Love Is You Chap 5

wpid-cymera_20141225_071703.jpg

 

 

Love is you

 

KyuWook

 

@mie2ryeosom

.

.

.

 

Cast              : Kim Ryeowook , Cho Kyuhyun , Cho Ahra n other

Rated          : T+

Genre          : Romance

Warn           : Yaoi,Gaje,OOC,TYPO

a/n               : T____________________T  / masih ngasih kesempatan buat siders yg mau tobatttt.

 

 

.

.

.

 

 

“aku di Apartmen, kemarilah” tuttt….hanya sebaris kata yang terucap sebelum panggilan itu terputus. Batin Kyuhyun bergelut berpikir kemungkinan Ryeowook memasang alat pelacak di tubuhnya.

 

.

.

.

 

Ini sudah seperti Kyuhyun tertangkap basah telah bercinta dengan wanita lain , meski Ryeowook bertingkah seperti biasanya tapi berbeda dengan Kyuhyun. Dalam kondisi normal mungkin sekarang Kyuhyun sudah bergulingan menghancurkan kerapian ranjang Ryeowook. Tapi sekarang, hanya duduk diam terpekur di pinggir ranjang memandang cermin besar yang  memantulkan bayangan dirinya.

 

 

“ada yang kau sembunyikan dariku?” respon berlebihan di berikan Kyuhyun ketika Ryeowook memasuki kamar dengan sebuah pertanyaan yang sebenarnya  biasa ia katakan. Sayangnya itu akan berubah menjadi sebuah keyakinan akan kebenaran ucapannya, Ryeowook menghampiri Kyuhyun, duduk bersebelahan.

 

“ti-tidak, aku baru pulang dan kau menghubungiku”

 

“aneh, Kau tak bertanya alasan kenapa aku berada di Apartmen saat seharusnya aku memiliki jadwal di Rumah Sakit”

 

“i-itu….kenapa kau …

 

“ck,kau jelas menyembunyikan sesuatu. Katakan atau aku tak akan mengatakan alasanku menyuruhmu kemari.”

 

 

Wajah pucat Kyuhyun drastis bertambah pucat, Ryeowook terlalu ahli menyibak rahasia terdalamnya. Mencoba berbohong pun percuma. Ryeowook jelas tak mudah di bohongi.

 

“Kyuhyun’ah…”

 

“Cha-changmin mengajakku ke tempat karaoke”

 

“hm…”

 

“ber-bersama teman wanita di kelasku”

 

“lalu….”

 

“A-aku hanya menyentuh sebentar payudaranya,tak lebih dari itu”

 

 

Kyuhyun menyesali apa yang telah di lakukanya ketika melihat wajah muram Ryeowook saat mendengar pengakuannya. Jika bisa memutar waktu Kyuhyun tak akan pernah mau walau Changmin mengancamnya. Meski  begitu semua sudah terjadi, penyesalan sudah terlambat. Dalam diam Kyuhyun memikirkan kemungkinan terburuk, Ryeowook mencampakkannya.

 

 

“Hyung….” jujur saja Kyuhyun sekarang tengah bergulat dengan rasa takutnya. Sedikit banyak dia berharap Ryeowook luluh mendengar panggilannya. Tapi apa yang dia harapkan tak sesuai keinginan. Ryeowook ,dia tak menyahut, namun juga tak melakukan apapun. “Aku bersalah….maafkan Aku Hyung”

 

“Lupakan…” Ryeowook beranjak meninggalkan Kyuhyun, tepat di ambang pintu Ryeowook berhenti. Tanpa menatap Kyuhyun dia berkata. “Aku melihatmu bersama teman-temanmu memasuki tempat karaoke di persimpangan jalan dekat sekolahmu. Itu yang membuatku menghubungimu dan meliburkan diriku.”

 

 

Ingin rasanya Kyuhyun menghantamkan kepalanya ke tembok. Betapa malunya dia telah tertangkap basah. Belum ditambah dengan penyesalan tiada henti. Lebih baik baginya melihat Ryeowook marah ,memukulinya pun dia tak akan protes daripada seperti ini. Ryeowook mengacuhkannya, tak membiarkannya melihat seberapa terluka hatinya.

 

 

Di sisi lain Ryeowook tak bisa berharap banyak dari hubungannya bersama Kyuhyun. Entah siapa yang kekanakan sekarang. Yang jelas hatinya terus berdenyut sakit. Disatu sisi ingin sekali dia meluapkan semua amarahnya, menghajar Kyuhyun masuk ke dalam list yang sebenarnya ingin dia lakukan jika saja sebuah ingatan tak menyadarkannya. Inikah yang Kyuhyun rasakan saat melihatnya selalu berdekatan dengan Ahra?.

 

 

Otaknya terus di putar untuk memikirkan hal positif, mencoba menghalau semua bayangan dimana Kyuhyun sudah mengakui apa yang dia lakukan tanpa berusaha mengelak ataupun menutupi. ‘jangan dipikirkan Ryeowook,Kyuhyun tak melakukan lebih dari itu,jangan dipikirkan lagi’ kallimat itu terus di ucapnya berulang kali. Mencoba menguasai diri yang sebenarnya sudah tak mampu untuk berpikir jernih.

 

 

Semua luluh lantah ketika Ryeowook jatuh berjongkok di balik mini bar yang menyatu dengan dapur. Hatinya terlampau sakit, penghianatan Kyuhyun terus berputar dalam benaknya. “hiks….” pertahannya runtuh, isakan lirih sudah tak bisa ditahan olehnya.

 

 

Di dalam kamar Kyuhyun merasa suatu kejanggalan melihat Ryeowook tak lagi masuk kamar dalam waktu yang cukup lama. Menampik kemungkinan Ryeowook meninggalkan begitu saja dirinya di apartmen membuat Kyuhyun melangkah keluar, mengecek keberadaan Ryeowook.

 

 

“Hyung….” hati Kyuhyun mencelos melihat Ryeowook berjongkok membelakangi mini bar dengan wajah tersembunyi di antara lututnya. Pertanyaan demi pertanyaan bergelayut dalam otakknya, seberapa besarkah kesalahan yang dia perbuat sampai pria yang begitu di cintainya terluka sedalam ini. “Hyung…..jangan menangis,jebal” pinta Kyuhyun, tanpa disadari airmata juga menetes dari pelupuk matanya. Ini pertama kalinya, pertama kali Kyuhyun menangis. melihat Ryeowook menangis membuat Kyuhyun meruntuhkan air mata yang dulu memiliki arti  cengeng jika dia sampai mengeluarkannya.

 

“Hyung….sekali ini saja maafkan Aku,Aku berjanji tak akan pernah lagi menyakitimu…jebal Hyung…”

 

“Hiks…”

 

“jangan seperti ini hyung,Luapkan padaku….Kumohon jangan menyimpannya sendiri….”

 

“Hiks….” bukan maksud Ryeowook mengacuhkan semua permohonan maaf Kyuhyun, tak di pungkiri ia juga tak tega melihat Kyuhyun sampai memohon seperti ini. Tapi rasanya begitu sulit bahkan untuk menatap wajah Kyuhyun. Tangisan Kyuhyun seperti cambukan yang malah membuat Ryeowook semakin merasakan sakit lebih dalam.

 

 

Melihat tangisan Ryeowook tak kujung berhenti dengan segenap keberaniannya Kyuhyun merengkuh tubuh pria yang paling dicintainya itu. Mencoba menawarkan perlindungan yang sebelumnya tidak terpikirkan olehnya. “Hyung jebal Uljima….” pinta Kyuhyun.

 

“jangan tinggalkan Aku Kyu….” lirih Ryeowook, wajahnya terbenam di dada Kyuhyun dengan tangannya melingkari pinggang Kyuhyun mencari kenyamanan. Ucapan Ryeowook membuat tubuh Kyuhyun menegang, tak perlu menunggu Ryeowook memohon, sejengkal pun jika bisa Kyuhyun tak pernah rela berjauhan  darinya. Maka saat Ryeowook memohon padanya itu malah membuat Kyuhyun semakin dalam merutuki kesalahannya.

 

.

.

.

.

 

Malam itu Kyuhyun habiskan dengan menemani Ryeowook, mereka berbaring sambil berpelukan erat. Ryeowook  tampak berbeda, tak membiarkan Kyuhyun menjauh darinya.

 

 

Sampai pagi menjelang Kyuhyun baru mengingat belum menghubungi rumahnya. Pesan singkat ia kirimkan pada Ummanya, sedikit menceritakan apa yang membuatnya menginap di tempat Ryeowook.

 

 

Merasa terganggu dengan apa yang Kyuhyun lakukan Ryeowook menggeliat kecil, perlahan membuka mata, lalu tersenyum dengan sangat tampan melihat Kyuhyun masih berada di sisinya. “Pagi Kyu….” rasanya tak ada kata yang mampu terucap mengggantikan semua rasa bahagia yang meliputi hatinya. Bagaimana tidak, sekedar mendapatkan senyum Ryeowook saja Kyuhyun sudah gembira tak terkira kini malah di tambah dengan Ryeowook yang memulai lebih dulu mendaratkan kecupan lembut di bibirnya.

 

 

Jangan pernah melewatkan kesempatan yang ada telah menjadi motto Kyuhyun sejak beberapa detik lalu. Tak ingin bibir Ryeowook menjauh dari bibirnya segera saja Kyuhyun menahan tengkuk Ryeowook, memperdalam ciuman mereka. Lidah Kyuhyun menerobos saat Ryeowook berniat menggumamkan sebuah kata yang malah tak berakhir seperti inginnya. Kyuhyun tak membiarkan Ryeowook menjauh, lidahnya dengan lihai mengeksplore mulut Ryeowook, mengabsen giginya, bertarung lidah pun tak terhindarkan sampai suara lenguhan Ryeowook terdengar. Begitu menggelitik sesuatu dalam dirinya untuk menyentuh Ryeowook lebih jauh.

 

 

“enghh…Kyuhh…” sadar Ryeowook membutuhkan oksigen membuat Kyuhyun sebentar melepaskan tautan bibir mereka, membiarkan Ryeowook meraup oksigen sebelum kembali dia menyatukan dua bibir mereka. Rasanya begitu memabukkan, dia tak pernah mencium Ryeowook sebasah ini. Apalagi ditambah lenguhan Ryeowook, libido Kyuhyun langssung merangkak ke titik tertinggi.

 

 

Dengan sebelah tangan berada di tengkuk Ryeowook, Kyuhyun merubah poosisi membuat Ryeowook berada di bawahnya. Pagutan mereka terlepas saat Ryeowook memukul pelan dada Kyuhyun. Tak ingin berdiam diri menunggu Ryeowook kembali meraup oksigen, Kyuhyun menjatuhkan kecupan demi kecupan di seluruh wajah Ryeowook. Mata,kening, hidung,pipi dan semakin turun mencapai leher. Seringai jahil terpampang di wajah Kyuhyun, lidahnya terjulur menjilat sensual leher Ryeowook, jilatan yang berjalan dari belakang telinga sampai leher membuat Ryeowook menggelinjang disertai lenguhan hasrat.

 

 

“erm…Kyuh…

 

“Kau indah Hyung….bolehkah aku memilikimu seutuhnya?”

 

 

Sretttt

 

 

Permintaan Kyuhyun seakan menjadi pengingat bagi Ryeowook, sekali gerakan membuat tubuh Kyuhyun jatuh dengan tak elit di bawah ranjang.

 

“awww….Hyung…

 

“maaf Kyu,A-aku ada operasi pagi ini”

 

 

Shit,Kyuhyun mengumpat dalam hati melihat kepergian Ryeowook. Ditatapnya dengan wajah mengiba penis tegang yang masih tersembunyi di dalam celana. Seingatnya dia tak sampai setegang ini saat meremas milik teman wanitanya  kemarin.

 

 

“Hyung…..punyaku tak bisa tidur”

 

 

Dengan wajah memerah menahan hasrat sekaligus malu Ryeowook mengacuhkan teriakan serta seruan Kyuhyun.hanya mencuci muka ,berganti baju lantas langsung berlalu meninggalkan Kyuhyun begitu saja.

 

.

.

.

 

Tak biasanya mereka berdua berada dalam situasi canggung macam ini. Dalam hati mereka memendam satu hal mengganjal yang sebenarnya ingin sekali mereka ucapkan.

 

 

Changmin ingin sekali mengintrogasi Kyuhyun tentang apa yang sebenarnya terjadi sampai Kyuhyun pergi begitu saja setelah menerima telpon. Membuatnya harus berusaha membujuk gadis yang kemarin di raba Kyuhyun agar menghentikan tangisnya saat di tinggalkan begitu saja oleh Kyuhyun.

 

 

Sementara Kyuhyun ingin sekali meluapkan amarahnya, gara-gara ide konyol Changmin dia sampai membuat Ryeowooknya menangis. Hampir saja dia kehilangan apa yang telah ia perjuangkan selama ini.

 

 

Jelas sekali aura suram mengelilingi mereka, sampai saat dimana Changmin menghujam Kyuhyun dengan tatapan tajamnya, saat itu pula gadis itu datang meminta pertanggung jawaban Kyuhyun. “Kau bercanda?” bukan Kyuhyun yang merespon, melainkan Changmin yang juga tak terima melihat gadis kemarin meminta pertanggung jawaban Kyuhyun.

 

 

“Kyuhyun Oppa telah mempermalukan Ku….Aku mau Kau bertanggung jawab Oppa” Changmin makin gusar. meski Kyuhyun membuatnya kelimpungan kemarin tapi tetap saja ini tak seharusnya terjadi. Mereka telah berjanji tak akan ada yang namanya pertanggung jawaban sekalipun mereka telah melakukannya.

 

“bagaimana caranya?” sahut Kyuhyun datar, mengabaikan Changmin kelabakan mendengar ucapannya.

 

“Oppa harus jadi namjaku”

 

“hanya itu?”

 

“Oppa juga harus menikah dengan ku setelah kita lulus nanti”

 

“begitukah?” tanggap Kyuhyun enteng.

 

“Hentikan….Kyuhyun jangan dengarkan dia, dan Kau jangan terlalu berharap”sergah Changmin saat dirasa semua sudah berjalan terlalu jauh.

 

“Aku tak akan tinggal diam Oppa,orangtua ku tak akan terima saat aku mengadukan semua yang Kau lakukan padaku kemarin” Changmin mendelik sangar, namun diacuhkan begitu saja.

 

Kyuhyun bergumam tak jelas sebelum tertawa kecil. “Karna Aku bukan pengecut akan ku lakukan yang seharusnya ku lakukan asal kau bisa menerimaku” keduanya terdiam mencoba memikirkan maksud ucapan Kyuhyun. “Aku gay, itulah alasan mengapa Aku sama sekali tak tertarik melihat tubuhmu meski kau telanjang di depanku kemarin” beberapa pasang mata yang berada disekitar mereka tercengang tak percaya dengan ucapan Kyuhyun. Refllek Changmin memberi jarak antara dirinya dan Kyuhyun. Sementara gadis yang kemarin di sentuh Kyuhyun bersiap menangis mengetahui kenyataan yang sebenarnya membuatnya sempat bertanya-tanya mengenai kejadian kemarin.

 

Dengan enteng Kyuhyun mengerling jenaka ke arah Changmin. “Aku tak menyukaimu, Namjaku berjuta kali lebih baik darimu” ucapannya sukses menohok Changmin, membuatnya kembali ke tempat asal di samping kyuhyun. Sementara gadis tadi sudah berlalu pergi sambil berderai air mata.

 

“benarkah,kau gay?”

 

“yups”

 

“Woahhh…..dunia sudah kacau….apa yang kau lihat darinya,kita sama-sama memiliki itu

 

“kau salah, kau tidak memiliki apa yang dia miliki”

 

“maksudmu,dia transgender?”

 

 

Plakkk

 

 

Malang bagi Changmin, mana terima Kyuhyun mendengar Ryeowook di hina di depannya.

 

“seperti apa dia sampai Kau menganiaya ku”dumel changmin, menahan sakit sambil mengelus kepalanya yang baru saja di adu dengan psp oleh Kyuhyun.

 

“ck….nanti,jika Aku mendapatkan dia seutuhnya, Akan ku kenalkkan kau padanya”

 

“yaaa!!!!”

 

.

.

.

.

 

Kyuhyun dongkol setengah mati, jadwalnya kacau hanya karna Changmin tak berhenti mengikutinya. Malas saja jika harus datang ke Rumah sakit dengan Changmin turut serta, jadi dengan wajah tertekuk kesal Kyuhyun terpaksa pulang ke rumah, tentu saja Changmin masih setia mengikuti.

 

 

“terjadi sesuatu,Kyuhyun….kau tak menemuinya?” Umma Cho langsung nyeletuk begitu Kyuhyun membanting pintu tepat setelah Changmin ikut menerobos masuk.

 

“jangan bicarakan dia Umma,dia tak berhenti mengikutiku” ucapan sinis Kyuhyun tak menyurutkan tekad Changmin. Mengacuhkan Kyuhyun yang ngeloyor pergi memasuki kamarnya, Changmin malah mendekati Nyonya Cho, niatnya sih mau mengorek informasi.

 

“Anyyeong ahjumma…”

 

“Changmin’ah…lama sekali tak berkunjung kemari” Changmin mengerling jahil saat Nyonya Cho sama sekali tak menaruh curiga padanya.

 

“Kyuhyun terlalu sibuk dengannya, bahkan baru kemarin dia mengenalkanku dengan dia…”

 

“Ryeowook…kau sudah berkenalan dengannya?” good , Changmin berhasil. Nama itu sudah terucap, senyum kemenangan terpampang di wajah changmin.

 

“nde, Ryeowook cukup…err…tampan”

 

“hahahaha…..dia manis Changmin’ah”

 

“nde….”ok, sekarang changmin cukup terkejut. Manis? Apa bagusnya pria manis.

 

“cukup membuatku tercengang saat Ryeowookie lebih memilih Kyuhyun dari pada Ahra. Hahh….mereka jadi saling menjaga jarak gara-gara hal ini”

 

.

.

.

 

“jadi….kau berebut dia dengan Noona Mu ,Kyu?”

 

“….”

 

“Ryeowook….apa menariknya dia?”

 

Shit, Kyuhyun melempar asal pspnya. Membawa Changmin kerumah dengan niat agar Changmin tak memergokinya menemui Ryeowook malah dia melupakan betapa liciknya Changmin yang pasti dengan mudah bisa memancing Ummanya.

 

“sejauh apa rasa penasaranmu itu Shim Changmin”

 

“oh ayolah,, ini pertama kali Kau memiliki seseorang di hatimu.jangan mematikan rasa penasaranku”bujuk Changmin penuh harap.

 

Lama Kyuhyun berpikir, Changmin bukan seseorang yang mudah terkecoh. Dua sahabat  itu sudah terlalu jauh mengenal satu sama lain. “begini saja,ajari Aku cara membuatnya mau melakukan itu . sebagai gantinya Aku akan mengenalkan kalian “

 

Changmin tampak berpikir, mencoba serius dan berujung seringai terlukis di wajah tampannya.  “siapkan hadiah untuknya, ciptakan suasana romantis dan biarkan dia terhanyut oleh pesonamu”

 

“bisakah?”

 

“coba saja”

 

“berapa persen kemungkinan berhasilnya?”

 

“90%…aku tak pernah gagal Kyuhyun”

 

“Kau lupa, dia pria . kurasa hal seperti itu tak akan mempan padanya”

 

“apa bedanya, kecuali kau berada di bawah”

 

Seringai jahil terus melekat di wajah Changmin, memperhatikan Kyuhyun berpikir sebentar lalu perlahan mundur teratur. “Changminnnn….sialan kauuuu!!!!!”

 

.

.

.

 

Brakkk

 

 

Buku tentang kesehatan dengan judul aneh –menurut Kyuhyun- tak seberapa tebal jatuh di pangkuan Kyuhyun. Ahra yang melakukan, membuat Kyuhyun menghentikan permainan gamenya lalu mengalihkan fokus pada buku di pangkuannya.

 

“baca bab 3, Kau menjijikkan.”

 

Setelahnya Kyuhyun menyadari sesuatu. Inikah alasan Ryeowook tak mau melakukannya.

 

 

 

Tbc

 

Aku tau ini cukup lama….kkk

Maap dch, tp g jnji juga next chap bkal cpet….hahahahaha

 

This is Love ~ Oneshoot

Permalink gambar yang terpasang

 

 

KyuWook

By: Mie2ryeosom

 

.

.

.

Ryeowook pov

 

 

Satu hari, hanya butuh satu hari seseorang yang belum lama menjadi penghuni baru dalam kelas bersamaku bisa menjungkir balikkan duniaku. Jujur dia memang cukup tampan, aku tidak akan bilang seperti ini kalau saja aku tak melihat secara langsung gerombolan Gadis yang menguruminya di setiap waktu luang.

 

 

Jika mampu aku tak akan memiliki pikiran buruk tentangnya ,namun semua tak berjalan seperti itu saat gadisku menjadi anggota salah satu gerombolan gadis yang mengerubunginya. Namanya Cho Kyuhyun dan aku sangat membencinya.

 

 

Hari ini, di sudut lorong dekat gudang yang jarang di dekati siswa lain , aku mengajak Kyuhyun bertemu. Tak seperti dugaanku yang mengira aku akan butuh kesabaran menanti kedatangannya atau bisa saja dia tak mau repot-repot untuk datang, lagi-lagi semua tak seperti dugaanku. Disana berdiri dengan tangan bersedekap di dada dengan satu pundak menyampir ransel , Kyuhyun sudah datang mendahuluiku.

 

 

Kyuhyun merubah posisi menghadapku saat aku mendekat. Semua pikiran buruk berkecamuk mencemari otakku. Dugaanku dia akan mengomel, nyatanya tidak. Dia hanya mengernyit bingung melihat kedatanganku. “ada apa?” tanyanya dengan nada datar. Sekilas aku mengira tersirat cemoohan dalam tatapannya, tapi detik berikutnya entah mengapa , mungkin mataku mulai rabun atau…..dia menatap ramah padaku.

 

“ja-jauhi Naeun…”ucapku setelah berhasil meredakan sedikit kegugupanku.

 

Dia tak langsung menjawab, kernyitan bingung tercetak di wajahnya. “yang mana?”

 

“Kau tau dia, jangan berpura-pura bodoh”emosi mulai tak bisa ku tahan melihatnya tanpa rasa bersalah berdiri menatapku. dalam benakku bergejolak rasa tak percaya, Naeun yang paling gigih mendekatinya, kemungkinan ia tak mengenalnya hanya kecil di mataku.

 

“Aku serius saat bertanya dia yang kau maksud itu yang mana, tapi lebih dari itu aku ingin memberi penawaran padamu” Kyuhyun berkata datar namun tatapannya berkata lain. Ada kesungguhan di setiap ucapannya.

 

“ck,…

 

“daripada nantinya Kau sakit hati di khianati gadismu lebih baik Kau menerima saja penawaraanku”

 

Rasanya begitu besar keinginanku menyarangkan tinju di wajah tampannya, ucapannya terlalu bertele-tele. Aku mulai muak, namun sayangnya rasa penasaran mulai bermunculan dalam benakku.

 

Kyuhyun semakin mendekat dan mencengkeram bahuku dengan kedua tangannya, cengkramannya memang tak sampai menimbulkan rasa sakit tapi cukup bisa membuatku semakin bertanya-tanya.

 

“daripada Kau terus bertahan sampai nanti di khianati olehnya lebih baik Kau meninggalkannya –firasatku tak sepenuhnya salah, memang betul aku harus memendam kebencian pada namja satu ini, dia benar benar menyebalkan. – jadilah Namjaku” WTF, aku tak salah dengarkan? . lagi dia berkata dengan tatapan penuh kesungguhan meski ucapannya masih terkesan datar.

 

 

Aku mundur satu langkah yang langsung melepaskan diri dari cengkramannya. Dari mulutku banyak sekali ucapan kasar  berjubel ingin keluar. Tapi saat satu kata pun tak bisa terucap aku hanya bisa menggeram marah dan berlalu pergi.

 

.

.

.

 

Kyuhyun pov

 

 

Kalau saja aku bisa memilih pada siapa cintaku berlabuh tak akan kubiarkan cintaku jatuh padanya. Dimana otakku, kenapa aku bisa jatuh dalam cinta tak wajar macam ini. Harusnya aku langsung menghindar ketika kali pertama melihatnya, pertama menatap mata indahnya, ketika mendengar merdu tawanya dan ketika pertama cinta ini ku rasakan.

 

 

Mana bisa aku mentolerir cinta bodoh yang seenaknya melabuhkan hati pada seorang yang tak seharusnya mendapatkannya. Jika memang cinta itu sebuah kebodohan maka sebenarnya aku lebih bodoh lagi. Namja cantik itu berhasil menawan hatiku, menjeratnya dengan demikian erat sampai aku sendiri tak mampu mengelak.

 

 

Baru mengenalnya bukan berarti aku tak tahu apa-apa tentangnya. Gadis bodoh yang sayangnya gadisnya itu sendiri yang menceritakan semua tentang dia padaku. Menghindar sudah bukan lagi jalan keluar, akan semakin sakit jika aku terus berusaha memendamnya. Resiko besar sudah aku pertaruhkan, menyatakan rasaku secara tak langsung padanya sudah terucap. Aku tak akan mundur begitu saja, segala cara akan ku lakukan untuk membuatnya tak bisa menjauh dari sisiku.

 

.

.

.

 

Normal pov

 

 

Gemuruh langkah yang berusaha lebih cepat meninggalkan kelas tak membuat Ryeowook mengikuti jejak yang mereka. Dengan malas memasukkan alat tulis dalam ransel. Matanya memutar jengah beberapa orang di depan kelas. Disana, Kyuhyun tertahan tak bisa keluar dari lingkar gadis yang mengerubunginya.

 

 

Mengacuhkan semua teriakan tak jelas gadis-gadis tak tau aturan , Ryeowook memilih menarik tangan Naeun. “ Ayo pulang” ajaknya ,berharap Naeunnya yang dulu akan langsung menuruti ucapannya juga akan berlaku demikian untuk saat ini. Tapi sayangnya tanpa kata Naeun menghempas tangan Ryeowook , lebih memilih mencoba bergelayut pada Kyuhyun yang jelas bersedekap menolak siapapun memegang lengannya.

 

 

Tak ada yang menyadari  saat Kyuhyun menatap sendu Ryeowook, hanya sekilas dan Kyuhyun merasakan sakit ikut menyerang hatinya melihat kesedihan si pemilik hati.

 

 

Kyuhyun sudah akan mendorong gadis gadis yang mengerubunginya untuk mengejar Ryeowook sebelum satu kejadian membuatnya tercengang. Ryeowook mengurungkan niatnya pergi dan berbalik menghampiri Kyuhyun setelah berhasil melesakkan dirinya di antara kerumunan.

 

 

“Saranghae….Kyuhyun’ah…” pernyataan Ryeowook membuat keheningan tercipta. Semua mata menatap tajam kearahnya kecuali Kyuhyun. Jauh di dalam hati Kyuhyun tau Ryeowook tak benar- benar mengatakan semua itu dari hatinya. Kemungkinan terbesar hanya sebuah pelampiasan.

 

 

Persetan dengan pelampiasan. Kyuhyun lebih memilih menarik tangan Ryeowook,membawanya pergi bersamanya. Yang ditarik hanya diam tak berani berkomentar atau menolak. Penyesalan selalu datang terlambat, hal itulah yang terus ia gumamkan dalam hati atas semua tindakannya.

 

 

Langkah mereka terhenti saat sudah berada di lorong sepi ujung sekolah. Kyuhyun menatap lekat Ryeowook, memposisikan Ryeowook tepat di hadapannya. “jangan pernah sekalipun menarik kata – katamu Kim Ryeowook, aku tak peduli meski aku tau itu hanya sebuah pelampiasan. Cintai Aku seperti yang sudah kau ucapkan” jelas sekali Kyuhyun berucap tanpa keinginan menerima bantahan.  Sedang Ryeowook sudah terlanjur merasa bersalah . apa bedanya dia dengan Naeun jika sekarang dia menambah luka hati Kyuhyun dengan sebuah penolakan. Yang bisa dia lakukan hanya diam, menerima apapun yang Kyuhyun inginkan darinya.

 

“Kyuhyun ssi….

 

“hn…”gumam Kyuhyun, malas rasanya mendengar Ryeowook memanggil namanya dengan begitu kaku.

 

“maaf…Aku menerima tawaranmu”

 

“jangan pernah menyesal Ryeowook’ah….atau kita akan sama-sama tersakiti” akhirnya Kyuhyun melunak mendengar Ryeowook menerima apa yang dia tawarkan kemarin. Tak di pungkiri pula rasa senang begitu membuncah mendapati seseorang yang begitu di cintainya menerima…yahh meski hanya sekedar menerima penawaran, Kyuhyun sudah cukup puas karnanya.

 

.

.

.

 

Meski sudah 1 minggu berlalu tapi tetap saja gunjingan demi gunjingan masih terus mewarnai seisi sekolah. Dalam pemikiran brutal mereka banyak yang menuduh Ryeowook mengancam Kyuhyun agar menerimanya atau yang paling parah Ryeowook sengaja menjebak Kyuhyun agar mau berhubungan dengannya.

 

 

Tak terhitung pula berapa kali Naeun sengaja mendatangi Ryeowook, memintanya melepaskan Kyuhyun untuknya. Stress di rasa Ryeowook, sungguh ia sama sekali tak menduga gadis yang begitu ia cintai bisa berlaku seperti ini padanya.

 

 

Semenjak kejadian itu pula Ryeowook mulai menjauhi Kyuhyun, bukan bermaksud menghindari sebenarnya hanya saja dia merasa tak nyaman dengan semua gosip yang bererdar tentangnya sedang Kyuhyun hanya diam tak berpendapat atau paling tidak  membelanya.

 

 

Seperti sekarang, begitu bel istirahat berdering Ryeowook langsung pergi mendahului teman sekelasnya. Gedung paling belakang memiliki sekat ke sebuah lorong yang berujung pada gudang penyimpanan lama. Entah bagaimana bisa dia menemukan tempat seperti ini, yang jelas disinilah Ryeowook mulai menyembunyikan dirinya.

 

 

Stress yang di rasanya membuat insomnia kembali mengisi malam-malamnya. Tak ayal sekarang kantuk mulai menggelayuti pelupuk mata. Memintanya untuk terpejam mengganti waktu tidur yang terlupakan semalam. Belum sampai alam mimpi menerima kedatangannya suara langkah kaki membuatnya kembali membuka mata, siaga. Bagaimanapun ia tak ingin menjadi korban bully teman-temannya seperti drama yang biasa ia tonton.

 

 

“tak dengar suara bell masuk?” tak perlu membuka mata untuk Ryeowook bisa mengenali suara yang menggangunya. Meski baru beberapa kali berbicara dengannya  tapi dia sudah cukup hapal dengan suara yang membuat hidupnya berubah.

 

Kyuhyun sangat susah di tebak. Pembawaanya yang pendiam dan jarang menanggapi omongan orang lain membuat Ryeowook enggan berdekatan dengannya. Dulu mungkin Ryeowook mengira Kyuhyun sok tidak pduli dengan gadis yang mengerumuninya hanya saat berada di sekolah, belum tentu di luar sana dia seperti itu. Tapi nyatanya semua tak sama seperti yang ia perkirakan. Kyuhyun memang pendiam kalau tak mau di bilang cuek. Lebih memilih menghindari masalah daripada masuk ke dalamnya. Terlihat dari dia yang tak mau ambil pusing dengan gosip yang beredar di sekolah.

 

“apa pedulimu?”

 

“kau menghindariku?”

 

“Tidak”

 

“menghindari mereka?”

 

“Tidak” untuk yang pertama Ryeowook memang tak mungkin berkata terus terang tentang ia yang mencoba menghindari Kyuhyun. Tapi untuk yang kedua sebenarnya Ryeowook sangat ingin meneriakkan ‘semua gara gara kau’ padanya.

 

“aku merindukanmu…sampai kapan Kau akan bersembunyi disini?”

 

Boleh kah Ryeowook berharap dirinya bisa meneriakkan ‘sampai kau bisa membelaku’ saat ini. Kenapa untuk hal seperti ini Kyuhyun masih harus bertanya. Tapi tunggu…ucapan Kyuhyun sebelumnya menarik perhatian Ryeowook, sekilas dari tempatnya duduk dia bisa melihat tatapan hangat yang Kyuhyun tujukan padanya. Tepat didepannya, Kyuhyun berdiri dengan bersandar pada meja.

 

 

Enggan rasanya menanggapi ucapan Kyuhyun ,meski begitu tetap saja Ryeowook tak bisa bersikap acuh. “jangan bertanya…aku nyaman berada disini”

 

“datanglah padaku jika kau menginginkan kenyamanan, Aku tak akan bisa melindungimu di saat Kau lebih memilih menghindariku”

 

“Kau pikir begitu!”

 

“hn…”

 

Ucapan Kyuhyun memang tak bisa di bilang bisa membuatnya lebih nyaman, tapi tatapan Kyuhyun berkata sebaliknya. Dalam pancaran mata itu terdapat sebuah janji tak terucap, disinilah Ryeowook mencoba mengerti. Tak semua laki laki sepertinya.

 

Tak ada salahnya juga coba mempercayai Kyuhyun, pikir Ryeowook. Dengan bermodal ‘mencoba mempercayai Kyuhyun’ Ryeowook beranjak dari tempatnya, meninggalkan Kyuhyun mengikutinya dalam diam.

 

Langkah-langkah mereka terdengar beriringan, tak banyak gerakan lain yang tertangkap telinga atau salahkan Ryeowook yang terus berpikir bagaimana caranya agar dia bisa percaya pada Kyuhyun sampai tak melihat dengan benar letak pintu keluar.

 

.

.

.

 

Ringisan kecil keluar dari bibir tipis Ryeowook, pening langsung menyambar begitu dia membuka mata. Ingatannya berputar ke beberapa waktu sebelum menyadari dia berada di ruang uks, dengan Kyuhyun duduk di pinggir ranjang menungguinya.

 

 

Ryeowook berpikir apa Kyuhyun menyadari saat dirinya membuka mata, karna yang menjadi objek pengamatan Ryeowook saat ini adalah Kyuhyun yang menatapnya dengan penuh cinta juga tangan yang bergerak lembut di wajahnya.

 

“Kyuhyun ssi….

 

Bola mata sewarna caramel itu membelalak lebar shock begitu kyuhyun menyatukan bibir mereka. Hanya sekilas dan Kyuhyun langsung menjauhkan wajahnya. “Apa yang Kau lakukan Kyuhyun ssi…

 

 

Lagi ciuman itu terulang. Kali ini sedikit lebih lama dengan Kyuhyun yang  menghisap bibir bawah Ryeowook. Saat ciuman itu terlepas wajah Ryeowook sudah tak bisa dikatakan lagi seberapa memerahnya mendapati perlakuan Kyuhyun. Bodohnya ia juga baru menyadari tak adanya penolakan yang ia berikan.

 

 

“jangan panggil Aku seperti itu” ucap Kyuhyun datar. Dan disinilah Ryeowook menyadari kesalahannya. Sebuah ide jahil tiba-tiba menyeruak begitu saja di benaknya.

 

“Kyuhyun ssi….

 

Begitu Kyuhyun mendekat menyatukan lagi bibir mereka, segera saja Ryeowook menahan tengkuk Kyuhyun. Mengundangnya merasakan lebih jauh, membuka mulut mempersilahkan Kyuhyun bermain-main disana.

 

 

Begitu banyak orang berkata cinta itu buta. Tapi bagi Ryeowook tidak seperti itu. Cinta adalah pilihan, jangan mengejar cintamu jika memang cinta itu tak bisa kau dapatkan. Lihatlah cinta yang lain yang mungkin bisa membawamu pada kehidupan yang lebih baik. This is Love

 

 

.

.

.

 

“Aku tau Kau lebih dari yang Kau tau Oppa…. Kyuhyun Oppa sama sekali tak masuk dalam kriteriamu.lepaskan dia untukku”

 

“kau sudah tau apa jawabanku…”

 

“jebal Oppa…..aku sangat mencintainya”

 

“bodoh jika aku melepasnya Naeun’ah…berkatmu aku bisa mendapatkan dia.Ku ucapkan terima kasih atas semua sakit hati serta bahagia yang ku dapatkan karnamu”

 

Gadis cantik itu terpekur menyesali apa yang dia perbuat sambil menatap kepergian laki-laki yang pernah mengisi  hari-harinya dulu. Sedang yang di tatap melenggang tak peduli mengabaikan siapapun yang menggunjinkan dirinya.

 

“dia lagi?” Ryeowook mengangguk ringan, membiarkan Kyuhyun menjejeri langkahnya.

 

“bagaimana dengan fansmu?”

 

“merepotkan”

 

“hahahaha….” tawa itu terdengar lepas, tawa yang bisa membebaskan Kyuhyun dari belenggu kejenuhan. Bagaimana tidak jika setiap hari dia harus berusaha lebih keras melepaskan diri dari serbuan fans agar bisa pulang bersama Ryeowooknya.

 

“Kau senang melihatku seperti ini,sial bagaimana bisa gadis itu terus saja memaksamu….Ku harap kau tak lagi meliriknya”

 

“ahahahahaha…..”

 

Kyuhyun buka type orang yang suka di tertawakan, apalagi ia di tertawakan karna hal yang sangat merugikannya. Tapi demi Ryeowook, demi tawanya ia rela….meski harus melemparkan dirinya dalam sebuah masalah.

 

 

 The End

 

Ok q tw klian psti bilang ini aneh.rasax sudah bgtu lama q g bkin fic /lebay

Dan smoga stelah ini q bisa mnyempatkan wktu lg ngelanjutin fic yg laen.g jnji bza apdet cpet jga .so…maapkan driq yg malah mmpersembahkan fic gaje macam ini/ngacir.

Love Is You Chap 4

wpid-cymera_20141225_071703.jpg

 

 

Love is you

 

KyuWook

 

@mie2ryeofishy

.

.

.

 

Cast              : Kim Ryeowook , Cho Kyuhyun , Cho Ahra n other

Rated          : T+

Genre          : Romance

Warn           : Yaoi,Gaje,OOC,TYPO

a/n               : next Chap kemungkinan berPW,so buat yg merasa cma ngeRview d chap 3 doank segera d lengkapi. buat siders yaudah sih pasrah ajahhh…..

 

 

.

.

 

 

Acara bersih bersih Nyonya Cho terhenti melihat betapa gontainya langkah Kyuhyun. Tanpa semangat putra satu satunya itu menaiki tangga, tanpa mengucap salam juga tanpa menyapanya.

 

 

Orang tua mana tak kuatir melihat putranya mendadak bersikap aneh. “Kyuhyun, ada masalah?” tegur Nyonya Cho. Langkah Kyuhyun berhenti di tengah tangga, menatap lesu Nyonya Cho.

 

“oh, hai Umma….Aku pulang” jawaban yang tidak sinkron. Sinyal buruk untuk Nyonya Cho .

 

Meninggalkan begitu saja pekerjaannya Nyonya Cho berjalan cepat mengikuti langkah Kyuhyun. “tidak biasanya Kau pulang sore, tak mengikuti Ryeowook?” niat Nyonya Cho hanya ingin menggoda, tapi siapa sangka Kyuhyun sama sekali tak terpancing.

 

 

“seperti semua yang kulakukan untuknya percuma saja, Noona…. Tanpaku Ryeowook pasti akan  lebih menyukainya daripada Aku”

 

“ Kau berhenti mengikutinya, Kau menyerah?”

 

“Changmin bilang dia pernah melakukan seks dengan Yeoja yang dikencaninya- Nyonya Cho melongo, antara malu dan risih- Dia juga bilang, sekali melakukan dan berakhir dengan dia kecanduan melakukannya lagi”

 

 

“YAYAYA….apa maksudmu eoh, Kau tak malu menceritakan hal semacam itu pada Ibumu”hardik Nyonya Cho kesal.

 

Mengacuhkan hardikan Ibunya Kyuhyun malah lanjut bertanya. “ Apa menurut Umma Ryeowookie mau melakukan itu denganku”

 

“OMO…OMO….kepalaku”seperti acting ibu- ibu di dalam drama televise, Kyuhyun hanya berdecih melihat Ibunya melakukan hal yang sama.

 

.

.

.

Flasback

 

 

Tak mengerti mengapa Kyuhyun sampai nekat melakukan hal yang tak disukainya. Mati matian menahan hasrat untuk tak mengikuti Ryeowook seperti biasa, memilih mengikuti diam diam sama sekali bukan gaya Kyuhyun, tapi apa mau dikata ,semua dia lakukan untuk mencari tau kemungkinan terburuk yang dilakukan Ryeowook saat dia tak ada di sekitarnya.

 

 

Dua jam Kyuhyun berdiri di sudut lain, sudut tak terlihat yang langsung mengarah pada targetnya. Ketidak hadiran Kyuhyun seperti tak memiliki arti, Ryeowook tetap pada kegiatan sehari harinya, tak jarang membiarkan Ahra mendekatinya.

 

 

Semua berlalu begitu saja, mati matian Kyuhyun menahan kecemburuan. Menekankan bukan saatnya dia cemburu, terus melihat sampai sejauh mana usaha Ahra menarik perhatian Ryeowook.

 

Kelegaan menghampiri Kyuhyun, seberapapun Ahra mencoba menarik perhatian Ryeowook rupanya tak lantas membuat Ryeowook jatuh dalam pesonanya. Ryeowook masih menganggap semua sikap Ahra biasa, Kyuhyun yakin itu untuk beberapa menit ke depan. Karna setelah itu keyakinannya luluh lantah meninggalkan perih tiada terkira, Ryeowook tak mengelak saat Ahra memaksa menyatukan bibir mereka.

 

 

Flashback end

 

.

.

.

 

 

Seperti bayangan masa lalu itu baru terjadi beberapa menit lalu, Kyuhyun kelimpungan setengah mati. Ahra bisa saja kembali melakukan ciuman laknat itu. Ryeowook, Namja itu terlalu baik untuk menolak meski Kyuhyun menyerukan kesakitannya melihat adegan semacam itu terpampang di depan mata.

 

 

Mengacuhkan teriakan Ibunya yang menanyakan kepergian tanpa pamitnya, Kyuhyun berlari, berlari sampai tak memedulikan nafas terputus putusnya. Otaknya seperti berhenti bekerja saat semua ketakutan itu menggerogoti sendi keyakinannya. Ryeowook bisa saja tak merespon keinginan Ahra, Tapi kebaikan Namja itulah yang sekarang menjadi titik puncak ketakutan Kyuhyun, Ahra selalu bisa saja memanfaatkan hal itu .

 

 

Kebencian Kyuhyun sudah tak terkira jika harus kembali mengingat kenekatan Ahra, tak bisakah ia hidup dengan tenang tanpa rasa cemas membayangi. Kenapa pula Ryeowook dan Ahra harus memiliki waktu lebih banyak berada dalam gedung yang sama dibanding dirinya.

 

 

Jangan salahkan betapa keposesifan Kyuhyun mungkin akan mengekang batas gerak Ryeowook, semua beralasan, Kyuhun menyakinkan itu dalam hatinya. Kakinya terus berlari sampai gedung Rumah sakit tertangkap mata baru Kyuhyun bisa menghela nafas lega, dengan merapikan sedikit penampilannya Kyuhyun melangkah menuju ruang kerja Ryeowook. Kedatangannya sudah bukan lagi sebuah hal yang tak wajar apalagi saat dia tanpa permisi langsung masuk ruangan Ryeowook. Setiap hari kecuali hari libur Ryeowook, Kyuhyun selalu disini menunggu Ryeowook ,tak heran namanya juga sudah tak asing di kalangan staff Rumah Sakit.

 

“Kau datang”

 

Nafas lega dihembuskan Kyuhyun melihat Ryeowook duduk dibalik meja kerjanya. “Aku merindukanmu”

 

“tak terlihat seperti itu Ku rasa” meski tatapannya tidak mengarah pada Kyuhyun, dari deru nafasnya yang memburu Ryeowook meyakini ada hal yang membuat Kyuhyun terlihat begitu…emm… acak acakan.

 

“Aku sangat lega jika Kau mau tau kebenarannya”

 

“kali ini tentang apa?”

 

“masih sama, dan Ku harap hal itu tak terulang” enggan menunggu kesibukan Ryeowook, Kyuhyun lebih memilih menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang pasien di sudut ruangan.

 

“yang mana?”

 

“Kau sangat tau apa yang Ku maksud”

 

“tidak, begitu banyak yang Kau takutkan sampai Aku tak memiliki ruang untuk bisa mengenalmu lebih jauh”

 

“Aku mencintaimu”

 

“berhenti mengalihkan pembicaraan, Aku tau bukan itu maksud kedatanganmu yang….lebih heroic dari biasanya” Ryeowook berdecih pelan, menjeda pekerjaannya sebentar untuk mengamati Kyuhyun. “jangan bilang ini masih berhubungan dengan Ahra”

 

“selalu seperti itu, ketakutan akan Kau berpaling dariku tak akan pernah bisa berhenti menari dalam pikiranku”

 

“cobalah untuk berpikir positif, Aku dan Ahra tak mungkin menjalin suatu hubungan”

 

“Seandainya Ahra juga memiliki pemikiran yang sama sepertimu mungkin Aku tak akan setakut ini”

 

“Kyuhyun’ah…

 

“memikirkan Ahra menciummu saat Aku tak ada disekitarmu itu membuatku muak” mati matian Kyuhyun menahan suaranya, hasrat ingin meneriakkan hal itu didepan wajah Ryeowook sangat besar. Meneriakkan ketakutannya mungkin terdengar begitu kekanakan, namun apa peduli Kyuhyun. “Apa Kau pernah berpikir seberapa sakitnya Aku waktu itu?”

 

Focus Ryeowook sudah beralih dari pekerjaannya, memilih menghampiri Kyuhyun dan duduk di pinggir ranjang. Tangan halusnya menyusuri wajah Kyuhyun yang spontan menutup mata merasai betapa lembutnya perlakuan Ryeowook. Jika bisa ingin sekali dia menghentikaan sang Waktu, waktu mereka tak bisa lebih banyak untuk bisa berdua sepanjang hari. Pekerjaan Ryeowook tak memungkinkan bagi mereka untuk bisa menghabiskan waktu berdua terlalu lama meski Kyuhyun selalu mengusahakan berbagai cara untuk bisa membuat kebersamaan di antara mereka.

 

 

“harus berapa kali Aku mengucap kata maaf untuk menebus hari itu”bisik Ryeowook, tangannya beralih menyusuri bibir Kyuhyun , mengecupnya sekilas untuk membuat Kyuhyun membuka mata. “kejadian itu sebagian memang salahku, Aku terlalu lemah untuk menolak. Tapi itu kulakukan agar dia bisa merasakan kalau Aku tak memiliki rasa yang sama padanya”

 

 

Bukan tak bisa Kyuhyun melihat kesungguhan dalam sorot mata Ryeowook,  tapi biarlah hatinya merasa tenang dengan caranya sendiri. “Aku ingin memilikimu…- Ryeowook menanggapi serius ucapan terputus Kyuhyun, hatinya berdebar bgitu kencang melihat begitu besar kesungguhan dalam sorot mata Kyuhyun padanya-  seutuhnya”

 

.

.

.

 

“Wow….ceria sekali wajahmu, apa Ryeowook mengakhiri hubungan kalian” sindir Ahra melihat keruhnya wajah Kyuhyun.

 

Tak ingin menanggapi ,Kyuhyun mengarahkan langkah memasuki dapur, meraih sebotol air dingin dari dalam kulkas, langsung menenggaknya tanpa menggunakan gelas. Melihat keruhnya wajah Kyuhyun membuat Nyonya Cho khawatir. Di hampirinya Kyuhyun lalu mengajaknya duduk di ruang keluarga.

 

“terjadi sesuatu?”

 

“tidak”

 

“ceritakan sayang”

 

“berhenti memanjakannya Umma, Ryeowook harusnya menjadi Kekasihku kalau saja dia tak mengganggu hubugan kami” seru Ahra kesal.

 

“Jangan memperkeruh hubungan mereka Ahra’ah…Kyuhyun Dongsaengmu”

 

“tidak, saat dia merebut Ryeowook dariku dia bukan lagi dongsaengku”

 

“Ahra!”

 

“geumanhae Umma, biarkan Noona melakukan apa yang dia mau “

 

“ck,menjijikkan. Kenapa Ryeowook harus terjebak denganmu”

 

“Kita saling mencintai”

 

“cihh….Kau pikir aku percaya semua bualanmu. Ryeowook hanya terlalu baik untuk menolak bocah ingusan sepertimu”

 

 

Ahra beranjak pergi meninggalkan Kyuhyun termenung memikirkan ucapannya, tak di gubris ucapan Ibunya yang mencoba mengklarifikasi maksud ucapan Ahra. Tamparan itu terasa nyata, pemikiran memang hal seperti itulah yang sebenarnya Ryeowook rasakan padanya membuat jantung Kyuhyun berdenyut dalam tempo cepat lantas membuat setiap detakannya menorehkan kesakitan tak terkira.

 

“katakan kebenarannya Umma, apa Umma memiliki pemikiran sama seperti Noona?” Kyuhyun berkata pelan, tersirat kegetiran dalam setiap nada suaranya.

 

“pemikiran seperti apa yang kau harap Umma pikirkan sayang. – sangat lembut tatapan yang diberikan Ibu Kyuhyun,membuat Kyuhyun sedikit merasakan keteduhan dalam hati.- Orangtua mana yang tidak mendukung keinginan anaknya jika keinginan itu dapat memberikan kebahagian untuknya. Yahh….meski kadang Umma memikirkan kenapa bukan dengan Ahra Umma menyetujui Ryeowook menjalin hubungan. Tapi itu kembali lagi pada hati masing masing sayang, Ryeowook dan Kau saling melengkapi. Jangan dengarkan omongan Orang lain, percaya kata hatimu dan juga dengarkan keinginan Ryeowook” hening tercipta, Nyonya Cho membelai lembut rambut Kyuhyun, memberi ketenangan. “meski kadang selalu ada rintangan dalam sebuah hubungan, selalu gunakan hati serta pikiran untuk mengatasi semua rintangan itu. Egois tak akan menyelesaikan masalah, bicaralah baik baik arra”

 

 

Senyum tercetak di wajah Kyuhyun, ucapan Ibunya memberikan kenyamanan. Meragukan perasaan Ryeowook bukan sebuah pemikiran tepat. Adakalanya dia harus lebih dewasa mengatasi semua masalah. Sekelebat kejadian penolakan Ryeowook tadi sore muncul begitu saja dalam ingatan.

 

“Ryeowookie menolakku, dia bilang aku kekanakan”

 

“tentu saja, kau bahkan tak mau menaggilnya dengan benar. Apa itu tidak bisa disebut kekanakan?”

 

“tidak, Aku memiliki alasan sendiri tak mau lagi memanggilnya Hyung. Itu terdengar seperti aku terlalu muda baginya, aku tak suka”

 

“cee…Kau memang kekanakan”

 

“Kau salah Umma, semua Yeoja di sekolah bahkan mengantri untuk menjadi Kekasihku. Mereka bilang aku tampan dan Cool, Umma mengerti maksudku kan?”

 

Kyuhyun tetap saja Kyuhyun, Nyonya Cho hanya bisa menggeleng maklum jika jiwa narsisnya sudah menguar. Meski memang benar adanya tapi menyetujui kebenaran yang di ucapkan Kyuhyun hanya akan menjadika Kyuhyun lebih menguarkan jiwa narsisnya.” Kekanakan”

 

“akui saja Umma, Kau pasti diberikan anugrah terindah saat melahirkan ku…kkkk”

 

.

.

.

 

Suara ribut terdengar sampai ke dalam kelas. Kyuhyun memalingkan pandangannya dari psp ke sekelilingnya. Kelas kosong sementara dia baru menyadari, dia sendirilah penghuni kelas. Games yang dia mainkan sudah menang beberapa menit lalu, tak ada niat untuk bermain dari awal membuat Kyuhyun memilih ke luar kelas mencari Changmin.

 

 

Keramainan berpusat di tengah lapangan basket, dari tempatnya berdiri Kyuhyun melihat dengan jelas tubuh jangkung Changmin mencuat diantara keruman siswa lain. Keingintahuan merasuki pikiran, maka Kyuhyun memilih mendekati keramaian.

 

“Kyuhyun, kemarilah” suara Changmin menggelegar, betapa malunya Kyuhyun mendapati panggilan Changmin. Beranjak pergi pun percuma, Changmin menariknya mendekat sampai berada di tengah kerumunan.

 

 

Tatapan risih didapat Changmin, namun hanya ditanggapi cengiran konyol tak berdosa olehnya. “Kau tahu, kita akan bermain di Karaoke dekat persimpangan sekolah. Kalau Kau mau ikut mereka bersedia bermain denganmu siapapun yang kau mau” ucapan Changmin tak begitu di dengar Kyuhyun, sorot matanya terpaku pada objek yang membuatnya melotot tak percaya.sebuah kertas dengan tulissan yang Kyuhyun  tak habis pikir bagaimana bisa namanya terpampang di antara sebaris kalimat mengerikan itu.

 

‘Kyuhyun mengundang siapapun yang mau menjadi gadis pertamanya’

 

“Kau gila” desis Kyuhyun

 

 

Segera Changmin menghentikan langkah Kyuhyun, menghadangnya. “Ayolah, kita bukan lagi anak anak. Hanya bermain, kita bisa melakukan seks dengan siapapun yang kita inginkan”

 

“hentikan semua ini Shim Changmin!”

 

“pengecut”

 

“terserah apa katamu”

 

“lebih baik kau jadi gay daripada jadi perawan Cho Kyuhyun” mendadak tak terdengar lagi kericuhan setelah ucapan menusuk Changmin menggema. Meski membelakangi Changmin tapi Kyuhyun dapat merasakan Changmin bersorak menang dibelakangnya. “jadi….Sampai kapan kau bertahan menjadi…

 

“Brengsek Kau, hanya satu jam” Changmin bersorak kegirangan, pancingannya berhasil. Meski terdengar ambigu tapi dia sudah memiliki keyakinan Kyuhyun menerima ajakannya.

 

.

.

.

 

Ringisan keluar dari bibir Kyuhyun, sungguh ini tidak seperti yang dia pikirkan. Bagaimana bisa teman wanitanya itu begitu percaya diri bernyanyi dengan suara cenderung pas pasan. Di sudut sofa dapat di lihatnya dengan  jelas Changmin begitu semangat menggerayangi teman wanitanya.

 

 

“Kyuhyun ssi…Kau mau Aku melepas seragamku” menarik perhatian dari Changmin dan teman wanitanya. Kyuhyun menoleh malas ke gadis disampingnya. Gadis sama yang menyatakan perasaan padanya tempo hari.

 

“lakukan apapun yang kau suka” ucap Kyuhyun malas.

 

Meski tatapan Kyuhyun terpaku  pada gadis disebelahnya yang tengah mempreteli satu persatu kancing bajunya tapi sangat jelas keengganan dimata Kyuhyun. Sayangnya semua keengganan Kyuhyun tak jadi soal dimata gadis yang dikencaninya. Mengacuhkan semua itu gadis itu malah melepas begitu saja seragamnya, menyisakan Bra berenda yang menampung sebagian dari payudaranya.

 

 

“sentuhlah Kyuhyun ssi…” meski enggan Kyuhyun memilih mengikuti keinginan gadis itu. Begitu mulus dan terasa kenyal, hanya itu yang Kyuhyun rasakan, tak ada niat melakukan lebih dari itu.

 

“tenang saja, disini aman , aku juga tak akan mengganggu kalian. Lakukan saja” seru Changmin di sudut lain.

 

“Aku masih Virgin Kyuhyun ssi, lakukanlah….” Siapa yang tak meneguk ludah disuguhi pemandangan sexy macam itu. Tapi bukan hal itu yang membuat Kyuhyun meneguk ludah. Bayangan Ryeowook marah melihatnya melakukan hal menjijikkan semacam ini malah jauh membuat Kyuhyun meneguk ludah kelu.

 

Meski Kyuhyun masih diam sambil meneguk ludah yang di artikan lain teman kencannya, sepertinya tak jadi soal karna setelahnya gadis itu menarik pengait branya, memamerkan keseluruhan payudara menantang itu.

 

“Kyuhyun ssi….haruskah aku telanjang untukmu?”

 

‘Changmin gila, Keparat. Ryeowook akan mencincangku. Umma akan mengulitiku. Sialan kau Changmin’ rutuk Kyuhyun.

 

“Kyuhyun ssi….”

 

Drrrrtttt…..’ Ryeong Call ‘

 

 

Betapa Kyuhyun berharapa dirinya tengah berada di dalam kamar sibuk dengan psp  ketimbang duduk di ruang karaoke dengan temanmu bercinta di sudut ruangan serta seorang gadis penggoda yang mulai membuka rok seragamnya saat Ryeowook menghubunginya.

 

“Yeobose…

 

“aku di Apartmen, kemarilah” tuttt….hanya sebaris kata yang terucap sebelum panggilan itu terputus. Batin Kyuhyun bergelut berpikir kemungkinan Ryeowook memasang alat pelacak di tubuhnya.

 

 

 

 

Tbc

 

Luv ~ Part I

CYMERA_20150106_204441

 

HunWook

@mie2ryeosom

Support Cast : Kim Minseok,Jung Yunho,Lee Sungmin n Other

Rated              : T

Genre              : Romance

Warn               : YAOI,OOC,TYPO

a/n                   : Poppun ini untukmu,maaf blom bisa apdet yg lain.mata tak mau d ajak kompromi/mlor

.

.

.

Dia berdiri di hadapanku….

Tepat di depan mata namun tak terjamah…

Suaranyaa terus terngiang dalam telingaku….

Namun tak pernah tertuju untukku…

Tak bisakah kau melihatku…

Aku diam disini menunggu hatimu,untukku…

 

.

.

.

.

 

“Sehuna, palli…”

 

Oh Sehun itu namaku. Salah satu member Boyband yang cukup dikenal dua tahun belakangan ini. EXO, siapa tak mengenal nama Boyband yang menaungiku. Namun tetap saja dia tak melihatku.

 

“YAAA…Oh Sehun…”Minseok berkacak pinggang kesal, Sehun masih berdiam di lorong sepi mengintip dalam diam satu ruangan. “kalau ada perlu dengan Donghae Sunbae kenapa tak masuk saja?”

 

Tubuh tinggi tegap yang tadinya semangat mengintip objek menarik di dalam sana mendadak limbung, lemas seperti kehilangan energy. “Aku tidak ada perlu dengannya” Minseok mengedik bingung namun tak urung mengikuti langkah Sehun meninggalkan lorong sunyi.

 

.

.

.

 

Moodnya kacau sampai ke dasar melihat pujaan hatinya melenggang santai tanpa ada niat menyapanya. Oh ayolah, mereka memang satu manajemen, saling mengenal satu sama lain. Tapi Ryeowook, namja yang kini tengah merenungi nasibnya tidak dalam hubungan seperti teman akrab pada umumnya. Dia dan Jung Yunho member DBSK hanya saling mengenal tapi tak cukup akrab sampai membuat mereka saling meluangkan waktu meski sebatas obrolan ringan.

 

 

Kim Ryeowook member Super Junior, Salah satu tokoh dalam cerita ini. Mengagumi atau bisa di bilang amat sangat mengagumi Jung Yunho, Namja sempurna dengan semua Kharisma yang dimilikinya.

 

 

“Ryeong, jangan lupa janjimu untuk datang. Dramusku akan menjadi spektakuler kali ini” Kyuhyun melenggang pergi setelah menyombong, mendengarnya Ryeowook hanya bisa berdecih kesal. Kalah taruhan membuatnya harus dating, lagi.

 

“berhenti bertaruh, Kau akan selalu kalah darinya”Sungmin mendekat, menepuk pelan bahu Ryeowook kemudian mengambil tempat tepat disebelah namja pemurung itu.

 

“Aku selalu kalah”

 

“sudah tau kenapa masih nekat bertaruh”

 

“tak cuma games bodoh itu,Aku kalah dalam semua hal terutama…

 

“cobalah berbicara langsung padanya,akan lebih melegakan kalau…

 

“Kau gila Hyung,akan sangat memalukan jika dia sampai tau penyimpangan dalam diriku”

 

Sergahan Ryeowook membuat sungmin mengurut dada kaget. Tak habis pikir bagaimana bisa Ryeowook mudah sekali mengambil kesimpulan sebelum mencoba. Yahh…meeski sebenarnya Sungmin tau kemungkinan berakhir indah Cuma 0,01%, setidaknya dia sudah mencoba daripada terus berpraduga. Dari semua member Super Junior memang hanya Sungmin lah yang tau perihal penyimpangan Ryeowook, tak heran dia selalu bisa menerka perubahan mood Ryeowook jika hal seperti Yunho melenggang acuh di depannya selalu membuat Ryeowook uring-uringan.

 

“siapa tau perkiraanmu salah”

 

“Kau sangat tau apa konsekuensinya Hyung”

 

“Aku hanya memberi solusi”

 

“solusi paling membantu. Ingatkan Aku untuk memberikan penghargaan padamu”

 

Ryeowook tak sadar ucapannya cukup menyinggung. Sungmin menatap jengah sebelum memilih berdiri. Ryeowook dengan aura sensi nya memang tak patut untuk di ajak bicara.

 

.

.

.

 

Mouse n Rabbit memang tak pernah sepi. Bisa dibilang sebagian pengunjungnya hanya sebatas itu itu saja. Fans yang suka mengikuti mereka atau orang orang yang ingin melepaskan penat.

 

Donghae tersenyum lebar melihat Jongwoon dibalik meja kasir, dibelakangnya Sehun berjalan mengikuti.”Hyung…”

 

“Kau datang”

 

“Kami merindukanmu…..” Donghae berkata dengan ekspresi anak anjingnya.

 

“tentu,Kau datang karna rindu padaku. Bukan untuk makan gratis” sindiran Jongwoon membuat Donghae tertawa lebar, pengunjung yang melihat interaksi mereka sampai tak sungkan mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan moment mereka. “Hai Sehunie….sepertinya Kau sudah bergabung dengan Linenya”sapa Jongwoon sekaligus menyindir Donghae yang masih tersenyum aneh.

 

“Annyeong Sunbae….”tak terlalu dekat dengan Jongwoon membuat Sehun kikuk, namja yang berdiri di belakang meja kasir itu termasuk paling disegani dalam manajemen jadi sebisa mungkin Sehun mencoba sopan meski ujung-ujungnya Donghae menggeplak kepalanya gemas.

 

“jangan sok manis begitu,menggelikan.”

 

“auramu tak terlihat seperti namja baik-baik,jangan berkata seformal itu,ngeri tau” jongwoon nimbrung. Padahal aslinya dia memang sedikit risih dengan sikap sopan Sehun. Memang sih ini pertama kalinya Sehun datang ke cafenya, tapi tak harus seformal ini juga kan.

 

“hehehehe….”meski tertawa ringan semua juga tau ada aura buruk dalam diri Sehun. Jadi sebelum Jongwoon menelisik lebih dalam lagi , Donghae segera menarik Sehun menuju ruangan vip tempat mereka biasa berkumpul.

 

 

“Ryeowook sunbae ,apa tak pernah berkumpul bersama kalian?” ok ini murni keceplosan. Sehun merutuki lidah licinnya. Bagaimana bisa ia bertanya tentang Ryeowook. Meski terkesan biasa tapi karna mereka tak begitu dekat kecuali hubungan sebatas sunbae-hobae akan terdengar ganjil bukan.

 

 

“kenapa bertanya tentangnya,dia sibuk meski untuk mengunjungiku” Jongwoon menjawab spontan, nada kesal sangat kentara dalam suaranya. Donghae siap-siap mengantisipasi kemungkinan terburuk.

 

“Sukira melejitkan namanya Hyung. Kami bahkan jarang bisa berkumpul seperti dulu”

 

 

Tak ingin mendengarkan ucapan Donghae, Jongwoon menarik kursi di sisi Sehun lalu duduk disana. “kenapa bertanya tentang Ryeowook?” satu hal yang bodohnya tak teringat dalam otak Sehun, ia lupa Jongwoon orang yang peka dalam hal hal yang biasanya tak cukup di hiraukan orang lain. Memiliki sifat aneh rupanya membuat Jongwoon menangkap lebih cepat gelagat ganjil Sehun.

 

“ti..tidak,aku hanya asal bertanya”

 

“Ryeowook sibuk dengan teman teman barunya, Kau tak follow twitternya?”

 

“aku tak punya”

 

“Yeah, sayangnya Ryeowook tak bermain IG. Padahal dia sangat suka selfi,sayang sekali bukan?”

 

“kenapa makanan datang lama sekali?”eluhan Donghae tentang makanan menyelamatkan Sehun dari Jongwoon. Beruntung Donghae tak sepeka Jongwoon, kalau tidak mungkin dia sudah tau perasaan apa yang tersirat dalam hatinya.

 

.

.

.

 

Irama keras dari sebuah lagu up beat terdengar dari dalam satu ruangan dance. Ruangan yang memiliki dua pintu, satu yang berada  dekat jalan utama dan satu lagi berada di bagian belakang tepat dimana dua namja berdiri berhimpitan dengan salah satunya menatap fokus satu objek yang tengah meliukkan tubuh di dalam ruangan.

 

Sungmin menyenggol lengah Ryeowook, memberi isyarat untuk menjauh agar pembicaraan mereka tak sampai mengganggu seseorang yang tengah berlatih di dalam sana. “Apa?” jika tak ingat dia masih memiliki rasa sayang pada magnae dalam grupnya itu mungkin Sungmin sudah mendaratkan tanda cinta di wajah innocent Ryeowook. Jelas saja dia kesal setengah mati, ditarik dari ruang dance Super Junior malah berakhir menjadi stalker dadakan.

 

“Kau tau berapa kali Teuki Hyung menghubungiku?” Ryeowook mengerjap polos, mencoba memasang pose andalannya, berniat meredakan emosi Sungmin.

 

“sebaiknya kita berlatih,ayo…”usai berkata tanpa diselingi penyesalan Ryeowook melangkah riang, dari bibirnya keluar senandung merdu penenang jiwa. Sungmin mendesah kesal , tersentuh begitu mudahnya.

 

“sepertinya tak akan muat” sungmin berucap saat pintu lift terbuka dengan member EXO memenuhi lift.

 

Masih bersenandung Ryeowook terus melangkah, melesakkan tubuhnya di antara Sehun dan Kyungsoo. “tidak juga, aku masih bisa berjubel bersama mereka. Sebaiknya Kau tunggu pemberhentian selanjutnya Hyung” Sungmin mendelik kesal, pintu lift tertutup dengan salah satu penghuni yang berusaha meredam debar jantung tak terkendali.

 

Memang terkesan memaksa dan Ryeowook baru bisa menyesali keputusan berhimpitan di antara member yang tak sedikit jumlahnya. Sadar Kyungsoo tak terlalu pas dijadiikan sandaran, dengan cengiran polos yang biasa di tujukan pada Sungmin sebagai bentuk perayuan, Ryeowook memilih mencondongkan tubuhnya ke arah Sehun. “Sehuna…boleh aku berpegang padamu,aku takut terhimpit olehnya” semua penghuni lift sontak tertawa mendengar guyonan Ryeowook, apalagi saat Ryeowook menunjuk Kriss yang berada tepat di belakang Kyungsoo.

 

Tanpa ada yang menyadari, Sehun mencoba serileks mungkin menenagkan debar hati, mencoba meladeni obrolan tak penting kai demi mengalihkan perhatian dari Ryeowook yang membuat lengannya sebagai penopang tanpa persetujuan.

 

 

Lift berhenti, semua keluar termasuk Ryeowook. Sehun sengaja memilih keluar paling akhir, satu tangannya langsung mencekal lengan Ryeowook, menahannya. “Hyung, Kau masih harus naik satu lantai lagi” niat Ryeowook mengadu tangan dan kening saat melupakan satu hal yang seharusnya dia lakukan terhenti karna Sehun menahannya. “jangan lakukan itu” lalu namja pucat itu berlalu pergi begitu saja, meninggalkan Ryeowook  terburu masuk kembali dalam lift tanpa menyadari keganjilan ekspresi Sehun.

 

.

.

.

 

Di waktu yang lain dengan kegiatan yang sama. Tak jarang Sungmin mengutuk dirinya sendiri, mengutuk dirinya yang mudah tersentuh oleh bujuk rayu namja pendek yang tengah menatap penuh kekaguman ruang latihan grup lain.

 

 

Bisa dikatakan dirinya menyukai saat dimana Ryeowook ceria meski sekedar melihat Yunho dari jarak yang cukup jauh. Meski tak dipungkiri pula ada kerisihan dalam hatinya. Orientasi seksual Ryeowook masih tabu bagi sebagian orang. Membuatnya harus ekstra hati-hati memantau Ryeowook.

 

“sudah cukup, ayo pergi”

 

“ok” Ryeowook menjawab lesu. Saat hendak mengikuti langkah Sungmin seseorang membuka pintu lain ruangan, otomatis langkah itu terhenti, berputar lagi.

 

 

.

.

.

 

Semua member super Junior berkumpul di ruang tengah. Mendiskusikan tiap kejutann yang akan mereka berikan pada elf. Berbagi kursi dengan Shindong, Sungmin menatap malas duo HaeHyuk yang tengah memperagakan macam macam gerakan dance terbaru mereka sampai-

 

“aku lapar….seseorang apa tak bisa mendengar dengung cacing di perutku” -rengekan Kyuhyun terdengar.

 

Sungmin dengan gesit berniat undur diri, namun ditahan Shindong dengan wajah tak kalah memelasnya. “jangan lakukan ini…dengan Ryeowook seharian mengurung diri di dalam kamar sudah cukup membuat kami kelaparn, tolonglah”

 

“pesan saja apa susahnya sih”

 

“Hyung…aku tak suka makanan berlemak di luar sana” Donghae ikut ikutan.

 

“aku akan bersikap baik kalau kau mau membuat makanan untukku Hyung” janji Kyuhyun berbalas decihan Sungmin. Beberapa geplakan didapat Kyuhyun.

 

“kata katamu hanya mempan pada Ryeowook bocah” Heechul berucap ketus, melenggang membuntuti Sungmin.

 

 

Meski akhirnya menyetujui keinginan penghuni dorm ,di dapur Sungmin tak henti mengomel, salahkan sikap terlalu baiknya yang malah membuatnya terperangkap dalam dapur beserta peralatannya. Masing masing sepiring omelete mejadi pilhan saat menyadari semua tak akan berakhir sebelum gerombolan pemalas di luar sana mendapat makanan untuk mengganjal perut mereka.

 

 

Jika dipikir ini memang hari sialnya. Sudah cukup dia melihat Ryeowook hancur melihat kejadian siang tadi. Kejadian dimana Yunho menyapa terlalu ramah BOA yang masuk ke dalam ruang latihannya sebelum keduanya berpagutan sampai tak terpisahkan.

 

“malangnya…

 

“siapa?”

 

“OMO…”hampir saja sungmin menjatuhkan sembarang penggorengan berisi omelete setengah jadi. Suara Heechul mengangetkannya, membuatnya nyaris terkena serangan jantung. “Hyung….

 

“siapa yang kau bilang malang?” tangan Sungmin gemetar memegang pegangan penggorengan, keringat dingin mengucur , Heechul terlalu jeli, ketakutan dia tau mengenai hal yang ia dan Ryeowook berusaha sembunyikan menyeruak begitu saja.

 

 

“Omelete pertama untukmu, Kau pasti lapar kan Hyung” terburu Sungmin mencoba mengalihkan arah pembicaraan, berharap Heechul mendadak mudah teralih seperti Donghae. Tapi sekali lagi Heechul tetaplah Heechul, sang diva yang tak mudah tertipu.

 

“Ryeowook, dia yang kau maksud…”

 

“a-apa yang kau katakan Hyung, ini tak ada hubungannya dengan…

 

“Kau lupa sedekat apa Aku dengan Yunho, melihat Ryeowook menatap Yunho dengan cara lain tentu saja membuatku…

 

“Hyung hentikan” tergesa Sungmin mematikan kompor, mengintip di balik bahu Heechul pergerakan member yang lain. “ jika Kau tau tentang Dongsaengmu harusnya kau bisa menjaga apa yang ingin di simpannya bukan?” Heechul sedikit geram, pasalnya ucapan Sungmin terdengar begitu menghakiminya, padahal harusnya dialah yang melakukan hal tersebut.

 

“tentu Aku menyimpannya, cukup lama aku menyimpan apa yang aku tau. Tapi itu tidak akan terjadi lagi saat aku melihat Ryeowook yang entah mengapa memilih mengurung diri seharian  dalam kamar tanpa aku tau bagaimana kondisinya” tak tau harus berkata apa, Sungmin memilih menarik lengan Heechul pergi bersamanya.

 

 

Setelah memastikan pintu terkunci rapat sungmin membawa dirinya duduk di ranjang miliknya. “sejak kapan kau tau tentang Ryeowook yang…

 

“menyimpang?- Sungmin sedikit tidak suka dengan ucapan Heechul, tapi sebisa mungkin dia mencoba tenang membiarkan Heechul lanjut berkata.- sejak kalian sering menyelinap pergi, aku mengikuti kalian dan selalu berakhir di tempat yang sama, ruang dance DBSK.”

 

“apa kau langsung tau tentang perasaan Ryeowook, Hyung?”

 

“tidak, awalnya ku kira Ryeowook hanya mengagumi Yunho, tapi seiring berjalan waktu aku menyadari hal itu. Jika kau bertanya kenapa aku tak bertanya, jawabannya karna aku menghargai Ryeowook.”

 

“maaf Aku tidak bisa mencegahnya”

 

“tak perlu hiraukan itu, Aku pun sama.”

 

“sekarang aku menyesal tak berusaha lebih keras mencegahnya.”

 

“maksudmu…

 

“Kau pasti lebih tau Hyung, hubungan yang terjalin antara Yunho dan Boa sunbae”

 

“kalian sudah tau yaa….”Heechul memasang pose berpikir yang membuat Sungmin memutar mata jengah. “kupikir Ryeowook akan berubah haluan saat mengetahui sendiri hubungan mereka. Tapi ku rasa dia butuh lebih banyak waktu.”

 

“dia terluka Hyung”

 

“kapan cinta tak membuat luka?”

 

“cukup melegakan aku tak sendiri lagi menyimpan rahasia ini”

 

“yeah, kita harus lebih memperhatikannya”

 

.

.

.

 

Joonmyeon mengurut keningnya, pertengkaran tak bermutu selalu terjadi di sekitarnya. Tapi jika di telusuri lebih jauh setiap masalah selalu tertuju pada magnae dalam grupnya. Kapan magnae dalam grupnya itu bisa duduk diam tanpa menimbulkan satu masalah.  Jika bukan menghancurkan kerapian yang di junjung tinggi Kyungsoo maka Kai akan menjadi sasaran empuknya.

 

 

“Sehun!!!” tak yakin akan bisa selamat dari amukan Joonmyeon, Sehun merapat ke sisi Minseok, mencari perlindungan. “Sorry hyung, dia sudah keterlaluan….jangan membelanya” tanpa Joonmyeon memperingatinya Minseok memang berniat menjauhkan diri dari Sehun, namun sayang sang magnae malah berpegangan erat pada pinggangnya, tak mengijinkannya menjauh barang sejengkal.

 

 

“lepaskan sebelum aku mendepakmu”

 

“Hyung….

 

“perbuatanmu membuat Kai mengalami cedera kaki…

 

“salahkan kakinya yang tak seimbang, kenapa jadi aku yang disalahkan” semua member menatap jengah Sehun dengan ekspresi tak bersalahnya, sedang sang korban meringis saat manajer membantunya duduk.

 

“Kau sudah keterlaluan Sehun, Kai terluka karnamu” Yixing mencoba lebih sabar, berkata lembut seperti pembawaannya.

 

“aku tak sengaja Hyung….”

 

Saat akhirnya semua member EXO memilih diam, manajer mereka mengambil alih setelah membuat posisi Kai lebih nyaman. “kali ini kau benar-benar keterlaluan Sehun. Jaga sikapmu atau…”

 

 

“Hyung maaf menyela, tapi kurasa bukan suatu kesengajaan Sehun sampai Kai terluka. Aku akan lebih mengawasinya kalau kau melepasnya kali ini” penyelamat Minseok beraksi, Sehun menghembuskan nafas lega. Sementara yang lain ,jika tak ada Minseok disana mungkin Sehun sudah habis jadi bulan –bulanan mereka.

 

.

.

.

 

Sore hari begitu menjemukan, tak ada kegiatan membuat Sehun mengikuti kemanapun Donghae mengajaknya. Sedikit berharap bisa berpapasan dengan dia yang selalu di hati mungkin menjadi harapan Sehun. Meski harapan hanya tinggal harapan ketika waktu terlewat terlalu lama tanpa adanya tanda – tanda kehadirannya.

 

 

“….benar kan” kikuk Sehun yang tak mendengar ucapan panjang lebar Donghae asal mengangguk. Melihat itu Donghaae langsung bertos ria bersama Sungmin, satu masalah terpecahkan dan mereka bisa mejalani skedjul berikutnya dengan tenang.

 

“tu-tunggu…apa yang tadi kalian bicarakan?” Sungmin dan Donghae sontak saling mengerling curiga. Lalu keduanya kompak mengambil ancang-ancang pergi dari hadapan Sehun.

 

“pergilah ke dorm kami dan berikan makanan pada Ryeowook” Donghae berucap tanpa jeda lalu berlari kecil meyusul Sungmin yang sudah pergi lebih dulu. Sehun mengangguk acuh,tak terlalu sulit kalau hanya di minta mengantar makanan, tapi itu sebelum dia mencerna keseluruhan ucapan Donghae karna setelahnya matanya langsung membelalak lebar. Mengantar makanan pada Ryeowook, entah ini yang dinamakan beruntung atau sebaliknya.

 

 

Biasanya kalau dapat tugas macam ini Sehun selalu berhasil menghindar apalagi jika ada Minseok di belakangnya. Tapi sekarang meski memiliki kesempaatan itu tapi Sehun tetap berjalan sampai di tempat tujuan. Merelakan diri menunggu seseorang di dalam sana  membuka pintu mengingat dia bukan orang yang memiliki kesabaran ekstra.

 

 

Begitu pintu terbuka muncul Heechul dengan mantel bepergiannya, berpesan untuk memberikan langsng makanan pada orang yang di tuju sebelum dia melenggang pergi.

 

 

“Ryeowook hyu-sunbae…”panggil Sehun pelan takut penghuni di dalam nya sedang lelap dalam mimpi padahal sebenarnya Sehun bukan orang yang akan peduli apa yang tengah dikerjakan orang lain asal dia tak merasa di repotkan.

 

 

Hampir 10 menit Sehun berdiri menunggu Ryeowook membuka pintu, sangat bukan dirinya . “Ryeowook sunbae….

 

 

Ceklek

 

 

Pintu terbuka sedikit, hanya terlihat wajah sembab Ryeowook menatapnya. “ne….

 

 

 

Tbc

 

 

Sebenernya mo post seq dark, heartquake ma Liy. Tp berhub mata da ngantuk jdilah cma bisa post ini. Do’akan aku punya waktu luang buat ngepost smwax ye…=)))