Luv ~ Part III

CYMERA_20150106_204441

 

HunWook

@mie2ryeosom

Support Cast : Kim Minseok,Jung Yunho,Lee Sungmin n Other

Rated              : T

Genre              : Romance

Warn               : YAOI,OOC,TYPO

a/n                   : guys berhubung mungkin sebagian dari kalian tahu kalo Sehun itu cadel,disini juga seharusnya demikian . tapi karna kemalasnku mengetik kecadelan Sehun dalam mengucap hurf S jadi anggep aja Sehun cadel ato minimal anggep saja saya nulis kecadelan Sehun juga disini/disambit readers. abaikan ke extrem’an saya yg membuat pair sesuka hati,jadi saya wajar saja kalo ff ini sdikit peminat. toh ff ini saya dedikasikan untuk diri sendiri yang emang ngefans abis sma dua cast utma di fict ini. tapi bagi yang berminat baca seeggaknya kalian hargai karya tak jelas saya,terima kasih.

.

.

.

“Hae Hyung pasti memaksamu, Aku bisa pergi sendiri Ku rasa”

 

 

“Sebegitu buruknya kah Aku di matamu?”

 

Oh Sehun berdiri berhadapan dengan Ryeowook di depan pintu dorm Super Junior. Lupakan kejadian beberapa jam lalu dimana Donghae mengacaukan hari liburnya, mengakhiri niat bermalas-malasan sepanjang hari hanya untuk memenuhi keinginan Donghae datang ke Konsernya. Salahkan Donghae yang tak menjelaskan secara rinci dengan siapa dia akan datang, hanya berpesan menyuruhnya mengunjungi dorm sebelum berangkat. Lalu Sehun menginjakkan kaki di depan dorm Super Junior beberapa menit lalu dengan Ryeowook yang membukakan pintu menggunakan baju casual yang mejadi trendmarknya.

 

 

“kalian sudah akan berangkat” dan Heechul entah darimana muncul di antara mereka lengkap dengan penyamaran seperti biasa sebelum meninggalkan dorm. “Sehun eh….tidak buruk. Ryeowookie, Kau harus bercerita bagaimana konyolnya mereka nanti ok” lalu Heechul pergi begitu saja.

 

 

“sebaiknya kita pergi sekarang kalau Sunbae masih mau datang bersamaku”

 

Ryeowook masih bergeming beberapa detik sebelum berjalan meninggalkan Sehun yang memilih tetap berdiri di depan pintu. Beberapa menit berlalu, tapi Sehun berusaha tidak mengeluh, berdiri di depan pintu tanpa di persilahkan membuatnya enggan beranjak barang sesenti pun. Baru beberapa menit kemudian Ryeowook keluar lengkap dengan penyamarannya. “Ayo”

 

 

Awalnya Ryeowook berpikir mereka akan pergi dengan mobilnya, atau paling tidak Sehun membawa Van Exo dengan managernya ikut serta. Tapi apa yang terlihat di depannya sangat jauh dari perkiraan. Dan dengan polosnya Ryeowook bertanya mengutarakan ke tidak yakinannya. “Kau bisa mengemudi?” alis Sehun bertaut tanda protes. Sehun dan mobil sport merahnya membuat Ryeowook menyerukan tanda tanya besar akan nasib hidupnya beberapa menit ke depan. “Aku masih harus record sukira, kau yakin Aku masih hidup sampai detik itu” lanjut Ryeowook yang sukses di acuhkan Sehun karna Namja itu tanpa di sadari sudah mendorong tubuh Ryeowook memasuki mobilnya.

 

“Kalaupun kita tidak akan selamat nanti Aku cukup bersyukur pernah bersamamu berada dalam mobilku” Ryeowook siap menyela mendapati kalimat ambigu Sehun. Namun urung terucap ketika melihat Sehun menghidupkan mesin .  berusaha untuk tidak  berpikir buruk lagi, lebih baik dia berdoa daripada mati dengan penuh dosa, pikir Ryeowook ngelantur.

 

 

Ryeowook bergidik ngeri membayangkan dirinya berjubel di antara sekian banyak elf tanpa pengawalan. Bukan maksudnya berpikir buruk pada fans , hanya saja Ryeowook masih sayang nyawa jika beberapa di antara mereka siap melancarkan aksi cubit sana cubit sini,  berakhir dengan Ryeowook memilih tetap berada di backstage, menonton berlangsungnya acara dari sana. Sehun tidak sedikit pun beranjak meninggalkannya, meski diam tapi Ryeowook yakin namja itu masih berada di sekitarnya walau beberapa kali Ryeowook juga menangkap obrolan Sehun dengan beberapa staff yang dikenalnya.

 

 

Empat lagu telah di nyanyikan saat Ryeowook bersiap pergi, langkahnya di tahan Donghae yang mengajaknya berfoto sebagai bukti kedatangannya . Berpikir Sukira tak bisa menunggu lebih lama lagi Ryeowook langsung melesat setelah sesi foto selesai, sama sekali tidak menyadari Sehun berjalan mengikutinya.

 

 

“mobilku disana Hyung, Ayo” Ryeowook masih tidak menyadari keberadaaan Sehun sampai suara Sehun terdengar begitu dekat dengannya. Belum sempat menjawab, tangan Sehun sudah menuntunnya kembali memasuki mobil.

 

 

Perjalanan pulang-pergi yang amat canggung sama-sama di rasakan Sehun dan Ryeowook. Tidak ada obrolan ringan atau apalah. Mereka hanya berpikir tidak mau mengganggu satu sama lain.

 

 

Mobil merah metalik itu sudah memasuki area parkir gedung KBS . Ryeowook sudah akan keluar jika saja Sehun tidak menahan lengannya. “Aku akan menunggumu disini….Hyung” Ryeowook cengo sebentar lantas tak mau ambil pusing melangkah meninggalkan Sehun setelah menggumamkan terima kasih yang sangat kaku.

 

.

.

.

.

 

Record sukira sudah berakhir satu jam lalu, meeting dengan beberapa staff membuat Ryeowook tertahan satu jam lamanya. Menjelang tengah malam, Ryeowook menatap kegelapan yang terhampar di luar bangunan, lalu lalalng kota Seoul masih belum surut, semakin ramai tentu saja. Kehidupan malam baru saja akan di mulai, mungkin bar dan cafe mulai ramai di jam-jam  malam.

 

 

Langkahnya pelan, mencoba menikmati kesunyian. Tidak biasanya dia pulang tanpa teriakan elf yang menuggunya ke luar gedung. Mungkin mereka telah bubar usai sukira tadi. Jadi jangan salahkan Ryeowook kalau dia juga berpikir mungkin orang itu juga sudah pergi, mengira dirinya sudah pergi bisa saja terjadi. Lalu Ryeowook meraih ponsel, berniat menghubungi manager untuk menjemputnya saat iris caramelnya menatap mobil merah tetap berdiri angkuh di apit dua van  yang berjajar di kanan kiri.

 

 

Langkah Ryeowook mulai dipercepat, ingin memastikan benarkah dia menunggunya. Dan benar saja, dia tertidur di dalam mobil, tapi masih bertahan menunggunya.

 

 

Dok dok…

 

“Sehun’ah…” tidak ada jawaban, rupanya tidur Sehun benar-benar pulas. Ryeowook menggeleng tak habis pikir.

 

 

Dok dok dok

 

“Sehun…Oh Sehun…” yang di dalam mobil menggeliat kecil, lalu sepasang iris kelam itu menatapnya sendu. Ryeowook menjauhkan wajahnya yang beberapa detik lalu berada cukup dekat dengan kaca mobil . Menunggu nyawa Sehun terkumpul beberapa detik kemudian, sampai Sehun membuka kaca mobil.

 

 

“sudah selesai Hyung?” tanyanya dengan suara serak khas orang bangun tidur. Ryeowook mengangguk, lalu berjalan memutar kearah berlawanan dimana Sehun membuka pintu dari dalam. “masuklah”

 

“Kenapa masih menungguku, Kau tidak perlu..

 

“Hanya ingin menunggumu Hyung” sela Sehun sebelum ucapan Ryeowook menjadi semakin panjang dan menambah rasa pusing efek tidur dengan posisi tidak nyaman.

 

“Kenapa?”

 

“Apanya?”

 

“Menungguku”

 

“Hanya ingin”

 

“….” Sehun menunggu Ryeowook yang seperti akan bertanya lagi, tapi yang di tunggu tetap diam. Sampai Sehun mulai menyalakan mesin mobil, perlahan meninggalkan area parkir.

 

 

Seperti yang Ryeowook duga sebelumnya, kehidupan malam kota Seoul baru di mulai. Terlihat dari berjejernya pedagang kaki lima di sepanjang jalan yang mereka lalui. Perutnya mulai memprotes melihat aneka jajanan berderet di sepanjang trotoar. Dari tulisan di kap mobil yang berjejer Ryeowook tau jajanan apa saja yang mereka jual. Sialnya perutnya siap berbunyi kapan saja meminta di jejali salah satu dari makanan yang berjejer.

 

 

“Mau makan apa Hyung?” sial- Ryeowook mengutuk dalam hati, kenapa Sehun harus menawarinya. Program diet ketatnya akan hancur kalau sampai dia menjawab tawaran Sehun. “Ddoekbokki itu sepertinya pas untuk menghilangkan kantukku” lanjut Sehun, lalu tanpa persetujuan Ryeowook menepikan mobilnya. Mau protes pun percuma, toh ini memang mobil Sehun, batin Ryeowook miris mengenang pola dietnya yang terancam.

 

 

Ryeowook hanya menatap dalam diam Sehun yang memakai jaket tebal berhoodie yang langsung digunakan menutupi kepalanya. “ini sudah terlalu larut untuk fans berkeliaran, ku rasa tidak perlu memakai penyamaran seperti biasa” ucap Sehun sebelum membuka pintu mobil. Ryeowook masih diam enggan mengikuti langkah Sehun. Meski begitu ketika melihat Sehun menerima satu box penuh Ddoekbokki dengan susah Ryeowook menelan keinginan berlari menghampiri Sehun. “sial”

 

 

Dok dok

 

 

Ryeowook mengakhiri sesi lamunannya, terperanjat melihat Sehun yang beberapa detik lalu masih berdiri di sisi mobil penjual Ddoekbokki sekarang malah berada di balik pintu mobil dekat dengannya. Dalam benaknya Ryeowook masih sempat berpikir kenapa Sehun tidak masuk saja ke tempatnya semula, namun lamunannya kembali di interupsi ketukan di kaca mobil. Sempat gelisah melihat Sehun berada dekat dengannya namun Ryeowook tetap membuka dengan malas kaca mobil.

 

“Ap…emm..”ucapan Ryeowook terhalang Ddoekbokki yang tiba-tiba saja sudah memenuhi mulutnya. Sehun si pelaku terkekeh ringan lalu menyuapi dirinya sendiri.

 

“kalau lapar makan saja Hyung”

 

Canggung tentu saja, perlahan Ryeowook mulai mengunyah, tidak menyiakan makanan yang sudah memasuki mulutnya. “akhu…diet bodoh” rutuk Ryeowook. Tapi tidak menampik saat Sehun kembali menyuap sesendok penuh ddokboekki padanya.

 

“mau makan apalagi Hyung?” seakan tak mendengar apa yang tadi di suarakan Ryeowook. Sehun malah dengan acuhnya menawari Ryeowook aneka makanan yang berjejer di sepanjang trotoar.

 

 

Ryeowook menggerutu dengan bibir mengerucut, tapi masih terus menerima suapan Sehun, lupa dengan kecanggungannya sendiri, lupa juga dengan pola dietnya. matanya menelisik satu persatu mobil yang berjejer menawarkan dagangan mereka. “Jjangmyeon”ucapnya datar yang langsung di tanggapi serius oleh Sehun.

 

“Ok,habiskan ini dulu” Ryeowook menerima begitu saja sodoran sisa ddoekbokki, matanya mengawasi kepergian Sehun menuju penjual makanan yang dia inginkan.

 

Makan ddoekbokki cukup membuat tenggorokan meminta asupan cairan, Ryeowook kelabakan . merutuki Sehun yang hanya memberikan ddoekbokki padanya. Matanya menelisik sekitar mobil Sehun, tersenyum lebar saat mendapati sebotol air mineral di jok belakang. Senyuman pertama yang Ryeowook keluarkan malam ini  nyatanya bisa di nikmati Sehun yang kembali dengan satu box jjangmyeon di tangannya. ‘Cantik’, gumam Sehun.

 

“maaf Aku meminumnya” Ryeowook berkata malu-malu kedapatan Sehun telah meminum tanpa izin.

 

“ini jjangmyeonmu, Hyung” Sehun tidak mau membahas soal air mineral, baginya itu tidak penting. Ryeowook bebas melakukan apa saja dengan barang-barangnya. Satu hal yang tidak pernah di ketahui Ryeowook tentu saja.

 

 

Pintu mobil di buka Ryeowook dari dalam, tubuhnya berputar menghadap Sehun, masih tetap duduk dengan kakinya menggantung tak mendapat pijakan. Dari matanya Sehun bisa melihat betapa Ryeowook sangat tergiur dengan jjangmyeon yang di berikannya, lalu tanpa aba-aba Ryeowook mulai menyumpit sejumput besar jjangmyeon, tanpa melihat Sehun yang sangat antusias melihat Ryeowook mulai nyaman berada di sekitarnya.

 

 

“tunggu sebentar” Ryeowook tidak ambil pusing melihat Sehun berlari lagi meninggalkannya. Baginya jjangmyeon lebih menggoda untuk di nikmati.

 

 

Sehun kembali lagi, kali ini dengan dua gelas yang di penuhi asap mengepul di atasnya. “Coffe” ucapnya.

 

Setelah selesai menandaskan semua makanan dan minuman , Ryeowook berdiri di trotoar yang tidak di pakai berjualan. Melakukan pemanasan sebentar tidak buruk mengingat dirinya sudah melanggar menu dietnya. Sehun terkekeh saja melihatnya , tidak berniat mengikuti apa yang Ryeowook lakukan. Lebih memilih menunggu Ryeowook sambil berjongkok bersandar pada body mobil. Padahal aslinya Sehun sedang menikmati menatap langsung dari dekat objek yang biasanya dia perhatikan diam-diam.

 

.

.

.

 

“Woahhh…..sepinya”

 

“sudah tengah malam Hyung”

 

“… tengah malam termasuk waktu yang tepat menikmati keindahan sungai Han” terang Ryeowook. Disinilah sekarang mereka berada, sungai Han.

 

 

Setelah menyelesaikan pemanasan ala kadarnya, tanpa Sehun duga Ryeowook mengajukan permintaan. Mengikuti keinginan Ryeowook tidak buruk juga jika akhirnya Sehun di suguhkan pemandangan seindah ini terpampang di depan mata, Senyum Ryeowook.

 

 

Seperti remaja labil jika boleh Sehun berkata. Ryeowook berjalan mondar-mandir menyisir tiap sudut jalan sebelum akhirnya mengikuti langkah Sehun duduk di tepi sungai beralas rumput.

 

 

Bersama dengan Sehun membuat Ryeowook lebih banyak berada dalam kesunyian. Sehun tidak banyak bicara, lebih suka bertindak. Dan pada akhirnya Ryeowook terkekeh sendiri menyadari pemikiran aneh yang sempat berkelebat dalam pikirannya.

 

 

Ryeowook memang tak mengenal Sehun dengan baik, tapi menurut yang ia dengar dari Donghae, Sehun termasuk Dongsaeng yang sangat ingin dia miliki. Jika di pikir sekarang rasanya ucapan Donghae sangat jauh dari kenyataan. Tidak mungkin Sehun menjadi Dongsaeng Donghae yang ada malah kebalikannya, lalu Ryeowook tanpa sadar mengeluarkan tawa yang membuat Sehun mengernyit bingung.

 

“Hyung…”

 

“hahahaha…..”

 

“Kau masih Ryeowook Hyung kan?” tanya Sehun was-was, menghasilkan tepukan keras dari Ryeowook di punggungnya yang langsung membuatnya menjerit kesakitan.

 

“bodoh”

 

“sshh….Kenapa tiba-tiba tertawa Hyung?”

 

“Sunbae, Hyung. cari panggilan yang paling pas untukku Sehun’ah. Jangan plin-plan begitu” Sehun mendecih mendapati jawaban Ryeowook sangat jauh dari apa yang dia pertanyakan. “soal Aku tertawa, Ku rasa tidak buruk menghabiskan malam denganmu dengan traktiran makanan yang tentu membuat pola dietku hancur berantakan” lalu Ryeowook tertawa lagi, kali ini lebih keras bahkan sampai menumpukan dahinya di bahu Sehun.

 

 

Tentu saja apa yang di lakukan Ryeowook membuat Sehun salah tingkah, mengabaikan tawa Ryeowook yang membuatnya merasa berguna bisa menghibur Ryeowook. Nyatanya sandaran kening Ryeowook di bahunya malah membuat Sehun salah tingkah.

 

“Sehun’ah…”

 

“hm…” jawab Sehun seadanya, masih berusaha mengatasi ketegangannya sendiri. Ryeowook masih betah di posisinya bersandar pada bahu Sehun.

 

“Aku ingin melupakannya” Sehun mendadak lupa, lupa akan ketegangannya. Seperti mendapat pencerahan di tengah malam, namun masih berusaha acuh dan menunggu Ryeowook melanjutkan ucapannya. “Aku tidak mau terus merasakan sakit ini, Aku ingin menyerah dan…

 

“dan…”

 

Ryeowook menegakkan kepalanya, menatap Sehun serius. “Apa menurutmu Aku masih bisa menjadi straight?”

 

Ingin sekali sehun menyuarakan TIDAK dengan gamblang, tapi mendapati kemungkinan Ryeowook akan kembali terpuruk membuat Sehun menahan kata yang siap meluncur begitu saja dari mulutnya.

 

“Sehun’ah…”

 

“Entahlah Hyung….jalani saja apa yang menurutmu baik untuk di jalani” jawab Sehun sekenanya.

 

“katakan apa pendapatmu tentang gay?” bolehkah Sehun merutuk kali ini. Bagaimana bisa Ryeowook bertanya pertanyaan macam itu sedang yang ditanyai sendiri juga memiliki orientasi yang sama dengannya. Sehun mendengus tanpa sepengetahuan Ryeowook lalu berkata. “Tidak buruk”dan dijawab anggukan ketidakpastian Ryeowook.

 

“Aku mencintai Yunho Sunbae sampai rasanya ingin mati melihatnya berciuman dengan Boa Sunbae. Rasanya akan sulit untukku melupakan perasaanku begitu saja” Ryeowook berkata tanpa maksud apa-apa, tidak juga menduga Sehun begitu terluka mendengar pengakuannya, lagi.

 

‘jika bisa aku berlaku egois padamu Hyung, Aku ingin memilikimu untukku’ ratap Sehun, mencoba mengabaikan pengakuan Ryeowook.

.

.

.

 

“jangan terlalu berharap, kenapa tidak melihat cinta lain yang mungkin berada di sekelilingmu daripada cinta buta yang menyakitkan itu”

 

“Sulit Hyung, Aku terlalu mencintainya”

 

“Apa dia juga mencintaimu?”

 

“tidak, setahuku dia hanya suka Aku bersamanya”

 

“lalu kenapa masih bertahan?”

 

“karna Aku mencintainya”

 

“Kau bahagia bisa berada di sisinya?”

 

“tidak juga, Aku lebih seperti….merasa memang harus berada di sisinya”

 

“Bagaimana jika Ku bilang ada cinta lain yang lebih besar menunggu untuk kau terima?”

 

 

Yunho dan Heechul duduk berhadapan di sebuah cafe, memilih tempat paling sudut agar bisa mendapatkan lebih banyak privasi. Memang awalnya Heechul menolak ajakan Yunho untuk menemaninya yang terserang insomnia, tapi toh nyatanya dia tidak bisa terus menolak, apalagi dia tahu keadaan Yunho dan kisah cinta suramnya.

 

 

Lalu pertanyaan-demi pertanyaan terlontar begitu saja. Yunho memang bisa mengandalkan Heechul jika berbicara tentang rahasia cintanya, tapi kalimat terakhir Heechul membuatnya berpikir lebih lama untuk mengurai jawaban.

 

 

“jika memang ada, Aku akan berusaha menerimanya” jawaban Yunho membuat sudut-sudut bibir Heechul terangkat, lalu berdiri sambil menepuk pelan bahu Yunho.

 

“Kalau Kau serius dengan apa yang Kau katakan, temui Aku besok “ Yunho tetap diam di tempatnya, melihat kepergian Heechul dengan wajah bingungnya.

 

 

 

Tbc

 

Luv ~ Part II

CYMERA_20150106_204441

 

HunWook

@mie2ryeosom

Support Cast : Kim Minseok,Jung Yunho,Lee Sungmin n Other

Rated              : T

Genre              : Romance

Warn               : YAOI,OOC,TYPO

a/n                   : Sorry buat kelambatan ngepost Part ini *bow

.

.

.

“Ryeowook Sunbae”

 

“ne” hanya satu kata, satu kata yang mampu membuat sekujur tubuh Sehun tegang bercampur kalut.

 

 

Ryeowook yang masih enggan membuka lebar pintu kamarnya sejurus menelisik raut wajah Sehun, dari sorot matanya Ryeowook menyadari adanya kesamaan dari mata Sehun dengannya, seperti, entahlah kalau tak mau disebut terluka, lalu menggumam pelan. “Ada apa?”

 

 

Tangan Sehun terulur memperlihatkan box makanan siap saji tepat di wajah Ryeowook, lalu tanpa sepengetahuan Ryeowook desahan lelah Sehun hembuskan.

 

“Apa ini?”

 

“Hae hyung menyuruhku mengantar makanan untukmu” Sehun berucap datar enggan menatap balik Ryeowook yang nampak keheranan melihat kehadirannya. Bisa di bilang sesuatu hal yang langka member lain grupnya mau melakukan seperti yang di lakukan Sehun pada anggota member lain.

 

 

Memutuskan berhenti dari acara mengurung diri, Ryeowook membuka lebih lebar pintu kamarnya. Memang tak mempersilahkan Sehun masuk, tapi langkahnya yang berjalan meninggalkan Sehun setelah membuka lebar pintu kamarnya membuat Sehun berinisiatif mengikuti.

 

 

Kamar Ryeowook tak jauh beda dengan kamar Minseok menurut Sehun, sangat rapi seperti Kyungsoo juga. Bedanya Sehun tidak melihat rak-rak khusus koleksi topi dan pedora di kamar Minseok, juga yang membuat Sehun terkekeh ganjil jika tak mau dibilang seringai ala Sehun, saat matanya menatap replika asli jerapah di sudut ruangan, sangat Ryeowook.

 

 

Memang Ryeowook akhirnya menerima box makanan dari Sehun, tapi setelah di terima toh dia letakkan begitu saja di atas nakas. Single bed di sudut ruangan yang berdampingan dengan jendela menjadi tempat Ryeowook duduk. Ragu, namun Sehun tidak ada pilihan lain selain mengikuti Ryeowook, duduk di sebelahnya, masih sangat menjaga jarak tentunya.

 

 

Di telisik dari kacamata orang awam pun semua pasti tahu, keadaan Ryeowook sangat berantakan. Jangan lupakan lingkar hitam di sekeliling kelopak mata yang pasti akan membuat Noona stylist menjerit histeris , piama kusutnya juga menjadi nilai minus untuk orang lain selain Sehun tentunya. Beberapa hari melewatkan waktu libur dengan mengurung diri membuat Ryeowook terlihat berbeda dari kesan ceria yang biasa ia tampilkan, dan Sehun amat menyayangkannya.

 

 

Lama berkutat dalam situasi canggung, Sehun memilih berdiri mendekati nakas lalu membuka box makanan Ryeowook. Di angsurkannya makanan yang memiliki tampilan menggugah selera itu pada Ryeowook yang sayangnya tetap tidak menarik minat Ryeowook. “makanlah Hyung” bujuk Sehun, dalam hati Sehun merutuki tindakannya, benarkah cintanya membuatnya begitu berbeda. Seperti bukan dia yang biasanya.

 

“Hyung…

 

Menghindari uluran makanan Sehun, Ryeowook malah menjatuhkan tubuhnya ke belakang, membuatnya berbaring dengan kaki menjuntai ke bawah. “Pergilah Sehun’ah….” gumam pelan Ryeowook yang masih bisa di dengar Sehun. Yang tidak habis pikir dan masih menjadi pertimbangan Sehun untuk tetap berdiri di tempatnya berada karna tidak adanya nada mengusir dalam suara Ryeowook, yang terdengar hanya nada putus asa yang malah membuat Sehun kembali ke posisi awalnya , menatap Ryeowook dengan manik kelam penuh kasihnya.

 

“apa yang salah denganmu Hyung, katakan padaku?”

 

Helaan nafas kembali Sehun dengar dari Ryeowook untuk kesekian kalinya. “Aku mengerikan” Ryeowook berujar dengan tatapan kosong yang mengarah pada langit langit kamar. Sama sekali tak menyadari ada seseorang yang begitu terluka mendengar ucapannya.

 

“Kau salah hyung, seseorang di luar sana pasti akan kecewa mendengarmu berkata begitu” Sehun berkata tanpa melihat Ryeowook berganti posisi menghadapnya.

 

“Seseorang?siapa yang Kau maksud?” Sehun gelagapan.

 

“i-itu..Elf, ya Elf maksudku atau Ryeosomnia. Kau tidak melihat betapa mereka mencintaimu” gagap Sehun, untung saja otaknya mampu berkelit , berpikir jika Kyungsoo yaang ada di posisinya pasti Hyungnya itu akan bertindak bodoh dengan otak lambatnya, Sehun nyengir akan pemikirannya sendiri.

 

“sedetik lalu Kau berkata seperti menyemangatiku, lalu sekarang Kau tersenyum aneh macam itu. Apa yang Kau pikirkan Sehun’ah?” Ryeowook menimpali, lalu mendekati Sehun , membuat paha satu sama lain bersentuhan . melihat itu Sehun sontak menggeser duduknya menjauh, takut saja nanti dia hilang kendali, lalu berdampak  berbuat macam-macam pada Ryeowook. “Kenapa manjauh, Apa Aku memang semengerikan itu?” dan sayangnya Ryeowook mengartikan lain gerakan reflek tubuh Sehun.

 

“bu-bukan maksudku begitu Sunbae, A-aku…

 


“Sudahlah, terima kasih untuk makanannya” lalu Sehun merutuki kebodohannya, merutuki lidahnya yang tak bisa mengurai kata lebih baik untuk menenangkan Ryeowook. Sehun diam saja melihat Ryeowook kembali berbaring tak mengindahkannya.

 

 

Beberapa detik kemudian Sehun berdiri berniat pergi, salah tingkahnya membuat dia melakukan hal yang sebenarnya tidak ingin dia lakukan , tentu saja ia juga tidak mengira Ryeowook akan salah paham. Mengira dia menjauhi Ryeowook karna merasa jijik, Sehun hampir meninju wajahnya sendiri mendengar pemikiran Ryeowook. Langkahnya sudah berada di ambang pintu, terhenti ketika godaan memastikan keadaan Ryeowook menyerbu isi kepalanya. Masih di posisi yang sama Ryeowook sama sekali tidak melirik ke arahnya.

 

 

Satu langkah lagi di ambil Sehun lalu berhenti, memutar tubuh penuh menghadap Ryeowook. Tekadnya sudah bulat, jika tidak bisa bersama dengan Ryeowook setidaknya dia bisa membuatnya bahagia.

 

 

“Katakan Apa yang membuatmu sampai berpikir Kau mengerikan Hyung” ucap Sehun penuh keyakinan, Ryeowook melirik acuh tanda mendengar ucapan Sehun. “Akan ku lakukan apapun asal Kau menghilangkan pemikiran seperti itu” tanggapan yang di berikan Ryeowook hanyalah tawa di paksakannya. Ryeowook tertawa sampai nyaris menangis lalu berhenti dan kembali diam.

 

 

Sehun gusar, bukan karna ucapannya tak di tanggapi, lebih karna ia merasa tidak bisa memberi lebih, berharap Ryeowook akan merasa nyaman padanya seperti menggantungkan sebuah angan tidak jelas. Menahan jengkel dipaksakannya kaki melangkah pergi….

 

 

“Aku gay” ….. hanya untuk kembali terhenti. Hatinya berdesir kegirangan mendengar pengakuan Ryeowook, ini seperti angan-angannya dengan mudah tercapai, membuat sumbu harapan semakin memanjang, dan jalan harapan semakin terbentang luas. Tapi semua itu hanya berlangsung beberapa detik ,semua sirna saat Ryeowook melanjutkan ucapannya, dan Sehun kembali jatuh sampai ke dasar terdalamnya. “Aku mencintai seseorang yang tidak seharusnya Ku cintai, Yunho Hyung. Aku mencintainya dan Kau orang pertama selain Sungmin hyung yang mendapat pengakuanku”

 

 

“Hyung….” Ryeowook melewatkan tatapan sakit yang Sehun berikan, dengung suara kesakitan Sehun pun tak sampai di telinganya.

 

“ini aib Ku Sehun’ah, jangan libatkan Super Junior jika Kau berniat mempublikasikannya. Aku sekarang menyerah, menyerah untuk semuanya” Ryeowook yang tidak sanggup menahan sakit lebih lama memilih membeberkan semuanya, dirinya butuh pelampiasan melepas semua keluh kesahnya tanpa melihat siapa lawan yang menerima semua rahasianya. Oh Sehun tentu saja bukan seseorang yang di harapkan Ryeowook akan mendengar semua aibnya, namun takdir berkata lain, Ryeowook tersulut kekalutannya sendiri kemudian dengan acak memutuskan Sehun yang menjadi pemegang rahasianya, tanpa menyadari kenyamanan menelusup dalam rongga dada setelah membeberkan kekalutannya.

 

 

Sakit dalam hati Sehun berjuta kali lebih parah dari Ryeowook jika kalian berniat menghitungnya. Pengakuan Ryeowook saja sudah membuatnya hancur berkeping-keping, sekarang malah di tambah Ryeowook yang berpikir serendah itu tentangnya.

 

 

“Yunho Sunbae ya…- Sehun memberi jeda mengamati Ryeowook-Aku akan membantumu Hyung”namun memang dasarnya Sehun tidak akan bisa balas menyakiti Ryeowook, dia lebih mengutamakan kebahagiaan Ryeowook daripada kebahagiannnya sendiri. Lalu langkah lebar Sehun terdengar meninggalkan Ryeowook yang duduk terpekur mengawasi kepergian Sehun.

 

 

.

.

.

.

 

Exo dengan album barunya bersiap melakukan promo, di saat yang sama Ryeowook dengan beberapa staff dari sukira bersiap recording dengan Exo sebagai guestnya.

 

 

Interaksi mereka di depan sorot kamera memang terkesan wajar walau dalam hati dua diantara mereka memendam satu kecanggungan yang serupa. Usai acara sebisa mungkin Sehun segera undur diri mengikuti Kai, meninggalkan tatapan penuh ketidak berdayaan melihat Ryeowook memasang senyum palsu menanggapi celotehan teman-temannya.

 

 

Sehun berhenti berjalan ketika merasakan tepukan ringan di bahunya, menoleh ke sumber pelaku yang berada di belakangnya. “Auramu suram Sehunie…Buble tea?”ajak Luhan.

 

Biasanya Sehun tidak pernah menolak ajakan Luhan tapi sekali ini, Luhan di buat terperangah melihat Sehun menggeleng lemas lalu lanjut berjalan meninggalkannya.

 

 

“Sehun mana Lu?” mengawasi Sehun yang berjalan meninggalkannya membuat Luhan tak menyadari Minseok berdiri di sisinya. Lalu dengan cuek di mengarahkan telunjuk ke arah dimana Sehun menghilang pergi meninggalkannya. “menurutmu dia kenapa Min?” tanya Luhan, penasaran juga melihat Sehun tak seperti biasanya.

 

 

“entahlah…dia berubah jadi pendiam dari kemarin, Kau tidak lihat bagaimana Kai kelimpungan menggodanya yang anehnya tidak di hiraukan mahluk satu itu” Minseok berkata panjang lebar sambil berjalan bersisihan ke arah Sehun menghilang.

 

 

Di dalam Van semua berjalan terlalu mulus tanpa kata-kata penuh nada sarkasme Sehun. Kai menjalani harinya tanpa perlu mendengar hinaan Sehun, dan harusnya Kai merasa lega, namun nyatanya dia malah mendesah bosah berulang-ulang. Jika biasanya Kai akan menjauhkan diri berada satu kursi dengan Sehun, sekarang malah kebalikannya, seberapa pun dekatnya jarak mereka Sehun tetap saja tidak melirik apalagi menghinanya seperti biasa.

 

“ini mulai menjengkelkan”

 

“bersyukurlah si mulut pedas mengajukan pensiun dini Kkamjong” Baekhyun lah yang berkomentar, gemas juga lama-lama melihat Kai sibuk mengharapkan hinaan dari Sehun. Lalu semua yang mendengar celetukan Baekhyun tertawa, sedang si objek sendiri masih betah dengan diamnya.

 

.

.

.

 

Mengetahui hatinya sudah tidak mungkin bisa menyentuh hati seseorang yang di maksud tak lantas membuat Ryeowook bisa melupakan begitu saja rasa cintanya. Tidak semudah membalikkan telapak tangan, menangis 3 hari 2 malam juga tidak membuatnya bisa menipiskan rasa cinta itu.

 

 

“Ryeowook’ah….kau tidak mendengarku?” guncangan di bahu yang di lakukan Yunho membuat Ryeowook membuyarkan lamunannya. Jantungnya sudah berdetak di luar kendali, mereka beradu pandang dengan Ryeowook yang sama sekali tidak yakin dapat menahan laju air mata yang siap meluncur kapan saja. Memilih menatap apapun selain mata Yunho , Ryeowook dengan telunjuknya menunjuk ruang latihan Super Junior. “Oh di dalam, terima Kasih” Yunho melenggang pergi meninggalkan Ryeowook semakin hancur hatinya.

 

 

“Tidak Yun, Aku tidak ada waktu menemanimu….cari saja Orang lain” suara Heechul mendekat ke arahnya membuat Ryeowook menggeser posisi. Yunho kembali berada di hadapan Ryeowook menatap Heechul penuh permohonan, bisakah dia memberikan tatapan begitu padaku-lirih Ryeowook dalam hati.

 

 

Heechul tersentak melihat Ryeowook, lalu dengan dorongan pelan menyuruh Yunho pergi. “Masuklah, Hyukkie sangat bersemangat di dalam” ucap Heechul seraya menarik lengan Ryeowook. Jika boleh ingin sekali Heechul memeluk Ryeowook, memberikan kekuatan, tidak seperti sekarang dimana Heechul berpura-pura tidak mengetahui arti tatapan yang diberikan Ryeowook pada sahabatnya.

 

.

.

.

 

Donghae merajuk di pojok ruang latihan, pasalnya nanti malam dirinya dan Hyukjae akan melakukan konser perdana album baru mereka. Dan setelah melihat jadwal semua member Super Junior Donghae harus menelan kekecewaan mendalam. Tidak ada satupun dari mereka yang bisa menyempatkan diri menyaksikan aksinya. Harapannya tinggal satu, Ryeowook. sebelum Sukira Ryeowook memiliki waktu senggang meski mungkin hanya bisa menonton setengah dari keseluruhan acaranya. Tapi yang menjadi halangan tentu saja kemuraman Ryeowook yang belum sirna. Dan lihatlah bagaimana Donghae dibantu sedikit oleh Hyukjae berusaha membujuk Ryeowook yang kelewat acuh menanggapi keinginan mereka.

 

 

“tiket kalian sudah Sould, jadi untuk apa lagi aku harus datang?”Ryeowook dengan wajah paling lecek menanggapi. Bayangkan saja, dia sudah membayangkan bisa tidur sebentar di dalam van sebelum Sukira mulai, dan sekarang semua kesenangan kecil itu nyaris di renggut begitu saja oleh dua Hyung yang menjelma menjadi balita berusia 5 tahun.

 

 

“setidaknya Elf harus melihat salah satu di antara member Super Junior menghadiri Konser Kami, Ayolah Ryeonggu….Kau boleh pulang setelah melihat setengah dari perform kami” Donghae masih bertahan dengan mimik anak anjingnya dibantu Hyukjae yang kali ini menyodorkan sekaleng minuman dingin.

 

 

“Ryeowookie….please~”

 

“Kau dan Konsermu sama buruknya Hyung, untuk apa salah satu dari kami harus menonton.” Kyuhyun dan mulut besarnya menginterupsi HaeHyuk, yang tentu saja langsung di balas dampratan keduanya.

 

“yaa….Magnae. Diam Kau”

 

“Aku diam”balas Kyuhyun cuek. Lalu melenggang pergi begitu saja.

 

“Ryeowookie….Kau bahkan datang di Konser Kyuhyun, Kau tidak adil”rajuk Hyukjae sembari melemparkan tatapan tajam pada Leeteuk yang berdiam bersama Kangin dan Heechul. Leeteuk yang dimaksud dan mengerti maksud tatapan Hyukjae memberikan dua jari sebagai bentuk penyesalannya.

 

 

Ryeowook kelabakan terlalu lama di suguhi tatapan memelas Donghae dan Hyukjae, jika lebih lama di tatap begitu bisa saja dia berubah menjadi salah satu dari mereka dan Ryeowook dengan keras menolaknya. “baik, Aku akan datang tapi…..- Donghae berkedip semangat, sementara Hyukjae berdoa dalam hati semoga Ryeowook tidak menguras kantongnya, lagi.- carikan Aku teman. Kalian tidak berpikir Aku akan berada di sana sendiri sementara Manager Hyung sibuk mengurus keperluan kalian kan.”

 

 

Setelah keputusan Ryeowook yang disanggupi Donghae sepihak, sekarang Ryeowook dihadapkan pada situasi paling canggung seumur hidupnya.

 

 

“Hae Hyung pasti memaksamu, Aku bisa pergi sendiri Ku rasa”

 

 

 

Tbc

 

 

 

Jealous Kyu ‘drabble

1239701_968490063182223_8550983829663450571_n

 

 

 

a/n   : cuman drabble gaje, sekaligus pemanasan sebelum apdet Pretty Man part B+Pretty Man Seq. ^-^

 

.

.

.

 

Ini sudah di batas kesabaran yang tak banyak di milikinya. Ryeowook yang tengah sibuk dengan benda persegi di tangannya membuat Kyuhyun kehilangan wajah kalemnya. Alisnya bertaut, bibirnya mencebik dengan dua tangan berada di pinggangnya.

 

“Kyuhyun’ah…..” panggilan dari arah ruang tamu menghentikan langkah Kyuhyun, Mereka sedang berada di ruang makan. Anehnya panggilan dari orang yang sudah Kyuhyun tau dari siapa itu sama sekali tak mengganggu apapun yang sedang di kerjakan Ryeowook. “Hey Kau disini, yang lain mau tanding Wine, Ayo ikut” Changmin berseru, setelahnya melirik Ryeowook yang tumben-tumbenan tak menyapanya padahal biasanya pria itu selalu bersikap ramah.

 

 

“Aku ikut, Ayo” jawab Kyuhyun, menyambar kasar mantel dari punggung kursi yang di duduki Ryeowook. Setelahnya Kyuhyun mengikuti langkah Changmin pelan berharap Ryeowook menghentikannya, banyak berharap Ryeowook memohon dan menyuruhnya tinggal.

 

“Kyuhyun…” dan sepertinya dewi fortuna sedang berpihak pada Kyuhyun, panggilan Ryeowook bagai pencerah dalam hidupnya.

 

Namun Kyuhyun tetap saja Kyuhyun yang tak mungkin mau menurunkan egonya. Dengan gaya jutek sok jual mahal dia berbalik perlahan. “Apa!”

 

“Itu mantelku” oh tidak, Kyuhyun merasakan sesuatu berputar di kepalanya, Ryeowook memanggilnya hanya untuk berkata dia salah membawa mantel. Hancur sudah reputasinya sebagai pria flamboyan. Ryeowook menghancurkan semua keangkuhannya.

 

Lalu dengan kesal Kyuhyun menjawab. “Apa peduliku, Kau saja sering memakai boxerku”kemudian segera pergi mengejar Changmin, sedang Ryeowook mengangkat bahu bingung namun tak mau ambil pusing.

 

 

 

 

End

 

Love Is You Chap 5

wpid-cymera_20141225_071703.jpg

 

 

Love is you

 

KyuWook

 

@mie2ryeosom

.

.

.

 

Cast              : Kim Ryeowook , Cho Kyuhyun , Cho Ahra n other

Rated          : T+

Genre          : Romance

Warn           : Yaoi,Gaje,OOC,TYPO

a/n               : T____________________T  / masih ngasih kesempatan buat siders yg mau tobatttt.

 

 

.

.

.

 

 

“aku di Apartmen, kemarilah” tuttt….hanya sebaris kata yang terucap sebelum panggilan itu terputus. Batin Kyuhyun bergelut berpikir kemungkinan Ryeowook memasang alat pelacak di tubuhnya.

 

.

.

.

 

Ini sudah seperti Kyuhyun tertangkap basah telah bercinta dengan wanita lain , meski Ryeowook bertingkah seperti biasanya tapi berbeda dengan Kyuhyun. Dalam kondisi normal mungkin sekarang Kyuhyun sudah bergulingan menghancurkan kerapian ranjang Ryeowook. Tapi sekarang, hanya duduk diam terpekur di pinggir ranjang memandang cermin besar yang  memantulkan bayangan dirinya.

 

 

“ada yang kau sembunyikan dariku?” respon berlebihan di berikan Kyuhyun ketika Ryeowook memasuki kamar dengan sebuah pertanyaan yang sebenarnya  biasa ia katakan. Sayangnya itu akan berubah menjadi sebuah keyakinan akan kebenaran ucapannya, Ryeowook menghampiri Kyuhyun, duduk bersebelahan.

 

“ti-tidak, aku baru pulang dan kau menghubungiku”

 

“aneh, Kau tak bertanya alasan kenapa aku berada di Apartmen saat seharusnya aku memiliki jadwal di Rumah Sakit”

 

“i-itu….kenapa kau …

 

“ck,kau jelas menyembunyikan sesuatu. Katakan atau aku tak akan mengatakan alasanku menyuruhmu kemari.”

 

 

Wajah pucat Kyuhyun drastis bertambah pucat, Ryeowook terlalu ahli menyibak rahasia terdalamnya. Mencoba berbohong pun percuma. Ryeowook jelas tak mudah di bohongi.

 

“Kyuhyun’ah…”

 

“Cha-changmin mengajakku ke tempat karaoke”

 

“hm…”

 

“ber-bersama teman wanita di kelasku”

 

“lalu….”

 

“A-aku hanya menyentuh sebentar payudaranya,tak lebih dari itu”

 

 

Kyuhyun menyesali apa yang telah di lakukanya ketika melihat wajah muram Ryeowook saat mendengar pengakuannya. Jika bisa memutar waktu Kyuhyun tak akan pernah mau walau Changmin mengancamnya. Meski  begitu semua sudah terjadi, penyesalan sudah terlambat. Dalam diam Kyuhyun memikirkan kemungkinan terburuk, Ryeowook mencampakkannya.

 

 

“Hyung….” jujur saja Kyuhyun sekarang tengah bergulat dengan rasa takutnya. Sedikit banyak dia berharap Ryeowook luluh mendengar panggilannya. Tapi apa yang dia harapkan tak sesuai keinginan. Ryeowook ,dia tak menyahut, namun juga tak melakukan apapun. “Aku bersalah….maafkan Aku Hyung”

 

“Lupakan…” Ryeowook beranjak meninggalkan Kyuhyun, tepat di ambang pintu Ryeowook berhenti. Tanpa menatap Kyuhyun dia berkata. “Aku melihatmu bersama teman-temanmu memasuki tempat karaoke di persimpangan jalan dekat sekolahmu. Itu yang membuatku menghubungimu dan meliburkan diriku.”

 

 

Ingin rasanya Kyuhyun menghantamkan kepalanya ke tembok. Betapa malunya dia telah tertangkap basah. Belum ditambah dengan penyesalan tiada henti. Lebih baik baginya melihat Ryeowook marah ,memukulinya pun dia tak akan protes daripada seperti ini. Ryeowook mengacuhkannya, tak membiarkannya melihat seberapa terluka hatinya.

 

 

Di sisi lain Ryeowook tak bisa berharap banyak dari hubungannya bersama Kyuhyun. Entah siapa yang kekanakan sekarang. Yang jelas hatinya terus berdenyut sakit. Disatu sisi ingin sekali dia meluapkan semua amarahnya, menghajar Kyuhyun masuk ke dalam list yang sebenarnya ingin dia lakukan jika saja sebuah ingatan tak menyadarkannya. Inikah yang Kyuhyun rasakan saat melihatnya selalu berdekatan dengan Ahra?.

 

 

Otaknya terus di putar untuk memikirkan hal positif, mencoba menghalau semua bayangan dimana Kyuhyun sudah mengakui apa yang dia lakukan tanpa berusaha mengelak ataupun menutupi. ‘jangan dipikirkan Ryeowook,Kyuhyun tak melakukan lebih dari itu,jangan dipikirkan lagi’ kallimat itu terus di ucapnya berulang kali. Mencoba menguasai diri yang sebenarnya sudah tak mampu untuk berpikir jernih.

 

 

Semua luluh lantah ketika Ryeowook jatuh berjongkok di balik mini bar yang menyatu dengan dapur. Hatinya terlampau sakit, penghianatan Kyuhyun terus berputar dalam benaknya. “hiks….” pertahannya runtuh, isakan lirih sudah tak bisa ditahan olehnya.

 

 

Di dalam kamar Kyuhyun merasa suatu kejanggalan melihat Ryeowook tak lagi masuk kamar dalam waktu yang cukup lama. Menampik kemungkinan Ryeowook meninggalkan begitu saja dirinya di apartmen membuat Kyuhyun melangkah keluar, mengecek keberadaan Ryeowook.

 

 

“Hyung….” hati Kyuhyun mencelos melihat Ryeowook berjongkok membelakangi mini bar dengan wajah tersembunyi di antara lututnya. Pertanyaan demi pertanyaan bergelayut dalam otakknya, seberapa besarkah kesalahan yang dia perbuat sampai pria yang begitu di cintainya terluka sedalam ini. “Hyung…..jangan menangis,jebal” pinta Kyuhyun, tanpa disadari airmata juga menetes dari pelupuk matanya. Ini pertama kalinya, pertama kali Kyuhyun menangis. melihat Ryeowook menangis membuat Kyuhyun meruntuhkan air mata yang dulu memiliki arti  cengeng jika dia sampai mengeluarkannya.

 

“Hyung….sekali ini saja maafkan Aku,Aku berjanji tak akan pernah lagi menyakitimu…jebal Hyung…”

 

“Hiks…”

 

“jangan seperti ini hyung,Luapkan padaku….Kumohon jangan menyimpannya sendiri….”

 

“Hiks….” bukan maksud Ryeowook mengacuhkan semua permohonan maaf Kyuhyun, tak di pungkiri ia juga tak tega melihat Kyuhyun sampai memohon seperti ini. Tapi rasanya begitu sulit bahkan untuk menatap wajah Kyuhyun. Tangisan Kyuhyun seperti cambukan yang malah membuat Ryeowook semakin merasakan sakit lebih dalam.

 

 

Melihat tangisan Ryeowook tak kujung berhenti dengan segenap keberaniannya Kyuhyun merengkuh tubuh pria yang paling dicintainya itu. Mencoba menawarkan perlindungan yang sebelumnya tidak terpikirkan olehnya. “Hyung jebal Uljima….” pinta Kyuhyun.

 

“jangan tinggalkan Aku Kyu….” lirih Ryeowook, wajahnya terbenam di dada Kyuhyun dengan tangannya melingkari pinggang Kyuhyun mencari kenyamanan. Ucapan Ryeowook membuat tubuh Kyuhyun menegang, tak perlu menunggu Ryeowook memohon, sejengkal pun jika bisa Kyuhyun tak pernah rela berjauhan  darinya. Maka saat Ryeowook memohon padanya itu malah membuat Kyuhyun semakin dalam merutuki kesalahannya.

 

.

.

.

.

 

Malam itu Kyuhyun habiskan dengan menemani Ryeowook, mereka berbaring sambil berpelukan erat. Ryeowook  tampak berbeda, tak membiarkan Kyuhyun menjauh darinya.

 

 

Sampai pagi menjelang Kyuhyun baru mengingat belum menghubungi rumahnya. Pesan singkat ia kirimkan pada Ummanya, sedikit menceritakan apa yang membuatnya menginap di tempat Ryeowook.

 

 

Merasa terganggu dengan apa yang Kyuhyun lakukan Ryeowook menggeliat kecil, perlahan membuka mata, lalu tersenyum dengan sangat tampan melihat Kyuhyun masih berada di sisinya. “Pagi Kyu….” rasanya tak ada kata yang mampu terucap mengggantikan semua rasa bahagia yang meliputi hatinya. Bagaimana tidak, sekedar mendapatkan senyum Ryeowook saja Kyuhyun sudah gembira tak terkira kini malah di tambah dengan Ryeowook yang memulai lebih dulu mendaratkan kecupan lembut di bibirnya.

 

 

Jangan pernah melewatkan kesempatan yang ada telah menjadi motto Kyuhyun sejak beberapa detik lalu. Tak ingin bibir Ryeowook menjauh dari bibirnya segera saja Kyuhyun menahan tengkuk Ryeowook, memperdalam ciuman mereka. Lidah Kyuhyun menerobos saat Ryeowook berniat menggumamkan sebuah kata yang malah tak berakhir seperti inginnya. Kyuhyun tak membiarkan Ryeowook menjauh, lidahnya dengan lihai mengeksplore mulut Ryeowook, mengabsen giginya, bertarung lidah pun tak terhindarkan sampai suara lenguhan Ryeowook terdengar. Begitu menggelitik sesuatu dalam dirinya untuk menyentuh Ryeowook lebih jauh.

 

 

“enghh…Kyuhh…” sadar Ryeowook membutuhkan oksigen membuat Kyuhyun sebentar melepaskan tautan bibir mereka, membiarkan Ryeowook meraup oksigen sebelum kembali dia menyatukan dua bibir mereka. Rasanya begitu memabukkan, dia tak pernah mencium Ryeowook sebasah ini. Apalagi ditambah lenguhan Ryeowook, libido Kyuhyun langssung merangkak ke titik tertinggi.

 

 

Dengan sebelah tangan berada di tengkuk Ryeowook, Kyuhyun merubah poosisi membuat Ryeowook berada di bawahnya. Pagutan mereka terlepas saat Ryeowook memukul pelan dada Kyuhyun. Tak ingin berdiam diri menunggu Ryeowook kembali meraup oksigen, Kyuhyun menjatuhkan kecupan demi kecupan di seluruh wajah Ryeowook. Mata,kening, hidung,pipi dan semakin turun mencapai leher. Seringai jahil terpampang di wajah Kyuhyun, lidahnya terjulur menjilat sensual leher Ryeowook, jilatan yang berjalan dari belakang telinga sampai leher membuat Ryeowook menggelinjang disertai lenguhan hasrat.

 

 

“erm…Kyuh…

 

“Kau indah Hyung….bolehkah aku memilikimu seutuhnya?”

 

 

Sretttt

 

 

Permintaan Kyuhyun seakan menjadi pengingat bagi Ryeowook, sekali gerakan membuat tubuh Kyuhyun jatuh dengan tak elit di bawah ranjang.

 

“awww….Hyung…

 

“maaf Kyu,A-aku ada operasi pagi ini”

 

 

Shit,Kyuhyun mengumpat dalam hati melihat kepergian Ryeowook. Ditatapnya dengan wajah mengiba penis tegang yang masih tersembunyi di dalam celana. Seingatnya dia tak sampai setegang ini saat meremas milik teman wanitanya  kemarin.

 

 

“Hyung…..punyaku tak bisa tidur”

 

 

Dengan wajah memerah menahan hasrat sekaligus malu Ryeowook mengacuhkan teriakan serta seruan Kyuhyun.hanya mencuci muka ,berganti baju lantas langsung berlalu meninggalkan Kyuhyun begitu saja.

 

.

.

.

 

Tak biasanya mereka berdua berada dalam situasi canggung macam ini. Dalam hati mereka memendam satu hal mengganjal yang sebenarnya ingin sekali mereka ucapkan.

 

 

Changmin ingin sekali mengintrogasi Kyuhyun tentang apa yang sebenarnya terjadi sampai Kyuhyun pergi begitu saja setelah menerima telpon. Membuatnya harus berusaha membujuk gadis yang kemarin di raba Kyuhyun agar menghentikan tangisnya saat di tinggalkan begitu saja oleh Kyuhyun.

 

 

Sementara Kyuhyun ingin sekali meluapkan amarahnya, gara-gara ide konyol Changmin dia sampai membuat Ryeowooknya menangis. Hampir saja dia kehilangan apa yang telah ia perjuangkan selama ini.

 

 

Jelas sekali aura suram mengelilingi mereka, sampai saat dimana Changmin menghujam Kyuhyun dengan tatapan tajamnya, saat itu pula gadis itu datang meminta pertanggung jawaban Kyuhyun. “Kau bercanda?” bukan Kyuhyun yang merespon, melainkan Changmin yang juga tak terima melihat gadis kemarin meminta pertanggung jawaban Kyuhyun.

 

 

“Kyuhyun Oppa telah mempermalukan Ku….Aku mau Kau bertanggung jawab Oppa” Changmin makin gusar. meski Kyuhyun membuatnya kelimpungan kemarin tapi tetap saja ini tak seharusnya terjadi. Mereka telah berjanji tak akan ada yang namanya pertanggung jawaban sekalipun mereka telah melakukannya.

 

“bagaimana caranya?” sahut Kyuhyun datar, mengabaikan Changmin kelabakan mendengar ucapannya.

 

“Oppa harus jadi namjaku”

 

“hanya itu?”

 

“Oppa juga harus menikah dengan ku setelah kita lulus nanti”

 

“begitukah?” tanggap Kyuhyun enteng.

 

“Hentikan….Kyuhyun jangan dengarkan dia, dan Kau jangan terlalu berharap”sergah Changmin saat dirasa semua sudah berjalan terlalu jauh.

 

“Aku tak akan tinggal diam Oppa,orangtua ku tak akan terima saat aku mengadukan semua yang Kau lakukan padaku kemarin” Changmin mendelik sangar, namun diacuhkan begitu saja.

 

Kyuhyun bergumam tak jelas sebelum tertawa kecil. “Karna Aku bukan pengecut akan ku lakukan yang seharusnya ku lakukan asal kau bisa menerimaku” keduanya terdiam mencoba memikirkan maksud ucapan Kyuhyun. “Aku gay, itulah alasan mengapa Aku sama sekali tak tertarik melihat tubuhmu meski kau telanjang di depanku kemarin” beberapa pasang mata yang berada disekitar mereka tercengang tak percaya dengan ucapan Kyuhyun. Refllek Changmin memberi jarak antara dirinya dan Kyuhyun. Sementara gadis yang kemarin di sentuh Kyuhyun bersiap menangis mengetahui kenyataan yang sebenarnya membuatnya sempat bertanya-tanya mengenai kejadian kemarin.

 

Dengan enteng Kyuhyun mengerling jenaka ke arah Changmin. “Aku tak menyukaimu, Namjaku berjuta kali lebih baik darimu” ucapannya sukses menohok Changmin, membuatnya kembali ke tempat asal di samping kyuhyun. Sementara gadis tadi sudah berlalu pergi sambil berderai air mata.

 

“benarkah,kau gay?”

 

“yups”

 

“Woahhh…..dunia sudah kacau….apa yang kau lihat darinya,kita sama-sama memiliki itu

 

“kau salah, kau tidak memiliki apa yang dia miliki”

 

“maksudmu,dia transgender?”

 

 

Plakkk

 

 

Malang bagi Changmin, mana terima Kyuhyun mendengar Ryeowook di hina di depannya.

 

“seperti apa dia sampai Kau menganiaya ku”dumel changmin, menahan sakit sambil mengelus kepalanya yang baru saja di adu dengan psp oleh Kyuhyun.

 

“ck….nanti,jika Aku mendapatkan dia seutuhnya, Akan ku kenalkkan kau padanya”

 

“yaaa!!!!”

 

.

.

.

.

 

Kyuhyun dongkol setengah mati, jadwalnya kacau hanya karna Changmin tak berhenti mengikutinya. Malas saja jika harus datang ke Rumah sakit dengan Changmin turut serta, jadi dengan wajah tertekuk kesal Kyuhyun terpaksa pulang ke rumah, tentu saja Changmin masih setia mengikuti.

 

 

“terjadi sesuatu,Kyuhyun….kau tak menemuinya?” Umma Cho langsung nyeletuk begitu Kyuhyun membanting pintu tepat setelah Changmin ikut menerobos masuk.

 

“jangan bicarakan dia Umma,dia tak berhenti mengikutiku” ucapan sinis Kyuhyun tak menyurutkan tekad Changmin. Mengacuhkan Kyuhyun yang ngeloyor pergi memasuki kamarnya, Changmin malah mendekati Nyonya Cho, niatnya sih mau mengorek informasi.

 

“Anyyeong ahjumma…”

 

“Changmin’ah…lama sekali tak berkunjung kemari” Changmin mengerling jahil saat Nyonya Cho sama sekali tak menaruh curiga padanya.

 

“Kyuhyun terlalu sibuk dengannya, bahkan baru kemarin dia mengenalkanku dengan dia…”

 

“Ryeowook…kau sudah berkenalan dengannya?” good , Changmin berhasil. Nama itu sudah terucap, senyum kemenangan terpampang di wajah changmin.

 

“nde, Ryeowook cukup…err…tampan”

 

“hahahaha…..dia manis Changmin’ah”

 

“nde….”ok, sekarang changmin cukup terkejut. Manis? Apa bagusnya pria manis.

 

“cukup membuatku tercengang saat Ryeowookie lebih memilih Kyuhyun dari pada Ahra. Hahh….mereka jadi saling menjaga jarak gara-gara hal ini”

 

.

.

.

 

“jadi….kau berebut dia dengan Noona Mu ,Kyu?”

 

“….”

 

“Ryeowook….apa menariknya dia?”

 

Shit, Kyuhyun melempar asal pspnya. Membawa Changmin kerumah dengan niat agar Changmin tak memergokinya menemui Ryeowook malah dia melupakan betapa liciknya Changmin yang pasti dengan mudah bisa memancing Ummanya.

 

“sejauh apa rasa penasaranmu itu Shim Changmin”

 

“oh ayolah,, ini pertama kali Kau memiliki seseorang di hatimu.jangan mematikan rasa penasaranku”bujuk Changmin penuh harap.

 

Lama Kyuhyun berpikir, Changmin bukan seseorang yang mudah terkecoh. Dua sahabat  itu sudah terlalu jauh mengenal satu sama lain. “begini saja,ajari Aku cara membuatnya mau melakukan itu . sebagai gantinya Aku akan mengenalkan kalian “

 

Changmin tampak berpikir, mencoba serius dan berujung seringai terlukis di wajah tampannya.  “siapkan hadiah untuknya, ciptakan suasana romantis dan biarkan dia terhanyut oleh pesonamu”

 

“bisakah?”

 

“coba saja”

 

“berapa persen kemungkinan berhasilnya?”

 

“90%…aku tak pernah gagal Kyuhyun”

 

“Kau lupa, dia pria . kurasa hal seperti itu tak akan mempan padanya”

 

“apa bedanya, kecuali kau berada di bawah”

 

Seringai jahil terus melekat di wajah Changmin, memperhatikan Kyuhyun berpikir sebentar lalu perlahan mundur teratur. “Changminnnn….sialan kauuuu!!!!!”

 

.

.

.

 

Brakkk

 

 

Buku tentang kesehatan dengan judul aneh –menurut Kyuhyun- tak seberapa tebal jatuh di pangkuan Kyuhyun. Ahra yang melakukan, membuat Kyuhyun menghentikan permainan gamenya lalu mengalihkan fokus pada buku di pangkuannya.

 

“baca bab 3, Kau menjijikkan.”

 

Setelahnya Kyuhyun menyadari sesuatu. Inikah alasan Ryeowook tak mau melakukannya.

 

 

 

Tbc

 

Aku tau ini cukup lama….kkk

Maap dch, tp g jnji juga next chap bkal cpet….hahahahaha

 

This is Love ~ Oneshoot

Permalink gambar yang terpasang

 

 

KyuWook

By: Mie2ryeosom

 

.

.

.

Ryeowook pov

 

 

Satu hari, hanya butuh satu hari seseorang yang belum lama menjadi penghuni baru dalam kelas bersamaku bisa menjungkir balikkan duniaku. Jujur dia memang cukup tampan, aku tidak akan bilang seperti ini kalau saja aku tak melihat secara langsung gerombolan Gadis yang menguruminya di setiap waktu luang.

 

 

Jika mampu aku tak akan memiliki pikiran buruk tentangnya ,namun semua tak berjalan seperti itu saat gadisku menjadi anggota salah satu gerombolan gadis yang mengerubunginya. Namanya Cho Kyuhyun dan aku sangat membencinya.

 

 

Hari ini, di sudut lorong dekat gudang yang jarang di dekati siswa lain , aku mengajak Kyuhyun bertemu. Tak seperti dugaanku yang mengira aku akan butuh kesabaran menanti kedatangannya atau bisa saja dia tak mau repot-repot untuk datang, lagi-lagi semua tak seperti dugaanku. Disana berdiri dengan tangan bersedekap di dada dengan satu pundak menyampir ransel , Kyuhyun sudah datang mendahuluiku.

 

 

Kyuhyun merubah posisi menghadapku saat aku mendekat. Semua pikiran buruk berkecamuk mencemari otakku. Dugaanku dia akan mengomel, nyatanya tidak. Dia hanya mengernyit bingung melihat kedatanganku. “ada apa?” tanyanya dengan nada datar. Sekilas aku mengira tersirat cemoohan dalam tatapannya, tapi detik berikutnya entah mengapa , mungkin mataku mulai rabun atau…..dia menatap ramah padaku.

 

“ja-jauhi Naeun…”ucapku setelah berhasil meredakan sedikit kegugupanku.

 

Dia tak langsung menjawab, kernyitan bingung tercetak di wajahnya. “yang mana?”

 

“Kau tau dia, jangan berpura-pura bodoh”emosi mulai tak bisa ku tahan melihatnya tanpa rasa bersalah berdiri menatapku. dalam benakku bergejolak rasa tak percaya, Naeun yang paling gigih mendekatinya, kemungkinan ia tak mengenalnya hanya kecil di mataku.

 

“Aku serius saat bertanya dia yang kau maksud itu yang mana, tapi lebih dari itu aku ingin memberi penawaran padamu” Kyuhyun berkata datar namun tatapannya berkata lain. Ada kesungguhan di setiap ucapannya.

 

“ck,…

 

“daripada nantinya Kau sakit hati di khianati gadismu lebih baik Kau menerima saja penawaraanku”

 

Rasanya begitu besar keinginanku menyarangkan tinju di wajah tampannya, ucapannya terlalu bertele-tele. Aku mulai muak, namun sayangnya rasa penasaran mulai bermunculan dalam benakku.

 

Kyuhyun semakin mendekat dan mencengkeram bahuku dengan kedua tangannya, cengkramannya memang tak sampai menimbulkan rasa sakit tapi cukup bisa membuatku semakin bertanya-tanya.

 

“daripada Kau terus bertahan sampai nanti di khianati olehnya lebih baik Kau meninggalkannya –firasatku tak sepenuhnya salah, memang betul aku harus memendam kebencian pada namja satu ini, dia benar benar menyebalkan. – jadilah Namjaku” WTF, aku tak salah dengarkan? . lagi dia berkata dengan tatapan penuh kesungguhan meski ucapannya masih terkesan datar.

 

 

Aku mundur satu langkah yang langsung melepaskan diri dari cengkramannya. Dari mulutku banyak sekali ucapan kasar  berjubel ingin keluar. Tapi saat satu kata pun tak bisa terucap aku hanya bisa menggeram marah dan berlalu pergi.

 

.

.

.

 

Kyuhyun pov

 

 

Kalau saja aku bisa memilih pada siapa cintaku berlabuh tak akan kubiarkan cintaku jatuh padanya. Dimana otakku, kenapa aku bisa jatuh dalam cinta tak wajar macam ini. Harusnya aku langsung menghindar ketika kali pertama melihatnya, pertama menatap mata indahnya, ketika mendengar merdu tawanya dan ketika pertama cinta ini ku rasakan.

 

 

Mana bisa aku mentolerir cinta bodoh yang seenaknya melabuhkan hati pada seorang yang tak seharusnya mendapatkannya. Jika memang cinta itu sebuah kebodohan maka sebenarnya aku lebih bodoh lagi. Namja cantik itu berhasil menawan hatiku, menjeratnya dengan demikian erat sampai aku sendiri tak mampu mengelak.

 

 

Baru mengenalnya bukan berarti aku tak tahu apa-apa tentangnya. Gadis bodoh yang sayangnya gadisnya itu sendiri yang menceritakan semua tentang dia padaku. Menghindar sudah bukan lagi jalan keluar, akan semakin sakit jika aku terus berusaha memendamnya. Resiko besar sudah aku pertaruhkan, menyatakan rasaku secara tak langsung padanya sudah terucap. Aku tak akan mundur begitu saja, segala cara akan ku lakukan untuk membuatnya tak bisa menjauh dari sisiku.

 

.

.

.

 

Normal pov

 

 

Gemuruh langkah yang berusaha lebih cepat meninggalkan kelas tak membuat Ryeowook mengikuti jejak yang mereka. Dengan malas memasukkan alat tulis dalam ransel. Matanya memutar jengah beberapa orang di depan kelas. Disana, Kyuhyun tertahan tak bisa keluar dari lingkar gadis yang mengerubunginya.

 

 

Mengacuhkan semua teriakan tak jelas gadis-gadis tak tau aturan , Ryeowook memilih menarik tangan Naeun. “ Ayo pulang” ajaknya ,berharap Naeunnya yang dulu akan langsung menuruti ucapannya juga akan berlaku demikian untuk saat ini. Tapi sayangnya tanpa kata Naeun menghempas tangan Ryeowook , lebih memilih mencoba bergelayut pada Kyuhyun yang jelas bersedekap menolak siapapun memegang lengannya.

 

 

Tak ada yang menyadari  saat Kyuhyun menatap sendu Ryeowook, hanya sekilas dan Kyuhyun merasakan sakit ikut menyerang hatinya melihat kesedihan si pemilik hati.

 

 

Kyuhyun sudah akan mendorong gadis gadis yang mengerubunginya untuk mengejar Ryeowook sebelum satu kejadian membuatnya tercengang. Ryeowook mengurungkan niatnya pergi dan berbalik menghampiri Kyuhyun setelah berhasil melesakkan dirinya di antara kerumunan.

 

 

“Saranghae….Kyuhyun’ah…” pernyataan Ryeowook membuat keheningan tercipta. Semua mata menatap tajam kearahnya kecuali Kyuhyun. Jauh di dalam hati Kyuhyun tau Ryeowook tak benar- benar mengatakan semua itu dari hatinya. Kemungkinan terbesar hanya sebuah pelampiasan.

 

 

Persetan dengan pelampiasan. Kyuhyun lebih memilih menarik tangan Ryeowook,membawanya pergi bersamanya. Yang ditarik hanya diam tak berani berkomentar atau menolak. Penyesalan selalu datang terlambat, hal itulah yang terus ia gumamkan dalam hati atas semua tindakannya.

 

 

Langkah mereka terhenti saat sudah berada di lorong sepi ujung sekolah. Kyuhyun menatap lekat Ryeowook, memposisikan Ryeowook tepat di hadapannya. “jangan pernah sekalipun menarik kata – katamu Kim Ryeowook, aku tak peduli meski aku tau itu hanya sebuah pelampiasan. Cintai Aku seperti yang sudah kau ucapkan” jelas sekali Kyuhyun berucap tanpa keinginan menerima bantahan.  Sedang Ryeowook sudah terlanjur merasa bersalah . apa bedanya dia dengan Naeun jika sekarang dia menambah luka hati Kyuhyun dengan sebuah penolakan. Yang bisa dia lakukan hanya diam, menerima apapun yang Kyuhyun inginkan darinya.

 

“Kyuhyun ssi….

 

“hn…”gumam Kyuhyun, malas rasanya mendengar Ryeowook memanggil namanya dengan begitu kaku.

 

“maaf…Aku menerima tawaranmu”

 

“jangan pernah menyesal Ryeowook’ah….atau kita akan sama-sama tersakiti” akhirnya Kyuhyun melunak mendengar Ryeowook menerima apa yang dia tawarkan kemarin. Tak di pungkiri pula rasa senang begitu membuncah mendapati seseorang yang begitu di cintainya menerima…yahh meski hanya sekedar menerima penawaran, Kyuhyun sudah cukup puas karnanya.

 

.

.

.

 

Meski sudah 1 minggu berlalu tapi tetap saja gunjingan demi gunjingan masih terus mewarnai seisi sekolah. Dalam pemikiran brutal mereka banyak yang menuduh Ryeowook mengancam Kyuhyun agar menerimanya atau yang paling parah Ryeowook sengaja menjebak Kyuhyun agar mau berhubungan dengannya.

 

 

Tak terhitung pula berapa kali Naeun sengaja mendatangi Ryeowook, memintanya melepaskan Kyuhyun untuknya. Stress di rasa Ryeowook, sungguh ia sama sekali tak menduga gadis yang begitu ia cintai bisa berlaku seperti ini padanya.

 

 

Semenjak kejadian itu pula Ryeowook mulai menjauhi Kyuhyun, bukan bermaksud menghindari sebenarnya hanya saja dia merasa tak nyaman dengan semua gosip yang bererdar tentangnya sedang Kyuhyun hanya diam tak berpendapat atau paling tidak  membelanya.

 

 

Seperti sekarang, begitu bel istirahat berdering Ryeowook langsung pergi mendahului teman sekelasnya. Gedung paling belakang memiliki sekat ke sebuah lorong yang berujung pada gudang penyimpanan lama. Entah bagaimana bisa dia menemukan tempat seperti ini, yang jelas disinilah Ryeowook mulai menyembunyikan dirinya.

 

 

Stress yang di rasanya membuat insomnia kembali mengisi malam-malamnya. Tak ayal sekarang kantuk mulai menggelayuti pelupuk mata. Memintanya untuk terpejam mengganti waktu tidur yang terlupakan semalam. Belum sampai alam mimpi menerima kedatangannya suara langkah kaki membuatnya kembali membuka mata, siaga. Bagaimanapun ia tak ingin menjadi korban bully teman-temannya seperti drama yang biasa ia tonton.

 

 

“tak dengar suara bell masuk?” tak perlu membuka mata untuk Ryeowook bisa mengenali suara yang menggangunya. Meski baru beberapa kali berbicara dengannya  tapi dia sudah cukup hapal dengan suara yang membuat hidupnya berubah.

 

Kyuhyun sangat susah di tebak. Pembawaanya yang pendiam dan jarang menanggapi omongan orang lain membuat Ryeowook enggan berdekatan dengannya. Dulu mungkin Ryeowook mengira Kyuhyun sok tidak pduli dengan gadis yang mengerumuninya hanya saat berada di sekolah, belum tentu di luar sana dia seperti itu. Tapi nyatanya semua tak sama seperti yang ia perkirakan. Kyuhyun memang pendiam kalau tak mau di bilang cuek. Lebih memilih menghindari masalah daripada masuk ke dalamnya. Terlihat dari dia yang tak mau ambil pusing dengan gosip yang beredar di sekolah.

 

“apa pedulimu?”

 

“kau menghindariku?”

 

“Tidak”

 

“menghindari mereka?”

 

“Tidak” untuk yang pertama Ryeowook memang tak mungkin berkata terus terang tentang ia yang mencoba menghindari Kyuhyun. Tapi untuk yang kedua sebenarnya Ryeowook sangat ingin meneriakkan ‘semua gara gara kau’ padanya.

 

“aku merindukanmu…sampai kapan Kau akan bersembunyi disini?”

 

Boleh kah Ryeowook berharap dirinya bisa meneriakkan ‘sampai kau bisa membelaku’ saat ini. Kenapa untuk hal seperti ini Kyuhyun masih harus bertanya. Tapi tunggu…ucapan Kyuhyun sebelumnya menarik perhatian Ryeowook, sekilas dari tempatnya duduk dia bisa melihat tatapan hangat yang Kyuhyun tujukan padanya. Tepat didepannya, Kyuhyun berdiri dengan bersandar pada meja.

 

 

Enggan rasanya menanggapi ucapan Kyuhyun ,meski begitu tetap saja Ryeowook tak bisa bersikap acuh. “jangan bertanya…aku nyaman berada disini”

 

“datanglah padaku jika kau menginginkan kenyamanan, Aku tak akan bisa melindungimu di saat Kau lebih memilih menghindariku”

 

“Kau pikir begitu!”

 

“hn…”

 

Ucapan Kyuhyun memang tak bisa di bilang bisa membuatnya lebih nyaman, tapi tatapan Kyuhyun berkata sebaliknya. Dalam pancaran mata itu terdapat sebuah janji tak terucap, disinilah Ryeowook mencoba mengerti. Tak semua laki laki sepertinya.

 

Tak ada salahnya juga coba mempercayai Kyuhyun, pikir Ryeowook. Dengan bermodal ‘mencoba mempercayai Kyuhyun’ Ryeowook beranjak dari tempatnya, meninggalkan Kyuhyun mengikutinya dalam diam.

 

Langkah-langkah mereka terdengar beriringan, tak banyak gerakan lain yang tertangkap telinga atau salahkan Ryeowook yang terus berpikir bagaimana caranya agar dia bisa percaya pada Kyuhyun sampai tak melihat dengan benar letak pintu keluar.

 

.

.

.

 

Ringisan kecil keluar dari bibir tipis Ryeowook, pening langsung menyambar begitu dia membuka mata. Ingatannya berputar ke beberapa waktu sebelum menyadari dia berada di ruang uks, dengan Kyuhyun duduk di pinggir ranjang menungguinya.

 

 

Ryeowook berpikir apa Kyuhyun menyadari saat dirinya membuka mata, karna yang menjadi objek pengamatan Ryeowook saat ini adalah Kyuhyun yang menatapnya dengan penuh cinta juga tangan yang bergerak lembut di wajahnya.

 

“Kyuhyun ssi….

 

Bola mata sewarna caramel itu membelalak lebar shock begitu kyuhyun menyatukan bibir mereka. Hanya sekilas dan Kyuhyun langsung menjauhkan wajahnya. “Apa yang Kau lakukan Kyuhyun ssi…

 

 

Lagi ciuman itu terulang. Kali ini sedikit lebih lama dengan Kyuhyun yang  menghisap bibir bawah Ryeowook. Saat ciuman itu terlepas wajah Ryeowook sudah tak bisa dikatakan lagi seberapa memerahnya mendapati perlakuan Kyuhyun. Bodohnya ia juga baru menyadari tak adanya penolakan yang ia berikan.

 

 

“jangan panggil Aku seperti itu” ucap Kyuhyun datar. Dan disinilah Ryeowook menyadari kesalahannya. Sebuah ide jahil tiba-tiba menyeruak begitu saja di benaknya.

 

“Kyuhyun ssi….

 

Begitu Kyuhyun mendekat menyatukan lagi bibir mereka, segera saja Ryeowook menahan tengkuk Kyuhyun. Mengundangnya merasakan lebih jauh, membuka mulut mempersilahkan Kyuhyun bermain-main disana.

 

 

Begitu banyak orang berkata cinta itu buta. Tapi bagi Ryeowook tidak seperti itu. Cinta adalah pilihan, jangan mengejar cintamu jika memang cinta itu tak bisa kau dapatkan. Lihatlah cinta yang lain yang mungkin bisa membawamu pada kehidupan yang lebih baik. This is Love

 

 

.

.

.

 

“Aku tau Kau lebih dari yang Kau tau Oppa…. Kyuhyun Oppa sama sekali tak masuk dalam kriteriamu.lepaskan dia untukku”

 

“kau sudah tau apa jawabanku…”

 

“jebal Oppa…..aku sangat mencintainya”

 

“bodoh jika aku melepasnya Naeun’ah…berkatmu aku bisa mendapatkan dia.Ku ucapkan terima kasih atas semua sakit hati serta bahagia yang ku dapatkan karnamu”

 

Gadis cantik itu terpekur menyesali apa yang dia perbuat sambil menatap kepergian laki-laki yang pernah mengisi  hari-harinya dulu. Sedang yang di tatap melenggang tak peduli mengabaikan siapapun yang menggunjinkan dirinya.

 

“dia lagi?” Ryeowook mengangguk ringan, membiarkan Kyuhyun menjejeri langkahnya.

 

“bagaimana dengan fansmu?”

 

“merepotkan”

 

“hahahaha….” tawa itu terdengar lepas, tawa yang bisa membebaskan Kyuhyun dari belenggu kejenuhan. Bagaimana tidak jika setiap hari dia harus berusaha lebih keras melepaskan diri dari serbuan fans agar bisa pulang bersama Ryeowooknya.

 

“Kau senang melihatku seperti ini,sial bagaimana bisa gadis itu terus saja memaksamu….Ku harap kau tak lagi meliriknya”

 

“ahahahahaha…..”

 

Kyuhyun buka type orang yang suka di tertawakan, apalagi ia di tertawakan karna hal yang sangat merugikannya. Tapi demi Ryeowook, demi tawanya ia rela….meski harus melemparkan dirinya dalam sebuah masalah.

 

 

 The End

 

Ok q tw klian psti bilang ini aneh.rasax sudah bgtu lama q g bkin fic /lebay

Dan smoga stelah ini q bisa mnyempatkan wktu lg ngelanjutin fic yg laen.g jnji bza apdet cpet jga .so…maapkan driq yg malah mmpersembahkan fic gaje macam ini/ngacir.