dan Hyungshik menjawab.Hyukjae mengangkat bahu jengah melihat kekompakan mereka, kemudian kembali ke pekerjaannya lagi.

 

“aku sangat kasihan pada Kristal,gadis itu mencintai Ryeowook Hyung,apa dia melakukan semua itu demi cintanya?”monolog Hyungshik yang tak jelas di tujukan pada siapa.Haekyeon yang tau maksud Hyungshik langsung menegakkan tubuh,mulai serius dengan topic yang di bicarakan Hyungshik.

 

 

“ahh…iya,aku juga berpikir begitu.dia mengorbankan nyawanya untuk seseorang yang baru dikenal dan di cintainya,itu keren”Haekyeon menimpali.

 

“apa sih maksud kalian?”Hyukjae yang sedang serius dengan pekerjaannya ikut terpancing ke dalam pembicaraan mereka.”bukankah Kristal,dongsaeng Jessica melakukan itu semua demi Jessica,kemungkinan dia tak mau Jessica menjadi….yah kalian taulah,pembunuh?”

 

“tidak,tidak….kau salah Hyung,beberapa jam sebelum kejadian itu Kristal sempat menyatakan perasaannya pada Ryeowook Hyung”Haekyeon mengangguk menyetujui ucapan Hyungshik.

 

“apa?bagaimana bisa?tunggu…..hari itu,aku sempat menjemput Ryeowook di Sungai Han,padahal seharusnnya dia berada di kampus mengikuti kelas,apa kalian bisa jelaskan dari awal?”

 

“aku tak yakin ini saling berkaitan,tapi setelah Kristal menyatakan perasaannya,ada seorang namja yang berbeda jurusan dengan kami menuduh Ryeowook Hyung itu….pembunuh”

 

“rumit”gumam Hyukjae.

 

Saat semua berkonsentrasi pada Hyukjae,Ryeowook mencabut selang infusenya.

 

“AKKKKHHHH….LEPASS…AKU TAK BERSALAH,KALIAN JANGAN MENGURUNGKU”Hyungshik melonjak kaget hampir jatuh dari kursinya,Haekyeon dengan sigap langsung memegang lengan Ryeowook yang berusaha menggapai barang apapun disekitarnya.Hyukjae melempar begitu saja laporan yang dipegannya dan langsung menghambur mendekati Ryeowook.

 

“Hyung….tenanglah…

 

“KUMOHON LEPASSS…AKU TAK BERSALAH”teriakan Ryeowook menggema meski suaranya tak secempreng biasanya.

 

“tidak ada yang menyalahkan mu Ryeowook’ah….tenanglah”

 

“KUMOHON LEPAASKAN AKU…JANGAN MENGURUNGKU”tiga orang yang mengelilingi Ryeowook diam memikirkan apa yang di serukan Ryeowook.dan saat mereka lengah Ryeowook berhasil terbebas dari cekalan Haekyeon,berlari keluar kamar menuju dapur.

 

 

BRUAKKK….PRANGG…BRAKKK….

 

 

Hyukkjae,Haekyeon dan Hyungshik mencoba berlindung saat mengejar Ryeowook ke dapur dan malah mendapati Ryeowook melempar sembarang benda kearah mereka.

 

 

“Haekyon’ah…ambil suntikan penenangnya”seru Hyukjae yang merunduk mencoba mendekati Ryeowook.tanpa di perintah dua kali Haekyeon langsung menghilang melakukan perintah Hyukjae,sementara Hyungshik melakukan hal yang sama seperti Hyukjae.

 

 

Dengan kalap Ryeowook mengobrak abrik dapur,melempar semua benda ke segala arah,tak dibiarkan satupun dari mereka mendekatinya.tangannya terus merogoh kedalam laci mencari benda yang bisa ia lempar.tak menemukan benda lain,Ryeowook malah semakin kalap,membuka kasar semua laci sampai ia menemukan gunting kecil di bagian dalam laci.

 

 

 

Haekyeon menganga lebar saat kembali dan mendapati Ryeowook mengacung acungkan gunting di tangannya,Hyukjae dan Hyungshik berkeringat dingin di tempatnya berdiri.

 

 

“Ryeowook’ah….letakkan itu,Hyung tak akan menyakitimu”

 

“Nde Hyungie….kami menyayangimu”

 

“Hyung…..-lirih Hyungshik,mereka bertiga terdiam,ini kali pertama mereka melihat kebrutalan Ryeowook,dan baru mereka sadari juga cinta Jongwon yang begitu besar sampai rela menjaga Ryeowook seorang diri.

 

 

“Chagiya….letak kan itu –panik Jongwoon,ia baru pulang dan mendapati rumahnya acak acakan.melirik yang lain dan bersykur tak ada yang terluka,Jongwoon melangkah pelan mendekati Ryeowook yang tak merespon larangannya.

 

“Hyung…jangan mendekat-larang Haekyeon,berusaha mencegah Jongwoon mendekati Ryeowook.tapi malah diacuhkan Jongwoon yang terus mendekat.

 

“Chagiya…

 

“AKU TIDAK BERSALAH,LEPASKAN AKU…KUMOHON…LEPASKANNNN-dengan beberapa kali tikaman Ryeowook mendaratkan gunting yang di genggamnya di bahu dan punggung Jongwoon.mengorbankan tubuhnya,Jongwoon mencoba menggapai tangan Ryeowook,mencabut gunting yang menancap di punggungnya,melempar asal dan segera memeluk Ryeowook yang terus memberontak.

 

Tergesa Haekyeon yang sama ternganganya dengan yang lain melihat kejadian mengerikan di depan mata segera menghampiri Ryeowook bermaksud menyuntikkan obat penenang,tapi Jongwoon malah melarangnya,dengan keadaan terluka Jongwoon memeluk erat Ryeowook,membiarkan Ryeowook meronta dalam dekapannya.

 

 

“Chagiya…ini Hyung,tenanglah…-bisik Jongwoon

 

“tidak…tidak…aku tidak bersalah”

 

“kau tidak bersalah,Hyung disini menjagamu Chagiya…-dengan suara lirih,serta darah yang mengalir dari lukanya Jongwoon masih tetap mempertahankan Ryeowook dalam dekapan.seperti merespon,Ryeowook mengangkat kepala menatap Jongwoon.

 

 

“aku tidak bersalah”lirih Ryeowook,masih menatap Jongwoon dengan menggelengkan kepalanya.

 

“Hyung tau Chagiya….tenanglah”

 

“mereka akan mengurungku”

 

“tidak akan,ada Hyung yang akan menjagamu”

 

“mereka….mereka jahat,mereka menyiksaku disana”Ryeowook mengadu,matanya berkaca tapi tak ada satu bulir airmata yang mengalir.

 

“tidak lagi,Hyung berjaji kau aman bersama Hyung”

 

“ta-tapi….orang orang itu menyiksaku,me-mereka menyuruhku mengakui kesalahan yang tak ku lakukan”Jongwoon bernafas lega,Ryeowook meresponnya,meski ucapannya kacau,tapi Jongwoon merasakan Ryeowook hanya ingin di dengar tentang ketidak adilan yang dia dapat.

 

“percayalah Ryeowookie,Hyung akan ada untukmmu,menjagamu dari mereka”Ryeowook mulai rileks,melemaskan tubuhnya dan bersandar di dada Jongwoon.

 

“H-Hyung….lukamu”ucap Hyukjae,memperingati Jongwoon yang pandangannya mulai mengabur tapi masih berusaha menahan tubuh Ryeowook untuk bersandar padanya.

 

“Haekyeon panggil dokter,kita tak bisa membiarkan Jongwoon Hyung kehilangan banyak darah,katakan apa yang terjadi agar mereka bisa memberikan pertolongan langsung”instruksi Hyungshik,sementara dirinya segera mendekati tubuh Jongwoon,mencoba menghentikan pendarahan.

 

.

.

.

 

Ryeowook yang sudah lebih tenang duduk di pinggir ranjang mengawasi Jongwoon yang sedang ditangani Dokter.operasi darurat di kerjakan dengan alat yang terbatas.dengan tegas Jongwoon menolak di tangani di Rumah Sakit,Ryeowook sudah lebih baik dan ia tak mau kepergiannya malah membuat Ryeowook memburuk lagi.

 

 

Peralatan seadanya membuat Jongwoon sesekali meringis sakit,matanya menatap Ryeowook yang juga menatapnya dalam diam.tak berani menjerit meski sakitnya tak tertahan dengan tubuhnya yang tak di bius total.

 

 

Hyungshik mendekati Ryeowook,menyodorkan segelas jus orange padanya.tak ditanggapi Ryeowook membuat Hyungshik bersuara.”Hyung,minumlah dulu”Ryeowook mengalihkan tatapannya dari Jongwoon,menatap Hyungshik lama sebelum menerima jus yang ditujukan untuknya.

 

 

Lama Ryeowook memainkan gelas berisi juss dalam genggaman,tak ada niatan meminum,tapi sedetik kemudian berdiri,serta berjalan mendekati Jongwoon yang akhirnya bisa bernafas lega lukanya sudah dibalut sempurna.

 

 

Takut takut Ryeowook menyodorkan juss pada jongwoon,matanya mengedar kesekeliling.”untukku?”tanya Jongwoon lembut.Ryeowook mengangguk .”terima kasih Chagiya…”ucap Jongwoon,menerima jus dari Ryeowook serta mengusap lembut pipi Ryeowook.

 

 

Ryeowook masih sibuk memperhatikan Jongwoon yang meminum jussnya,sementara Hyukjae mengantar Dokter yang baru saja menangani Jongwoon keluar.duo H tersenyum ringan atas kemajuan Ryeowook. Setelah meletakkan gelas yang telah kosong,Jongwoon mengajak Ryeowook berjalan ke ranjang,menepuk pelan ranjang mengisyaratkan Ryeowook duduk.

 

 

“istirahatlah Chagiya”

 

“T-Tidak….mereka akan menyiksaku nanti”gumam Ryeowook nyaris tak terdengar.Jongwoon sebenarnya sudah tak kuat menahan letih,tapi mengingat Ryeowook susah di bujuk ia mengusir jauh jauh rasa letihnya.”mereka akan menghukumku kalau aku tidur”duo H yang masih was was Ryeowook bisa kembali mencelakai Jongwoon masih setia waspada meski tak berjarak dekat dengan Jongwoon dan Ryeowook.

 

 

“Hyung disini,menjagamu….hm”

 

“kau sakit”Ryeowook menunjuk perban yang membalut punggung sampai ke bahu Jongwoon.dia yang tak mengerti kenapa Jongwoon bisa terluka tapi jauh dalam lubuk hatinya ia merasa bersalah.ego dan nuraninya saling memperebutkan posisi tertinggi untuk menguasai jalan pikirannya.

 

“tak apa,ini tak akan sakit kalau kau mau istirahat”

 

“begitu?”

 

“hm”anehnya Ryeowook menurut,merebahkan tubuhnya dan perlahan menutup mata.

 

“Hyung”panggil Hyungshik pelan.

 

“kalian pulanglah”

 

“tapi Hyung…

 

“terima kasih telah menjaganya,dia sudah ada kemajuan sekarang.kuharap akan selalu begitu”

 

“baiklah,kami pergi,hubungi kami kalau kau membutuhkan bantuan Hyung”

 

 

Saat semuannya telah pergi,Jongwoon ikut membaringkan tubuh di sisi Ryeowook,mendekapnya agar ia bisa merasakan pergerakan Ryeowook sewaktu waktu.

 

.

.

.

 

Jongwoon terbangun saat gguncangan pelan terasa di lengannya,saat membuka mata dilihatnya Ryeowook dengan semburat merah di pipi menatap malu malu kearahnya.”Wae Chagiya?”tanya Jongwoon lembut.

 

“Cha-chagiya?”

 

“Hm…kau kenapa eoh?”

 

“ti-tidak,a-aku mau kuliah….Hyung bukannya harus ke kantor?”Jongwoon langsung terduduk kaget oleh ucapan Ryeowook,sedang Ryeowook,wajahnya semakin bertambah merah atas sikap Jongwoon.

 

“Chagiya…kau tidak..

 

“aku ….kenapa Hyung?ahh…aku harus menyiapkan sarapan dulu,kau bergegaslah….Hyung,punggungmu kenapa?”Ryeowook yang akan turun dari ranjang menyadari luka Jongwoon,dengan wajah polos bertanya tanpa mengingat apa yang ia lakukan kemarin.

 

 

Seperti disadarkan oleh pertanyaan Ryeowook,buru buru Jongwoon menjawab.”kecelakaan kecil dikaator,tak apa”

 

“sungguh?”

 

“hm”

 

“Baiklah aku siapkan sarapan dulu”Ryeowook langsung beranjak setengah berlari menuju dapur.diikuti Jongwoon yang tak percaya akan kondisi Ryeowook.”Hyung….kenapa dapurku berubah?dimana alat masakku?”tanya Ryeowook tanpa menatap Jongwoon yang menimang baik buruknya membiarkan Ryeowook memasak.

 

 

“semalam Hyukjae mabuk disini,jadi aku menyimpan benda benda tajam agar tak melukai orang lain”satu ide yang tak disangka ia temukan untuk meyakinkan Ryeowook.

 

“lalu?”

 

“di lemari paling bawah….ini kuncinya”ucap Jongwoon seraya memberikan kunci pada Ryeowook.

 

 

Masih belum mempercayai apa yang dia lihat,Jongwoon sedikitpun tak beranjak dari sisi Ryeowook,mengawasi sekalian berjaga jaga.”Hyung,kau tak bersiap?”

 

“sebentar lagi,aku ingin melihatmu memasak”

 

“hm,aku hanya masak omelet,tak apakan?”Jongwoon mengangguk.”baiklah sekarang cuci mukamu dan kita sarapan.lagi Jongwoon hanya menurut saat Ryeowook mendorongnya meninggalkan dapur.

 

 

Tak langsung pergi,di balik pintu Jongwoon mengawasi Ryeowook yang tak menunjukkan satupun keanehan,dia kembali seperti sedia kala,kembali menjadi Ryeowooknya yang polos.mencoba mempercayai,Jongwoon segera berlari ke kamar mandi,tergesa hanya membersihkan wajah dan memakai setelan seperti biasa.sekalian mengetes apa yang terjadi pada Ryeowook.

 

 

“pagi Ryeowookie…-sapa Jongwoon lembut,mendekati Ryeowook sembari mencium pipinya.

 

“pagi Hyung”balas Ryeowook malu malu.

 

Yang aneh disini Ryeowook kembali menjadi Ryeowook yang dulu,Ryeowook yang polos.entah mengapa Jongwoon mensyukurinya.

 

 

Awalnya Jongwoon tak mengijinkan Ryeowook kuliah,tapi karna Ryeowook terus memaksa,Jongwoon langsung menghubungi Duo H agar mengawasi Ryeowook di kampus.cukup berat saat mengantar Ryeowook kembali ke kampusnya,tapi hati Jongwoon berkata lain.seperti pertanda awal mula kebahagiaan mereka.

 

.

.

.

 

Belum terfikir bagi Jongwoon yang masih terus mencemaskan Ryeowook untuk kembali pada pekerjaannya.setelah mengantar Ryeowook segera saja Jongwoon menemui Dokter yang menangani Ryeowook.

 

 

“dari cerita Anda saya berpendapat kalau ingatan Ryeowook ssi ditarik mundur ke masa saat semua kejadian yang membuatnya mengalami gangguan jiwa belum terjadi.ingatan suramnya seperti dipaksa tertanam di dasar ingatan.”

 

“apa itu baik?”

 

“yah,selama Anda tetap menjaganya stabil”

 

“kemungkinan terburuknya?”

 

“dia bisa melukai dirinya sendiri juga orang lain.jangan biarkan hal buruk menimpanya,yang dia butuhkan hanya memori baru yang akan selamanya menekan kenangan buruknya”

 

“bisakah itu terwujud?”

 

“tergantung,tergantung bagaimana Anda berusaha,mulailah hari yang baru serta kenangan baru.ini kemajuan yang menakjubkan,Anda harus memastikan semua tetap seperti ini kalau Anda tak mau kehilangannya”

 

 

Dalam mobil Jongwoon tak hentinya tersenyum,perkataan Dokter membuatnya sedikit lega namun was was dalam waktu bersamaan.tapi hal itu juga memberinya harapan,harapan jika hidupnya akan lebih baik kedepannya.

 

 

“saranghae Kim Ryeowook,apapun yang terjadi tetaplah bersamaku,karna kau adalah hidupku.”

 

 

 

End

 

 

Stay With Me ‘B’ end

IMG_20141101_122237

 

Stay With Me

 

YeWook

 

 

@mie2ryeofishy

 

 

a/n : Holla…ini FF terbaruq setelah sekian lama gak apdet sesuatu-ngomong apa saya-dan ini Yewook kawan2/nyengir.btw,FF ini q buat special untuk Narji/Nadyaa my babehh,Unni Q tercinta ci Poppy + my Little dongsaeng yang berisik gak ketulungan ci Iyun…..enjoy ^^

 

a/n yg lain : kkkk…./ngakak baca tulisan di samping.ini beneran y q g ad niatan sm sx buat bkin ff YW utk ngerayain YW aniv.tp wktux kog bza pas y?besok kan y wktux?hm….dg bgtu q mungkin akan tambah sequel,itu juga kalo kalian mw.trus nie kmungkinan juga akan berpasword.jd buatt kalian yg msih..ekhem…minat ma ff ini,jgn lupa tnggalin jjak okey.sequel kmungkinan q publish besok kalo respon ok.HAPPY YEWOOK DAY ^^

 

.

.

 

 

“a-aku tidak mau Hyung….a-aku…k-kau pasti akan mengurungku seperti mereka..a-aku…

 

“tunggu,mengurungmu?siapa yang tega melakukan hal seperti itu padamu”detik berikutnya Jongwoon tercengang melihat Ryeowook duduk bersimpuh dihadapannya.

 

 

“jangan mengurungku Hyung….aku tidak bersalah,aku tidak melakukannya,dia menyerangku lebih dulu….kumohon….kasihanilah aku….aku…

 

“hentikan,apa yang kau katakan….apa maksudmu Ryeowook”

 

“jangan lakukan ini Hyung,jangan menyuruhku bercerita,aku tak mau kau membenciku,kasihani aku Hyung….-Ryeowook meratap dengan tangan terkatup di depan wajah tanpa setetes airmata yang mengiringi.

 

 

Jongwoon tercengang,hatinya sakit melihat Ryeowook yang tak ia sangka sangat menderita oleh hal yang ia tak tahu.ia sejajarkan posisinya dengan Ryeowook kemudian memeluknya.”baiklah,lupakan saja….aku tak akan bertanya lagi,kau tak mau membolos hari ini kan?”Ryeowook mengangguk dalam dekapan Jongwoon.

 

.

.

.

 

Marcedes metalik itu menepi di jalan dekat kampus,Ryeowook tak mau di antar terlalu dekat,setelah berpamitan ia langsung turun sementara Jongwoon masih tetap mengawasi di dalam mobil sampai Ryeowook benar benar menghilang dari pandangannya.

 

 

Ryeowook melangkah gontai ke dalam area kampus,tak menyadari dua namja yang menghimpit di dua sisi tubuhnya.

 

 

“auramu suram sekali Hyung,ada masalah?”barulah saat Haekyeon bertanya Ryeowook menyadari dua namja di sekelilingnya.

 

“hm,tidak”

 

“ayolah Hyung,kau tidak pandai berbohong,kau bisa bercerita tentang masalahmu,tenang saja kita penyimpan rahasia yang bisa kau andalkan”sahut Hyungshik penuh kepastian.Ryeowook tersenyum,bersyukur bisa langsung memiliki teman seperti dua orang ini.

 

 

“begadang semalam membuatku lelah”

 

“sungguh?”

 

“sebaiknya kita bersantai d cafeteria….kelas baru mulai 1 jam lagi”dan tanpa persetujuan Hyungshik menarik Ryeowook bersamanya diikuti Haekyeon.

 

 

Baru saja mereka bertiga mendudukkan diri di meja paling pojok,seorang yeoja cantik menghampiri mereka.kontan saja Hyungsik dan Haekyeon heboh menggoda.tapi malah di hadiahi pelototan mata.Ryeowook sendiri hanya tersenyum geli melihat tingkah dua teman barunya.

 

 

“Oppa…aku disini untuk bicara denganmu,bolehkan?”tanya yeoja yang Ryeowook tau bernama Kristal dari Haekyeon.

 

Gelagapan,sebelum akhirnya mengangguk mengijinkan Kristal duduk dihadapannya.”ada apa?”tanya Ryeowook sopan.

 

“aku menyukaimu Oppa,jadilah Namjaku”tanpa basa-basi Kristal mengungkapkan rasanya.duo H saling bertatapan shock sementara Ryeowook menggaruk belakang kepalanya salah tingkah.”Oppa….

 

“kita baru bertemu kemarin Kristal ssi….bagaimana bisa…

 

“sebenarnya aku langsung mau mengatakan ini kemarin,tapi karna mempertimbangkan kau yang akan terkejut mendengar ini aku menundanya sampai sekarang.tak peduli kita baru saling mengenal,cinta tak bisa di ukur oleh waktu saat kita bersama Oppa….jadi?”

 

 

“KAU….kau Ryeowook kan –seorang namja tak terlalu tinggi dengan rambut blonde menghampiri Ryeowook dkk dengan wajah geramnya- apa yang kau lakukan disini,bukankah seharusnya mereka mengurungmu seumur hidup”Ryeowook ketakutan,dia mengenal namja yang menghampirinya itu,seseorang yang tau benar bagaimana masa lalunya.

 

 

“hey apa maksudmu?jaga ucapanmu”bela Hyungshik yang tak terpengaruh ucapan menuduh dari mahasiswa yang ia tahu berbeda jurusan dengan mereka.

 

“ck,sebaiknya kalian menjauhinya….dia pembawa sial,menjauhlah darinya sebelum dia mencelakaimu”Ryeowook hanya diam,tubuhnya bergetar dengan wajah pucat pasi.

 

 

Haekyeon maju dan menarik kerah kemeja yang dikenakan Wolhe/Jung Wolhe,mahasiswa jurusan ekonomi yang telah menyudutkan Ryeowook.”jaga ucapanmu,dan jangan mengganggunya”

 

“dasar namja mulut besar….jaga bicaramu”Kristal tak mau kalah ikut membela Ryeowook.sedang tanpa mereka sadari Ryeowook menyelinap pergi.

 

.

.

.

.

 

“hosh…hosh…”deru nafas tak terkendali membuat Ryeowook menghentikan laju larinya,hatinya sakit jika terus di ingatkan akan masa lalu pahit yang tak ia lakukan.ia bosan di tuduh,belum cukupkah ia menjalani hukuman yang sebenarnya tak harus di terimanya.

 

 

Tatapannya mengedar kesekeliling,ia sama sekali tak mengenali tempatnya berada,ia tadi hanya berusaha menghindar dengan berlari tanpa tujuan.dengan berusaha mencari petunjuk keberadaannya,tatapannya mengedar.satu petunjuk yang di dapat membuanya langsung mengirimkan pesan singkat ke ponsel Jongwoon.

 

.

.

.

 

From  : Ryeowookie

Hyung bisakah menjemputku di sungai Han?atau kalau kau sibuk,katakan saja apa yang harus aku naiki kalau mau pulang kerumah?”

 

 

Pesan singkat Ryeowook membuat Jongwoon kelabakan,ia dalam pertengahan meeting penting.hatinya kalut,tapi sedetik kemudian langsung mengirimkan pesan singkat pada Hyukjae.

 

 

“hey….menungguku?”Ryeowook mengerjap kaget melihat Hyukjae berdiri didepannnya.”aigoo….manisnya”

 

“Jongwoon Hyung..

 

“dia sedang meeting,sebaiknya kau ikut aku ke kantor”

 

 

Dalam perjalanan menuju kantor Ryeowook hanya diam sambil menundukkan wajah.hatinya sakit tapi airmatanya sudah mengering sejak peristiwa mengerikan itu terjadi,hembusan nafas lelah tak urung dilakukannya.

 

 

“ada apa?”

 

“tidak

 

“kau masih takut padaku?”

 

“ahh…itu,maaf Hyung

 

“gwenchana,aku bukan pendendam….jadi jangan terlalu serius denganku”

 

“hehehe….mian”

 

 

Ckittt

 

 

Ryeowook menggengam erat seatbeltnya saat Hyukjae mendadak mengerem mobil.”Hyung..

 

“maaf…maaf….aku gugup melihatmu bisa tertawa,-Ryeowook melongo- itu terlihat pas di wajahmu”

 

“….”

 

“Jongwoon Hyung orang yang sangat kaku,kau jangan meniru sifatnya itu arra… “Ryeowook hanya mengangguk mengiyakan.sebenarnya ia merasa bersalah telah membuat namja yang menjemputnya ini kelabakan semalam.

 

 

Di dalam ruangan Jongwoon,dengan canggung Ryeowook mendekati kursi Jongwoon,menyentuhnya tak membuatnya merasa cukup,rasa penasaran membuatnya mendudukkan diri.duduk di kursi yang biasa di tempati Jongwoon membuat senyum Ryeowook terkembang.dalam kesendirian Ryeowook memainkan kursi Jongwoon,berputar tak jelas disana.

 

 

“kau suka?”dan permainan Ryeowook terhenti saat suara Jongwoon terdengar tepat di belakangnya.tergesa Ryeowook hendak bangun,tapi dengan tegas Jongwoon menahan bahu Ryeowook,menyuruhnya tetap disana.”Jessica ssi….kau tau apa yang harus kau kerjakan kan,aku tak mau ada cacat sedikitpun”dan barulah Ryeowook sadar ada orang lain disekitar mereka,dengan ia yang tetap duduk di kursi Jongwoon,sedang Jongwoon sendiri duduk di pinggir meja dengan sebelah kaki masih menapak di lantai.

 

 

Jessica yang awalnya tercengang melihat Ryeowook yang dengan beraninya menduduki kursi Jongwoon semakin tercengang melihat sikap Jongwoon.jika Jongwoon seperti atasannya yang lain dia tak akan ambil pusing,tapi ini Jongwoon,salah satu direktur yang tak suka barangnya tersentuh merelakan begitu saja pada Suami yang bahkan baru dikenal dan dinikahinya.jangan bertanya bagaimana Jessica bisa tau soal hubungan Jongwoon dan Ryeowook,dia bahkan bisa dibilang tau semua tentang Jongwoon,obsesi telah mendarah daging di hatinya.

 

 

“Jessica ssi..

 

“ah,nde Sajangnim”jawab Jessica sebelum pergi ke tempat kerjanya.

 

 

Jongwoon memutar tubuhnya menghadap Ryeowoook saat Jessia telah meninggalkan ruangannya,ditatapnya intens Ryeowook yang menundukkan wajah dengan dua tangan saling mengait diatas pangkuan.

 

 

“apa yang terjadi,kelasmu belum selesai kan?”dengan sabar Jongwoon bertanya,di usapnya lembut pucuk kepala Ryeowook.

 

“Hyung..

 

“Hn”

 

“a-aku…aku pernah membunuh kakakku”tanpa jeda Ryeowook berkata,tatapannya menunduk semakin dalam,tak berani menatap Jongwoon juga menyiapkan diri dengan apapun sikap yang akan di ambil Jongwoon,tekadnya untuk jujur tentang masa lalunya sudah bulat.ia hanya tak ingin jika nanti Jongwoon mengetahui semua kenyataan dari orang lain,seperti teman teman barunya.

 

 

“hn…lalu?”mendengar tanggapan singkat Jongwoon membuat Ryeowook perlahan menengadahkan wajahnya menatap Jongwoon.mata Ryeowook mengerjap mencari kepastian akan tanggapan Jongwoon.”aku senang kau mau jujur Ryeowookie,itu masa lalumu….sekarang kau hidup denganku untuk masa depan kita”

 

“kau tidak akan meninggalkanku Hyung?

 

“tidak”

 

“ada yang kau lewatkan dari ceritamu,katakan yang sebenarnya”ucapan Jongwoon tegas tak terbantah,pelan menarik tangan Ryeowook berdiri,tangannya mengait di pinggang Ryeowook saat ia mendudukkan tubuhnya diatas kursi dengan menarik tubuh Ryeowook ke pangkuannya.”katakan”Ryeowook gelagapan,disatu sisi ia takut Jongwoon membencinya,di sisi lain ia tak bisa menahan rasa senang yang terselip di hati mendapati perlakuan lembut Jongwoon.

 

 

“a-aku pernah merasakan mendekam di penjara selama 6 tahun,1 tahun berikutnya aku habiskan untuk membantu panti tempatku dibesarkan,sebelum mereka menyuruhku hidup mandiri dan aku bertemu denganmu”

 

“hn…lalu”

 

“aku mendapatkan hukuman atas kesalahan yang tak ku lakukan Hyung,Ryeosung Hyung meninggal bukan karna aku yang mencelakainya.hari itu aku berhasil lulus dari SHS di saat umurku masih 15 tahun.aku hidup normal sedang Ryeosungie Hyung….d-dia sering sakit.dia marah saat aku memberitahu kelulusanku….d-dia menghajarku,aku tak tahu darimana dia dapat pisau yang ia arahkan padaku,aku hanya ingin membela diri,tapi sayangnya Ryeosung Hyung terjatuh dan pisau yang digenggamnya menusuk tepat di jantungnya.saat kejadian hanya ada aku….mereka menuduhku dan aku harus menanggung hukuman yang tak kulakukan.aku di vonis seumur hidup,tapi karna kelakuan baikku hakim memberikan keringanan,sampai aku bebas 6 tahun kemudian”

 

 

Tak mendapat tanggapan dari Jongwoon atas ceritanya membuat Ryeowook yang tanpa ia sadari meremas remas telapak tanganJongwoon yang ada digenggamannya menengadah menatap Jongwoon.”Hyung….-panggil Ryeowook memelas.

 

 

“apa kau mau Hyung membuka lagi kasusmu untuk membersihkan nama baikmu?”Jongwoon yang sedari tadi memikirkan kisah Ryeowook yang membuat hatinya dongkol tak terkira bertanya lembut.yang ditanya menggeleng lemah.”ini tak adil bagimu”

 

 

“Hyungku mengharapkan itu….biarlah,toh semua sudah terjadi,hanya saja…kalau mengingatnya aku…..takut Hyung”

 

“itukah yang terjadi saat kau melihat Hyukjae malam itu?”Ryeowook mengangguk.”apa dia saudara kandungmu?”lagi Ryeowook mengangguk.

 

“kau kecewa padaku kan Hyung?”kali ini Jongwoon yang mengangguk,di arahkannya wajah Ryeowook sampai menoleh menghadapnya,saat wajahnya mendekat ke wajah Ryeowook,Ryeowook memejamkan mata,perlahan Jongwoon menyatukan bibir mereka,dengan lembut mengecup dan menyesap bibir Ryeowook.

 

 

“aku kecewa tak ada untukmu saat itu”bisik Jongwoon setelah melepas pagutannya.hati Jongwoon miris mendengar cerita Ryeowook, melihat bagaimana Ryeowook tak sedikitpun meneteskan airmata,bukan karna ia seorang laki-laki tapi lebih kepada rasa lelah atas sebuah tangis,itulah yang bisa ditangkap Jongwoon dari Ryeowook.”aku mempercayaimu”tanpa di duga Ryeowook langsung memeluk Jongwoon,menyerukan kegembiran serta kelegaan hati.

 

 

Lagi Jongwoon membawa Ryeowook dalam pagutan lembut,mengaitkan lidah mereka serta mengeksplore rongga mulut Ryeowook,seperti mengadu batas kesanggupan menahan nafas,sampai kemudian Ryeowook menyerah dan menepuk pelan dada Jongwoon.

 

 

Canggung,Ryeowook berdiri dan berjalan menjauhi Jongwoon.sadar Jongwoon dengan taatapannya mengikuti pergerakannya membuat Ryeowook kelabakan,akhirnya memilih duduk di sofa yang memang tersedia di ruangan Jongwoon.tapi saat pandangan Ryeowook mengedar barulah ia menyadari,seseorang di luar sana,yang ruangannya hanya tersekat kaca transparan,Jessica menatap sengit Ryeowook.

 

 

Ada rasa takut di hati Ryeowook melihat sorot mata penuh kebencian Jessica,hatinya semakin tak tenang,tapi melihat Jongwoon kembali menekuni pekerjaannya membuat Ryeowook tak kuasa mengganggu.memilih menyumpal telinga dengan headset dan merilekskan tubuhnya.

 

 

Begitu tubuhya merasakan guncangan pelan Ryeowook menyadari siang sudah berganti malam,Jongwoon tersenyum lembut mengajaknya pulang.”ayo…

 

 

“aku ketiduran….hehehehe..-Jongwoon balas tersenyum mendapati cengiran tanpa dosa Ryeowook.

 

 

Meski dalam diam tapi mereka menyadari hubungan mereka sudah lebih baik,Jongwoon bersikap lebih santai sedang Ryeowook malu-malu terus berjalan bersama disisi Jongwoon.

 

 

“wow…apa ini sebuah kemajuan pesat?”Hyukjae yang baru akan memasuki pintu mobilnya tercengang melihat Ryeowook dan Jongwoon berjalan bersama dengan lebih santai.membatalkan memasuki mobil,Hyukjae malah mendatangi mereka dengan godaan yang membuat Ryeowook tertunduk malu.

 

 

Ditengah obrolan basi basi mereka Jongwoon menyadari kunci mobil yang dibawa sopirnya.segera saja Jongwoon menghubungi sopirnya,membiarkan Ryeowook dan Hyukjae berbicara tak jelas.

 

 

Saat Jongwoon berbalik berniat menghampiri Ryeowook,sebuah kejadian berlangsung sangat cepat.dimana mobil yang ia sangat tahu siapa pemiliknya melaju kencang kearah Ryeowook,dan sebuah tabrakan tak terelakkan terjadi,menghasilkan tubuh Ryeowook terduduk lemas meratapi kematian Yeoja yang menyelamatkannya.

 

 

Dengan kalap Jongwoon berusaha mengejar mobil pelaku,sementara Hyukjae mendekati Yeoja yang sudah meregang nyawa menyelamatkan Ryeowook.

 

 

“kkkkk….aku tak membunuhnya….Hyung….kkk….bukan aku yang melakukannya…-bersamaan,Jongwoon dan Hyukjae menatap Ryeowook,meneliti keadaannya.

 

 

Tawa Ryeowook menggema disertai gumaman tak jelas,berulang kali Jongwoon berusaha menyadarkan Ryeowook sampai ambulance datang membawa mayat Kristal yang menolong Ryeowook dari tabrakan mobil yang dikendarai Jessica.Jongwoon ketakutan,Ryeowook sudah pernah mengalami tertuduh atas perbuatan yag tak dilakukannya sekali,dan sekarang….hal yang lebih buruk terjadi lagi.

 

 

“Ryeowookie….tenanglah,ini aku,aku tak akan membiarkanmu menderita lagi….kumohon tenanglah…”bujukan Jongwoon sama sekali tak mempan,sampai dengan sangat terpaksa Jongwoon dan Hyukjae membawa Ryeowook ke Rumah Sakit.

 

.

.

.

.

 

Beberapa waktu berlalu,

 

Jongwoon tak bisa melakukan sesuatu saat melihat Ryeowook terbaring di atas ranjang dengan tatapan menerawang dan tangan yang terikat memeluk tubuhnya sendiri.berbagai macam cara telah di coba Jongwoon,tak ada niat meninggalkan Ryeowook di Rumah sakit Jiwa seperti sekarang,tapi apa daya dia belum sepenuhnya bisa menangani Ryeowook yang bisa menyakiti dirinya sendiri tanpa pengawasan sementara ia belum bisa membagi waktu dengan pekerjaannya.

 

 

Tapi semua akan membaik setelah ini,Jongwoon telah membulatkan tekad meninggalkan pekerjaannya.cinta yang baru disadari telah mengisi hidupnya membuat keputusan Jongwoon semakin teguh.sudah cukup ia membiarkan Ryeowook tertawan di Rumah Sakit Jiwa.

 

 

“Ryeowookie….Hyung datang menjemputmu”bisik Jongwoon pelan.mata Ryeowook terbuka dengan pandangan kosong membuat rasa bersalah menyeruak dalam hati.menyesali dirinya yang tak bisa menjaga Ryeowook,cintanya.

 

 

“maaf….Hyung tak seharusnya membiarkanmu berada disini,sekarang Hyung tak akan membiarkanmu tinggal disini,kita pulang ne”dengan sabar Jongwoon mendudukkan tubuh Ryeowook,menggendongnya untuk dibawa pulang.

 

 

Tak ada reaksi apapun dari Ryeowook meski mereka sudah sampai di Rumah,tangan Ryeowook sudah tak terikat.Jongwoon sangat menyesal saat pertama kali membuka ikatan dan mendapati lebam di lengan Ryeowook.

 

 

Dalam hati Jongwoon berjanji ini kali terakhir ia membiarkan Ryeowook terluka,meski kejiwaan Ryeowook terganggu,Jongwoon berjanji untuk tak meninggalkannya.

 

 

End

Stay With Me ‘A’ twoshoot

IMG_20141101_122237

 

Stay With Me

 

YeWook

 

 

@mie2ryeofishy

 

 

a/n : Holla…ini FF terbaruq setelah sekian lama gak apdet sesuatu-ngomong apa saya-dan ini Yewook kawan2/nyengir.btw,FF ini q buat special untuk Narji/Nadyaa my babehh,Unni Q tercinta ci Poppy + my Little dongsaeng yang berisik gak ketulungan ci Iyun…..enjoy ^^

 

.

.

 

 

Sebuah pernikahan yang terjadi bukan atas dasar cinta maupun keterpaksaan.semua yang terjadi atas dasar saling membutuhkan,dimana dua orang laki laki terpaksa menikah demi kepentingan masing-masing.

 

 

Kim Jongwoon/27th ,berasal dari Jepang, bekerja di perusahaan besar Korea,nasibnya yang bisa di Deportasi sewaktu waktu dari Korea membuatnya mengambil keputusan untuk menikah,hanya dengan menikah ia memiliki satu alasan agar Korea tidak mendeportasinya.

 

 

Kim Ryeowook/22th ,warga asli Korea.hidupnya penuh dengan kedramatisan.dari mulai kehilangan keluarga,masuk panti asuhan sampai hampir menjadi gelandangan kalau saja ia tak menerima ajakan menikah Jongwoon.

 

.

.

.

 

menjalani hidup dengan orang yang baru dikenal memang membuat dia tak nyaman,Ryeowook berusaha menikmati hidupnya meski dengan status yang sekarang ia sandang.Jongwoon bukan laki laki jahat,ide untuk menikah dengan sesama jenis memang terdengar gila,tapi ini Korea….negara yang mengijinkan pernikahan sesama jenis(ngarang).

 

 

Yang dia tahu selama ini dia bukan gay,tapi ia pun tak pernah merasakan indahnya cinta,bulshit memikirkan hal seperti itu kalau hidupnya sendiri penuh dengan berbagai macam halangan.menikah dengan Jongwoon sangat di syukuri Ryeowook. dari yang ia tahu tentang Suaminya itu,Jongwoon type laki-laki yang tidak tahan terlalu lama berdekatan dengan wanita.

 

 

Seperti biasa,sejak pernikahan mereka satu minggu lalu.Ryeowook dengan rutinitas paginya selalu menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.Jongwoon bukan type pemilih makanan,tak banyak berkomentar tentang rasa masakan yang di suguhkan Ryeowook,karna pada dasarnya Jongwoon memang jarang sekali bicara jika tak penting.

 

 

“pagi…”dengan setelan lengkap dan tas jinjing di tangan kirinya Jongwoon mendekat,langsung duduk di meja makan menunggu Ryeowook bersiap menemaninya sarapan.

 

“pagi…”Ryeowook baru menjawab saat ia sudah duduk di depan Jongwoon,melayani Jongwoon sudah menjadi tugasnya.”Hyung….tentang permintaan izin ku semalam,apa aku boleh…

 

“tidak,kau tidak akan bekerja selama aku menjadi Suamimu”

 

“….”tak ada yang terucap dari bibir tipis Ryeowook saat Jongwoon dengan tegas menolak permintaannya,tak ada juga keinginan untuk membantah.

 

“kalau kau mau kuliah aku yang akan membiayaimu….kau tanggung jawabku”

 

“Hyung….

 

“hari ini tetaplah di rumah,Asistenku yang akan mengurus semuanya….”

 

“nde…”

 

 

Hingga pada akhirnya mereka melajutkan sarapan dalam diam.

 

.

.

.

 

Menuruti keinginan Jongwoon yang memang tak terbantahkan,Ryeowook duduk bersila di kursi malas depan perapian.berkali kali menguap namun enggan menutup mata atau beranjak dari tempatnya.pikirannya melayang ke malam sebelumnya saat dengan takut ia mengutarakan keinginan untuk bisa melajutkan pendidikan yang di impikannya.

 

 

Malam itu Jongwoon yang baru merebahkan diri di ranjang,langsung berjengit dan menutup mata enggan menjawab.pikirannya melayang kembali ke malam pertama mereka,tak pernah ada sentuhan intim.Jongwoon memperlakukannya dengan baik,sekedar mencium keningnya sebelum tidur.meski sangat akward saat melakukan sesuatu serta tidur di ranjang yang sama,tapi Jongwoon dengan tegas menolak keinginannya untuk menempati kamar kecil di sebelah kamar Jongwoon.bisa di bilang hidup mereka selama satu minggu menikah hanya mengulang kegiatan yang sama,monoton tepatnya.

 

 

“apa benar ini yang terbaik untukku?”gumam Ryeowook,ingatannya lalu berputar semakin jauh ke kejadian yang mempertemukan mereka.

 

 

Saat itu salju pertama di musim dingin mulai turun.dia yang baru keluar dari Panti asuhan saat usianya genap 22 tahun hanya berdiri kebingungan di taman kota,memang usianya sudah cukup untuknya memulai hidup mandiri,tapi salahkan pergaulannya yang hanya sebatas kamar dan sekolah serta tempat mengerikan yang tak ingin lagi diingatnya,tak ada pengalaman,tak ada uang,dan tak ada tempat tinggal.

 

 

Setelah 2 hari luntang lantung menghabiskan uang saku yang diberikan kepala panti,berakhirlah dia di tepi jalan tol yang membuatnya bingung.kendaran dengan kecepatan di atas rata rata semakin membuatnya kebingungan.lalu setelah melalui waktu yang lama berluntang lantung di pinggir Tol mobil yang dikendarai Jongwoon melintas,sempat berjalan mundur untuk menghampirinya.

 

 

“kau tersesat?”kata pertama yang diucapkan Jongwoon waktu itu.

 

“a-aku…

 

“ku antar pulang,ikutlah denganku”

 

“tidak,panti sudah menyuruhku keluar dari sana”

 

“hm,kau tidak punya tempat tinggal?”

 

“…..”

 

“menikahlah denganku,aku akan memperlakukanmu dengan baik jika kau mau”

 

 

Masih sangat teringat jelas dalam ingatan,aku yang memang tak memiliki tempat tujuan memilih ikut bersamanya,dia menikahiku 1 minggu setelahnya dan beginilah hidupku.

 

 

“aku pulang,kau melamun lagi?”suara Jongwoon membuatku terlonjak,kurasakan Jongwoon memelukku dari belakang,membantuku berdiri dan membawaku ke dalam kamar.” kau tak perlu menungguku,tidurlah jika kau sudah mengantuk”

 

“kenapa kau tidak menghubungiku,aku menunggumu,tak seharusnya aku tidur saat aku tak mendapat kabar apapun tentangmu”tercekat,tentu saja ini yang pertama aku memprotes Jongwoon Hyung,tapi ku lihat dia tersenyum dan membenarkan posisi tidurku.

 

“maaf,aku tak akan melakukannya lagi,aku akan menghubungimu lain kali”apa yang bisa ku lakukan,hubungan kita tak pernah ku tahu apa arti sebenarnya,apakah seperti ini hubungan Suami Istri yang sebenarnya.aku tak terlalu mengenalnya,aku pun tak memiliki keberanian untuk mempertanyakan hal hal yang membuatku semakin bingung.

 

.

.

.

 

Di dalam sebuah ruangan elegan yang di dekorasi sesuai keinginan sang pemilik,Jongwoon duduk tenang mempelajari laporan yang baru saja sampai ditangannya.mengabaikan sekretaris sexy yang setiap saat selalu mencuri pandang kearahnya.didepannya duduk manager divisi yang membantu semua pekerjaannya.

 

 

“apa ini yang terbaik?kau yakin?”

 

“ayolah Hyung,kau tau aku…aku tak suka bermain main dengan pekerjaanku”

 

“baiklah,lakukan semua prosedur yang tertulis disini,bagaimanapun tender ini harus menjadi milikku”yang di ajak bicara menyeringai senang,proposalnya disetujui oleh atasan sekaligus sahabat yang selama ini bekerja dengannya.Lee Hyukjae berhighfive sendiri merayakan kesuksesannya,sementara Jongwoon hanya mendengus pelan.

 

 

“Hyung…menikah membuatmu lebih santai,tapi aku masih heran…

 

“hm”

 

“kenapa kau malah menikah dengan dia yang tak kau kenal sama sekali,sedang sekretaris sexymu itu selalu mengharap bisa mendampingimu”

 

“haruskah aku menjawab,kau tau ini terlalu…

 

“aku hanya tertarik Hyung,bagaimanapun Ryeowook itu….sangat polos,dia seperti malaikat suci yang terdampar di kehidupan yang penuh aura suram…kau tahu?”Hyukjae mengedip jenaka kearah Jongwoon,dibalas pelototan yang membuatnya tertawa menang.

 

“aku menyukainya saat pertama kali aku menatap matanya,aku tertarik padanya saat pertama kali ku genggam tangannya,tapi aku selalu takut…

 

“takut?”

 

“hn…dia terlalu polos dan murni,aku takut menyakitinya”

 

“apa kalian sudah melakukannya?”Hyukjae mengedip nakal,jarang jarang Jongwoon terbuka tentang perasaannya.

 

 

Dengan kedua tangan mengepal di atas meja kerja,Jongwoon menatap jengkel Hyukjae.”sudah kubilang,aku takut menyakitinya,jika kau mengira aku menikahinya hanya untuk seks…..kau salah,aku bahkan terlalu takut dia akan terluka karna sikap dan tindakanku,aku selalu berhati hati,dan kuharap dia nyaman berada di sisiku”Hyukjae melongo,benarkah Jongwoon yang baru saja berbicara panjang lebar dengannya,ini kasus langka,tapi sorot mata penuh kasih dimata Jongwoon membuat Hyukjae tersenyum senang.

 

 

“bukankah hari ini dia mulai kuliah?”

 

“hn”

 

“jangan lupa untuk menjemputnya”sekali lagi Hyukjae mengerling jahil,berniat menggoda Jongwoon sebelum sekretaris sexy Jongwoon menyela pembicaraan mereka.

 

“Sajangnim…meeting hari ini di Hotel Seoul,kita harus berangkat sekarang”

 

.

.

.

 

“kau baru mulai Kuliah di umur 22 tahun ini Hyung,wow….kemana saja kau selama ini?”Haekyeon terperangah saat kelas pertama belum mulai dan ia bertemu dengan namja yang belum pernah ia temui berada di kelas yang sama dengannya.

 

 

Ryeowook yang ditanya oleh beberapa mahasiswa merasa canggung,kemampuan bersosialisasinya sangat payah,bahkan untuk menjawab pertanyaan mahasiswa lain ia masih ragu.”a-aku….dirumah”sontak beberapa namja yang berada dalam jarak dekat dengannya tersenyum geli,Ryeowook sungguh polos,membuat beberapa mahasiswa tertarik mendekatinya.

 

 

“Hyung….kenapa memilih fakultas kedokteran?”Hyungshik,namja pertama yang dikenal Ryeowook sejak ia menginjakkan kaki di dalam kelas bertanya,penasaran.

 

“ini mimpiku”jawaban singkat Ryeowook membuat yang lain kembali tersenyum geli,beberapa di antara mereka merangkul ringan Ryeowook sebagai ucapan selamat datang.

 

 

Ryeowook mengedarkan pandangan ke seluruh ruang kelas,ia sama sekali tak menyangka akan mendapat perlakuan menyenangkan dari teman-teman barunya.

 

‘jongwoon Hyung,gomawo’gumam Ryeowook penuh syukur.

 

.

.

.

 

Matahari sudah hampir tenggelam sempurna tapi Ryeowook masih duduk di halte menunggu Jongwoon yang berjanji menjemputnya.sebenarnya ia bisa pulang sendiri,tapi ia takut membuat Jongwoon kecewa.menghubungi Jongwoon ia tak berani,takut jika Suaminya itu dalam meeting penting.

 

 

Kampus sudah sangat sepi,Hyungshik yang tadi bersamanya dari kampus sampai ke halte ini sudah pergi,tinggalah dia duduk di halte sendiri sambil menatap lalu lalang mobil yang melintas di hadapannya.

 

 

Selang satu jam kemudian Marcedes hitam metalik menepi didepannya,dari arah kemudi keluar seorang laki laki yang langsung membuka pintu belakang mobil,Ryeowook memiringkan kepala untuk melihat penumpang di kursi belakang.saat itulah pandangannya bertemu dengan Jongwoon yang melambai kearahnya.tanpa pikir panjang Ryeowook langsung masuk dan duduk di sisi Jongwoon tanpa menyadari seorang lain yang duduk tepat di depannya.

 

 

“Sajangnim….meeting kita masih berlanjut seusai makan malam,apa harus kita memulangkan dia kerumah anda”Ryeowook terkejut,suara Yeoja di depannya terdengar sangat sinis sambil melirik kearahnya. Jongwoon tak menggubris sama sekali,setelah Ryeowook duduk disebelahnya dia langsung menggenggam tangan Ryeowook,menciumnya.

 

 

“maaf,aku membuatmu menunggu lagi”ucap Jongwoon dengan nada penuh penyesalan,sama sekali tak menghiraukan gerutuan sekretaris yang masih berusaha membuat Jongwoon memerhatikannya.Ryeowook yang menyadari keganjilan Yeoja yang tak ia kenal mengerling bingung.

 

“Hyung….antar aku pulang saja ne?”pinta Ryeowook,hatinya tak tenang melihat lirikan sinis yeoja di depannya.

 

“tidak,meetingku tidak akan lama….kau ikut denganku”

 

“tapi Sajangnim….

 

“kita makan malam dulu,setelahnya tunggu aku di kamar hotel arra”Ryeowook sempat melirik kearah yeoja yang ia duga sekretaris Jongwoon yang kini terperangah mendengar ucapan Jongwoon sebelum ia mengangguk mengiyakan.”bagaimana harimu?”

 

 

Sekali lagi Ryeowook melirik sekretaris yang sekarang sudah focus dengan dokumen di tangannya,Ryeowook bisa merasakan jika sekretaris Jongwoon pasti menyimpan rasa pada Suaminya itu.ada rasa tak tenang dihatinya saat berpikir kebersamaan Jongwoon dan sekretarisnya setiap berada di kantor atau dalam perjalanan bisnis seperti sekarang.”menyenangkan Hyung,aku menyukai teman teman baruku”

 

 

“syukurlah”ucap Jongwoon,lalu detik berikutnya focus pada ponsel yang ia utak atik.suasana mendadak sepi,Ryeowook bolak balik menatap sopir yang tak bersuara sama sekali dari awal,sekretaris Jongwoon yang masih sibuk dengan laporan juga Jongwoon yang sibuk dengan ponselnya.kantuk menyerangnya yang sama sekali tak memiliki kesibukan.

 

 

 

Selang beberapa menit mobil berhenti di depan sebuah Hotel megah,Jongwoon melirik Ryeowook yang tertidur sambil bersandar di bahunya.

 

“Sajangnim apa kita akan…

 

“pesan satu kamar untukku,katakan pada Hyukjae untuk menemuiku setelah makan malam”perintah Jongwoon tak terbantah.

 

 

Jongwoon menimang apa ia harus membangunkan Ryeowook atau menggendong masuk,tapi melihat betapa ramainya lobby Hotel ia segera mengurungkan niatnya,bukan karna ia merasa malu menggendong Ryeowook masuk ke dalam.tapi ia tak mau Ryeowook di anggap tak pantas bersamanya.

 

 

“Ryeowookie….bangunlah,kita sampai”bisik Jongwoon sambil mengusap lembut pipi Ryeowook.

 

 

Ryeowook yang dasarnya sensitive langsung berjengit kaget,menarik kepalanya dari bahu Jongwoon sambil mengucek kasar matanya.”H-Hyung…aku…

 

“hn,ayo masuk”

 

 

Di dalam kamar Hotel,Ryeowook yang sudah selesai mandi menunggu Jongwoon sambil mengutak atik ponselnya.ia sudah terlalu hafal Jongwoon selalu membutuhkan waktu yang lama untuk mandi,jadi daripada mati bosan dia lebih memilih bermain game ponsel sambil tiduran.

 

 

 

Suara pintu yang diketuk membuat Ryeowook mempause gamenya,berjalan cepat membuka pintu.

 

“annyeong….”seorang laki laki yang ia tau ikut menghadiri pernikahannya tersenyum ramah,tangannya terulur menunggu balasan.”Lee Hyukjae imnida….bangapta”

 

“a-anu…ehm…Kim Ryeowook imnida”

 

“persis seperti apa yang diceritakan Jongwoon Hyung”

 

“ne?”bingung Ryeowook yang tak mengerti maksud ucapan Hyukjae.

 

“bukan apa apa….boleh aku masuk?”

 

“i-itu…Jongwoon Hyung sedang mandi…a-aku..

 

“tenanglah,aku sahabatnya,dia tak akan marah karna kau mengijinkanku masuk”sambar Hyukjae,tanpa permisi melenggang masuk melewati Ryeowook yang masih tercengang di ambang pintu.

 

 

Beberapa menit dihabiskan Ryeowook dengan duduk gelisah didepan Hyukjae yang mencoba mengajaknya berbicara.saat Jongwoon membuka pintu kamar mandi,segera Ryeowook menghampirinya,sungguh ia sangat takut Jongwoon salah paham karna membiarkan seseorang masuk tanpa izin Jongwoon.

 

 

Mengetahui pemikiran Ryeowook,Jongwoon merangkul lembut tubuh Ryeowook menenangkan.setelahnya membawa Ryeowook menemui Hyukjae lagi.”bukankah sudah ku bilang kita bertemu seusai makan malam”Jongwoon berkata setelah duduk di depan Hyukjae dengan Ryeowook di sebelahnya.

 

 

“aku ingin berkenalan dengannya Hyung”Hyukjae menjawab sambil mengerling jenaka kearah Ryeowook,yang ditatap gelagapan dengan tangan yang memegang erat ujung jass Jongwoon.

 

“tidak apa,dia temanku,dia tidak akan menyakitimu”Hyukjae menganga tak percaya mendengar ucapan Jongwoon,ia sama sekali tak mengira Ryeowook takut karnanya.

 

“Hyung dia…

 

 

Pegangan Ryeowook mengetat di jass Jongwoon,membuat Jongwoon ikut terperangah,dia hanya tau sedikit tentang Ryeowook,dan melihat Ryeowook mendadak ketakutan seperti ini membuatnya bingung.”kau kenapa eoh?dia temanku….kau sudah berkenalan dengannya kan?”Ryeowook mengangguk,tapi menolak melepas pegangannya di jass Jongwoon meski Jongwoon berusaha melepaskan.

 

 

“hey….aku tidak menggigit kok”candaan Hyukjae malah membuat Ryeowook memejamkan mata erat.Jongwoon kelabakan sementara Hyukjae merasa bersalah meski ia tak yakin melakukan kesalahan.

 

 

“kau kenapa….Ryeowookie,bicaralah?”

 

“a-aku tidak bersalah….d-dia yang menyerangku lebih dulu….a-aku tidak…Kumohon”Jongwoon dan Hyukjae tercekat,apa maksud ucapan Ryeowook, tubuhnya bergetar hebat seakan takut pada suatu hal.

 

 

Disaat Jongwoon dan Hyukjae kebingungan menenangkan Ryeowook,ponsel Jongwoon berdering.diseberang sana Jessica/Sekretaris, mengingatkan meeting penting yang akan segera di mulai.Jongwoon makin kelabakan,belum lagi melihat Ryeowook yang semakin menyedihkan.

 

 

“Ryeowookie….tenanglah,kau kenapa?apa yang terjadi?”

 

“Hyung….meeting akan segera di mulai,kalau kau tak hadir posisimu akan terancam,sebaiknya kau pergi….aku akan menjaganya”

 

“tidak,aku tak akan tenang,Ryeowookie….dengarkan Hyung,kau kenapa?”

 

“Hyung….kalau posisimu terancam kau akan segera di deportasi dari Negara ini”dalam hati Jongwoon mengumpat kebenaran yang diucapkan Hyukjae,dengan berat hati setelah mencium kening Ryeowook yang masih menolak membuka mata Jongwoon beranjak pergi,meninggalkan Ryeowook yang masih ketakutan akan hal yang tak ia tau.

 

 

“Ryeowook’ah….dengarkan Hyung,apa yang terjadi…apa aku berbuat salah?jangan seperti ini,kau tidak lihat Jongwoon Hyung sangat panic”masih dengan tubuh bergetar dan mata tertutup Ryeowook mencoba menstabilkan deru nafas.perlahan membuka mata dan menatap Hyukjae .

 

 

“kau bukan Hyungku kan?”Hyukjae tersentak,dahinya mengernyit bingung.

 

“apa maksudmu”

 

Setelah berhasil menstabilkan getaran di tubuhnya Ryeowook kembali mencermati Hyukjae.”maaf….aku kira Hyung tadi-Hyukjae menatap intes Ryeowook,menunggu lanjutan kalimatnya- hyungku”

 

“memang kenapa kalau aku Hyungmu?aku tak masalah kalau kau menganggapku..

 

“tidak…tidak…kau bukan Hyungku,tolong jangan jadi Hyungku….kumohon jangan sakiti aku”mulut Hyukjae terkunci rapat oleh seruan Ryeowook,ia menyesali semua ucapannya.

 

“baiklah,maaf…sekarang anggap aku temanmu….tenangkan dirimu Ryeowook’ah”

 

“maaf….tidak seharusnya aku..

 

“tak apa,kau mungkin memiliki kenangan buruk dengan seseorang dimasa lalumu,tenangkan dirimu….kau mau ku antar ke ranjangmu,sebaiknya kau istirahat sambil menunggu Jongwoon Hyung kembali”Ryeowook mengangguk,lantas berjalan menuju ranjang.

 

 

Saat Jongwoon kembali ke kamar,Ryeowook tertidur dengan wajah pucat dengan Hyukjae yang menemaninya.Jongwoon terduduk di lantai mensejajarkan wajahnya dengan wajah Ryeowook.”ada apa denganmu….bisakah kau membagi bebanmu padaku?”bisik Jongwoon.

 

 

Tak mau mengganggu,Hyukjae memilih keluar setelah memesan makanan untuk Ryeowook.

 

.

.

.

 

Sampai pagi menjelang Jongwoon yang tak beranjak sedikitpun dari sisi Ryeowookmengerjapkan mata saat tau Ryeowook tak ada ditempatnya.kemudian bunyi kucuran shower di dalam kamar mandi membuat Jongwoon lega,kembali bergelung dengan selimutnya.

 

 

Suara pintu diketuk bertepatan dengan keluarnya Ryeowook dari dalam kamar mandi. dengan kimono yang menutupi tubuhnya Ryeowook berjalan cepat menuju pintu,tak ingin Jongwoon yang masih terlihat lelah terbangun.di depan pintu Jessica berdiri dengan menatap sengit Ryeowook,tangannya mengulurkan kantong kertas berisi pakaian.tanpa berkata sekretaris jongwoon itu langsung melangkah pergi,mengabaikan tatapan bingung Ryeowook.

 

 

“siapa?”Jongwoon yang duduk di pinggir ranjang bertanya.

 

“yeoja kemarin….dia mengantar pakaian”

 

“oh,Jessica…dia sekretarisku,bagaimana keadaanmu?”

 

“baik Hyung,maaf membuatmu susah semalam”

 

“kemarilah –tangan Jongwoon melambai memanggil Ryeowook dan menepuk tempat disebelahnya,menggapai sisi wajah Ryeowook dan mencium lembut keningnya- pagi…”

 

“pagi..”dalam hati Jongwoon merasa lega melihat senyum tipis Ryeowook untuknya.

 

“keberatan jika Hyung ingin tahu apa yang sebenarnya membuatmu seperti semalam?”tanya Jongwoon.

 

 

Iris Ryeowook berputar tak tenang,ia takut,gugup,dan canggung.ini mengenai masa lalu tersuramnya,haruskah ia bercerita?bagaimana jika nanti Jongwoon membencinya.

 

 

“jangan menutupi apapun dariku Ryeowookie…aku Suamimu,jelaskanlah”desak Jongwoon,sama sekali tak memberi peluang Ryeowook menghindar.

 

“a-aku tidak mau Hyung….a-aku…k-kau pasti akan mengurungku seperti mereka..a-aku…

 

“tunggu,mengurungmu?siapa yang tega melakukan hal seperti itu padamu”detik berikutnya Jongwoon tercengang melihat Ryeowook duduk bersimpuh dihadapannya.

 

 

 

 

Tbc